Military Technology News Network

Showing posts with label Divisi Matra Udara. Show all posts
Showing posts with label Divisi Matra Udara. Show all posts

MACAM MACAM KEGUNAAN DRONE BERDASARKAN JENIS DALAM DUNIA MILITER

Pernah bermain dengan drone..? nah.. kalau anda pernah memainkannya sangatlah mudah bukan.. hanya perlu beberapa jam saja anda sudah mampu menguasi dan mampu menerbangkannya, Artikel kita kali ini tentu akan membahas mengenai benda yang satu ini. namun, bukan drone sipil tapi drone militer yang di khususkan untuk melakukan pekerjaan tertentu dalam membantu pasukan mencapai target yang di tentukan.
Dalam era yang super canggih ini banyak negara yang sudah mulai mengeksplore apa saja yang bisa dilakukan oleh sebuah drone, bahkan banyak pengamat berpendapat bahwa drone akan sangat berperan dalam pertempuran masa akan datang. tidak tanggung tanggung disebagian negara ada yang berani membayar dengan harga fantastis setiap tahun untuk mengembangkan teknologi militer khususnya drone

Tanpa berbasa basi lagi kita akan mengulas mengenai macam macam jenis drone di medan perang dengan perusahaan pembuatnya.



Share:

MIG 37 FERRET-E PESAWAT PENCEGAT RAHASIA GENERASI TERBARU RUSSIA

Mikoyan MIG 41 adalah pesawat tempur pencegat yang dilaporkan sedang dikembangkan oleh mikoyan sebagai pengganti MIG31, menurut analis pertahanan rusia vasily kashin, MIG 41 akan dianggap sebagai proyek generasi 5++ atau 6. 

Tidak banyak informasi tersedia selain dari pernyataan bahwa pesawat tersebut direncanakan untuk dikembangkan, tidak ada data resmi yang tersedia mengenai kemampuannya. Diperkirakan pesawat ini akan masuk layanan sampai setidaknya pertengahan 2020-an atau 2030-an.
Share:

UAV ORION-E MALE | DRONE KELAS MENENGAH BUATAN RUSIA

kali ini kita masih akan berkutat di Negara Beruang Merah.. yah.. apa boleh buat jika kita membicarakan teknonogi militer negara ini se akan tidak ada habisnya.. untuk artikel selanjutnya admin akan mengulas mengenai pesawat tak berawak bernama ORION.. nah.. jangan di kira nama tersebut identik dengan nama merek mesin air pabrikan jepang heheehe..

Kronstadt Tecnologies baru baru ini memamerkan prototipe pesawat udara tak berawak kelas menengah atau disingkat MALE (Medium Altitude Long Edurance) pertama buatan Rusia yang dipamerkan pada acara MAKS 2017. Orion memiliki desain eksternal yang mirip  dengan  UAV  Produksi Thales Amerika (MQ9 Reaper) meskipun sebenarnya banyak perbedaannya. 

FOTO ORION-E

Share:

BARIEV A-100 | POS KOMANDO TEMPUR UDARA RUSIA

hay ketemu lagi.. kali ini admin akan terbang ke Negara Rusia untuk mengulas mengenai pesawat AWACS (Airborne Early Warning and Control Aircraft System) buatan negeri beruang merah... katanya pesawat Radar ini di klaim mampu mendeteksi keberadaan pesawat tempur  supercanggih milik negara adidaya Amerika (F22 & F35).

Bariev A-100 Namanya... wujudnya boleh tua karena menggunakan rancang dasar pesawat transpor Ilyushin Il-76MD-90A (Il-476), Bariev A-100 dilengkapi radar terbaru AESA Vega Premier  yang diletakkan di atas badan pesawat, Radar tersebut diklaim mampu menemukan sasaran udara lebih dari 370 Mil jauhnya dan dapat menemukan keberadaan Kapal Perang berjarak 250 Mil serta  radar ini dapat melakukan pemindaian setiap 5 detik sekali .

Selain itu ada fiture aneh pada pesawat yakni banyaknya antena yang hampir terdapat di semua badan pesawat hal demikian disinyalir sebagai kubah komunikasi satelit,beberapa di antaranya tampak baru untuk pesawat AWACS yang digunakan sebagai misi peringatan dini dan pengendalian udara. namun Kementerian Pertahanan Rusia enggan memberikan pernyataan terkait banyaknya antena tersebut

Foto Bariev A-100

Share:

F-35 LIGHTING | PESAWAT TEMPUR TERMAHAL AMERIKA

Setelah Negara Adidaya ini menyatakan Pesawat tempur F-35 telah siap tempur. maka saat ini F-35 adalah senjata paling mahal yang pernah dikembangkan oleh Amerika Serikat, terutama versi F-35 Joint Strike Fighter, F-35A Lightning, telah mendapat status IOC atau Kemampuan Operasi Awal. Artinya, jet ini telah cukup dikembangkan dan lolos uji kelayakan untuk terbang dalam misi pertempuran.

Fitur canggih pesawat tempur F35
Share:

BELL V-280 VALOR | HELIKOPTER GENERASI TERBARU MILITER AMERIKA

Masih ingat dengan helikopter Bell V-22 Osprey..? kalau masih ingat... kini perusahaan Bell kembali meluncurkan helikopter varian barunya bernama V-280 Valor, helikopter ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan program Joint Multi-Role-Technology Demonstrator atau yang disingkat JMR-TD, yang mengusung konsep Future Vertical Lift (FVL) bagi tentara angkatan udara Amerika.

BELL-V22 OSPREY

BELL V-280 VALOR
Teknologi yang diusung sama dengan varian terdahulunya, menggunakan tilt rotor namun V-280 Valor tampil lebih fururistik dengan mengintegrasikan ekor V dan badan pesawat yang terbuat dari bahan baja komposit serta sayap dibuat menggunakan lapisan inti karbon.  

Share:

KHIBINY ELECTRONIC COUNTERMEASURE SISTEM PERANG ELEKTRONIK BUATAN RUSIA

Ditengah konflik yang menerjang negara Rusia, kini memaksa Negara tersebut mengembangkan Teknologi dan senjata elektronik secara besar besaran untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Salah satu pengembangan terbaru dari Rusia adalah kemunculan senjata Electronic Countermeasure bernama “Khibiny”. 

Senjata ini diklaim negara barat turut dipakai Rusia menyerang dan mengusir kapal perang Amerika Donald Cook yang mencoba memasuki perairan laut hitam, Begitu dahsyatnya radiasi dari perangkat Khibiny mengakibatkan lumpuhnya  system elektronik pertahanan kapal perang tersebut. 


Share:

REFUELING BAHAN BAKAR PESAWAT TEMPUR


Air Refueling yang dilakukan pesawat tanker C130 KC pada dua pesawat Sukhoi 30MK
Dalam kondisi pertempuran pengisian bahan bakar pesawat terdapat aturan dimana radius tempur adalah sepertiga jarak kemampuan tempuh pesawat yang terisi bahan bakar penuh dalam suatu garis lurus, jika disederhanakan perjalanan pulang dan pergi ditambah sepertiga dari bahan bakar untuk operasi tempur.

Namun jika kita lihat metode pengisian bahan bakar pesawat yang lazim digunakan baik itu pengisian bahan bakar di darat ataupun di udara sedikit banyak memberikan tujuan tersendiri suatu operasi pertempuran jika radius tempur masuk dalam jangkauan maka pengisian bahan bakar melalui darat lebih sering di gunakan namun jika menjalankan misi yang lumyan kompleks maka pengisian bahan bakar di udara adalah pilihan yang tepat karena pada saat take off pesawat mampu membawa bom secara maksimal dengan mengurangi tekanan pada tangki bahan bakar namun setelahnya maka kemudian sudah pasti di hadang oleh pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar secara penuh.


Bahan bakar jet atau jet fuel atau aviation turbine fuel (ATF) atau avtur (aviation turbine) merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas (external combution) Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling umum adalah Jet A dan Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam perlengkapan spesifikasi yang terstandardisasi secara internasional. Satu-satunya bahan bakar jet yang umum digunakan dalam penerbangan bermesin turbin disebut Jet B dan digunakan untuk menghadapi cuaca dingin.



Pengisian bahan bakar di Darat Fasilitas DPPU 
(Depot Pengisian Pesawat Udara)



merupakan fasiltas vital dalam pelayanan di Bandar Udara, untuk menunjang operasi pelayanan pengisian bahan bakar pesawat, seiring dengan kemajuan dunia penerbangan dan padatnya rute penerbangan dalam pelayanan maka di Bandar Udara terutama pada Bandar sipil ataupun militer terpasang fasiltas untuk pengisian bahan bakar pesawat. Fasilitas pengisian bahan bakar pesawat menurut tipenya sekarang terdapat 2 (dua) tipe pengisian yaitu 

Pipeline Jalur Pipa
Metode pengisian di darat menggunakan Pipeline at
 
pengisian menggunakan jalur pipa (pipeline) dibawah apron  Penggunaan jalur pipa (pipeline) dibawah apron banyak digunakan pada Bandar Udara komersial namun hanya sedikit di gunakan dalam bandar udara militer karena melihat faktor keamanan bandara ketika diserang musuh namun metode semacam ini mampu mengatasi tingkat kesibukan penerbangan yang cukup tinggi. 

Mobil Bridger
sedangkan untuk penggunaan mobil bridger biasanya digunakan pada bandar udara kecil yang mempunyai tingkat kesibukan penerbangan yang tidak terlalu tinggi.


Pengisian bahan bakar di Udara
Air Refeuling 
Pengisian bahan bakar di udara atau istilahnya kerennya air refueling, aerial tanking, in-flight refueling (IFR), air-to-air refueling (AAR) adalah proses pengisian bahan bakar dari pesawat tanker (pembawa bahan bakar) ke pesawat lain (yang akan diisi bahan bakarnya) selama di udara. Prosedur ini membuat pesawat yang sedang dalam misi penerbangan dapat terbang dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pesawat yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara adalah pesawat angkut yang telah dimodifikasi atau seringkali disebut pesawat tanker


Biasa juga disebut “Flying Boom”
Metode Pengisian Flaying Boom pada Pesawat F35 Lightning
Sistem ini memakai pipa yang kaku, memiliki sistem kamera yang dikendalikan oleh dua sayap kecil yang oleh operator yang berada di pesawat tanker akan diulur dan dimasukkan ke lubang tangki bahan bakar pada pesawat penerima. Penerbang pada pesawat penerima harus memposisikan pesawat dan kecepatannya sedemikian rupa sehingga tepat posisinya dan proses pengisian bahan bakar bisa dilakukan. Untuk keamanan dan ketepatan dalam pengisian bahan bakar, kamera pada sisi sayap pipa digunakan untuk memandu operator mengulurkan dan memasukkan pipa bahan bakar ke pesawat penerima. Selain itu, pesawat tanker dan pipa dilengkapi dengan lampu yang berfungsi untuk melakukan pengisian bahan bakar pada malam hari.

Probe and Drogue
Metode pengisian dengan Probe and Drogue pada F35 lightning

Sistem ini memakai pipa yang fleksibel. Bentuk drogue-nya mirip sekali dengan shuttlecock badminton yang tersambung dengan pipa bahan bakar. Fungsi drogue ini untuk menstabilkan pipa selama di udara dan menyediakan saluran untuk menjadi jalur masuknya bahan bakar ke dalam pipa. Pipa tersebut terhubung dengan Hose Drum Unit (HDU), kalau tidak terpakai biasanya pipa akan tergulung di HDU. Cara kerjanya: Pesawat tanker dan pesawat penerima harus berada pada posisi sejajar horizontal di mana pesawat tanker berada di depan pesawat penerima. Kedua pesawat itu terbang pada kecepatan yang sama. Setelah kedua pesawat ini siap, pilot pesawat tanker akan menjulurkan drogue ke arah pesawat penerima. Setelah terjulur, pilot pesawat penerima akan mengeluarkan alat yang disebut probe. Yaitu semacam "mulut" penerima bahan bakar yang ada di pesawat tersebut, kemudan pilot pesawat penerima mengatur pesawatnya hingga posisi probe masuk ke dalam lubang drogue. Di sinilah pengisian bahan bakar mulai dilakukan
Share:

SUPER TUCANO, PESAWAT TEMPUR RINGAN BUATAN NEGARA SAMBA BRAZIL

Foto Pesawat Tempur Super Tucano
Wajahnya sangar dengan gigi yang menyeringai inilah sosok pesawat tempur ringan dan latih TNI AU sebut saja pesawat ini dengan nama Super Tucano buatan negara samba Brazil. Nama Super Tucano sebenarnya  melejit berkat Operasi Phoenix Angkatan Udara Kolombia pada 2008 yang berhasil menewaskan pimpinan pemberontak FARC, Raul Reyes, dalam suatu serangan lintas perbatasan ke Venezuela.

Super Tucano buatan Empresa Braziliera de Aeronotica (Embraer) SA itu merupakan pengembangan dari EMB-312 Tucano, yang programnya diluncurkan pada 1995 sejalan program Sistema de Vigilancia da Amazonia (SIVAM) yang menghendaki Angkatan Udara Brazil memiliki pesawat terbang patroli dengan kemampuan penyerbuan darat dan pengintaian serta anti gerilya.

Sejatinya pesawat ini dilengkapi dengan mesin tunggal turboprop namun mampu melakukan manuver -3,5g hingga  +7g  dengan kecepatan maksimal 590 km/jam pada ketinggian maks 31.000 kaki. Mesin yang menjadi pendorong juga mudah dirawat, yaitu Pratt & Whitney PT6A-68A yang membangkitkan 1.600 shp disuplai tangki internal 695 liter avtur sehingga mampu menerbangkan dia pada radius 1.500 kilometer alias terbang selama 6,5 jam. 
Foto Pesawat Super Tucano Landing di Bandara Syamsudin Noor

Sedangkan kalau berbicara masalah sistem persenjataan, pesawat memiliki 2 senapan mesin yang berada di sayap kiri dan kanan dengan kemampuan menyemburkan maksimal 1.100 peluru permenit. ditambah  5 buah cantelan dengan komposisi masing-masing 2 buah di sayap kiri dan kanan dan 1 buah di badan pesawat dengan beban total 1550 kg.
Pesawat ini juga dilengkapi Self Protection System terdiri dari RWR (Radar Warning Receiver), MAWS (Missile Approach Warning System) dan Chaff & Flare Dispensers.

Yang menarik, kelima hardpoint itu bisa dipakai untuk bom berpenuntun alias bom pintar udara-ke-darat atau udara-ke-udara, selain bom konvensional Mk-82 atau Mk-84 udara-ke-darat. Brazil memasang misil buatan sendiri, MAA-1 Piranha berpenuntun infra merah dari Orbita; yang mendapat pasokan data dari turet radar AN/AAQ-22 SAFIRE di sebelah FLIR/DLIR-nya.
Gambar Cockpit Pilot dan Perwira Persenjataan

Kinerja tempur pilot dan perwira persenjataan dijamin berkat fitur OBOGS (on-board oxygen generated systems), dan pengendalian dari tuas kemudi tunggal HOTAS (hands-on throttle and stick control) disuplai dari Northrop Grumman. Jadi, feel mengemudikan Super Tucano dan mengoperasikan sistem persenjataannya sangat identik dengan pesawat tempur jet canggih.
Dari semua kecanggihan dan keunggulanya wajar pesawat ini menjadi rebutan sejumlah negara di Amerika latin sebut saja  Republik Dominika, Kolombia, Ekuador, dan Chile. Selain Indonesia, Brasil pun mengekspor pesawat ini ke Angola, Burkina Faso, dan Mauritania.

Tambahan : 
Super Tucano memiliki 2 varian yakni Super Tucano A-29A (single Seater)satu penerbang  dan A-29B (Twin Single Seater) dua penerbang duduk secara tandem. |||0|||0
Share:

BOEING 737 SURVEILLANCE, PESAWAT PENGINTAI TNI AU

Foto B-737-200 Surveillance TNI AU
Nama "Camar Emas" mungkin sangat membekas bagi Angkatan Laut Amerika, inilah nama pesawat TNI AU yang sukses mengintai Kapal Induk USS Carl Vinson Amerika karena melanggar perbatasan Indonesia tanpa izin atas dasar itulah Data-data yang didapat dari pesawat pengintai Indonesia diajukan sebagai dasar keberatan diplomatik terhadap Amerika. Sebenarnya nama Camar Emas adalah sebutan bagi pesawat pengintai Boing 737 TNI AU , sejatinya pesawat ini adalah pengembangan dari versi pesawat komersial B737 yang dialih fungsikan sebagai kepentingan intelijen bahkan Amerika pernah menyebut B737-200 TNI AU adalah Adik dari Pesawat Pengintai Poseidon P-8A


Mengusung 2 mesin turbofan buatan Pratt and Whitney JT8D, pesawat ini mampu melalukan patroli sejauh 1.900 mil laut (3.500 km) dengan dibantu dengan dua radar yaitu Radar FB (M) buatan Bendix, AS yang berfungsi mendeteksi target permukaan sejauh 300 NM atau sekitar 550 kilometer serta APS-504 (V) Airborne Radar System buatan Litton System, Kanada yang berfungsi mendeteksi sasaran permukaan sejauh 200 NM atau sekitar 370 kilometer.  selain berfungsi konvensional, radar ini bisa diset mendeteksi sasaran di permukaan atau di udara.

Foto B737 TNI AU dalam Pencarian Pesawat Malaysia MH370

Selain itu Boeing 737 Surveillance  dilengkapi Mission Consoles yang terdiri atas konsol SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multimission Radar) yang mampu mendeteksi sasaran di samping pesawat sejauh 100 nautical miles (NM) atau sekitar 180 kilometer, konsol Search Radar, konsol Mission Commander dan konsol Navigation Communication dengan DPDS (Data Proccessing Display System).

Piranti lainnya adalah GPS (Global Positioning System) Litton  dan IFF(Identification Friend of Foe) Interrogator. Boeing 737 Surveiller ini juga dilengkapi kamera berkemampuan optic zoom 20x dengan focus length 200 milimeter, FLIR (Forward Looking Infra Red) dengan zoom 22,5x memiliki focus length 20-450 milimeter dilengkapi autotrack video, laser pointer, image video processor, dan GPS. Kamera ini bisa merekam target dan mencetaknya.

 
Konsul Dalam Pesawat B737 TNI AU
Dalam melaksanakan tugasnya, Maritime Patrol didukung 64 kru, yang terdiri dari dua orang instruktur/kapten pilot, 12 co-pilot, 16 juru mesin udara (engineering), lima juru muat udara (load master), 10 operator console, 14 observer, tiga juru foto udara, dan dua flight surgeon.

TNI AU mengoperasikan 3 pesawat dan ditempatkan di Skadron Udara 5 Pangkalan Udara (lanud) Hasanuddin, Makassar.
Share:

MIG 31 FOXBAT, PESAWAT JADUL PENCEGAT SATELIT DAN PENGENDUS RUDAL BALISTIK

Ditengah negara Rusia mempunyai beragam pesawat tempur canggih sekelas MIG 35 Fulcrum, SU 35 Flanker dan SU T50 Pak FA ternyata Rusia masih mengandalkan pesawat jadul jenis MIG 31 Foxbat yakni pesaing pesawat stealth Amerika SR71 baik dari segi ketinggian maupun kecepatan.
MIG 31 Foxbat
SR71
Perbatasan udara Rusia dijaga oleh MiG-31, pesawat canggih yang dapat mencegat target apapun dalam berbagai kecepatan, mulai dari rudal jelajah tersembunyi hingga satelit, baik siang maupun malam, dalam cuaca hujan ataupun cerah. Ahli militer mengatakan sistem pesawat ini unik dan tidak akan ada pesawat yang sebanding dengan karakteristik MiG-31 Rusia dalam sepuluh sampai 15 tahun ke depan.

Pesawat tempur-pencegat supersonik MiG-31—yang disebut Foxhound oleh NATO—adalah pesawat tempur Soviet pertama generasi keempat. Pada akhir 1960-an, Rusia memiliki alasan internal dan eksternal untuk membuat pesawat ini. Ketika itu, Amerika Serikat menggunakan rudal jelajah strategis dan pesawat pembom FB-111. Pesawat tersebut dapat terbang melintasi Kutub Utara dan mencapai perbatasan Rusia pada ketinggian rendah, mengikuti relief dan menghindari pengawasan satelit Rusia. Selain itu, Rusia kekurangan penghalang radar (radar barrier) untuk wilayah sebelah utara.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut dan mendeteksi “tamu” tak diundang, Rusia memutuskan untuk meluncurkan pesawat MiG yang dapat memantau ruang udara di garis depan dan rentang ketinggian tertentu. Pesawat tersebut dibuat oleh Artem Mikoyan Experimental Design Office, yang sekarang menjadi Perusahaan Pesawat Rusia MiG. Setelah MiG beroperasi, pesawat pengintai Amerika mulai lebih jarang berkeliaran di perbatasan Rusia.

 
Karakteristik Mig 31 Foxbat
Pengalaman “Arktik” MiG-31 dapat sangat berguna bagi formasi utara Tentara Rusia untuk melindungi kepentingan Rusia di kawasan Arktik. Pesawat ini mampu mencegat dan menghancurkan segala sasaran, mulai dari satelit terbang rendah hingga rudal jelajah. Sekelompok pesawat pencegat MiG-31 dapat menguasai sebagian besar ruang udara dengan mengarahkan pesawat tempur kepada sasaran serta misil antipesawat berbasis darat.

MiG-31 dijuluki “radar terbang” oleh para pilot karena kemampuan avionikanya yang unik. Pesawat ini memiliki sistem kendali “barrier” di pangkalannya dan dilengkapi dengan antena dengan susunan berfase pertama (PPA) di dunia. PPA berbeda dari radar klasik karena bisa menggerakkan sorotan di antena tetap, menghasilkan sejumlah sinar yang diperlukan, serta melacak berbagai sasaran sekaligus.

“Barrier” ini dapat mendeteksi 24 obyek pada jarak 200 kilometer. Komputer dalam pesawat MiG-31 dapat memilih empat sasaran paling berbahaya dan mengarahkan misil udara jarak jauh langsung pada sasaran tersebut. Jumlah maksimum target yang dapat diserang sekaligus adalah delapan. Empat sasaran lain dihancurkan dengan misil jarak sedang atau misil jarak dekat. Pesawat juga dapat mengirim koordinat sasaran ke pesawat tempur dan misil antipesawat di darat.

Para ahli mengatakan tidak akan ada sistem aviasi yang mirip dengan MiG-31 dalam sepuluh hingga 15 tahun ke depan. Semua pesawat tempur modern, kecuali untuk pesawat tempur generasi kelima, tidak sepenuhnya supersonik. Berbagai batasan dalam rancangan kerangka pesawat umumnya membuat waktu terbang supersoniknya terbatas hanya 5-15 menit. Sementara, durasi penerbangan supersonik MiG-31 hanya terbatas oleh pasokan bahan bakar. MiG-31 juga mampu menembus hambatan suara pada penerbangan datar dan naik, sementara mayoritas pesawat supersonik melewati kecepatan M=1 dengan sedikit menukik.
 
MiG-31M GENERASI TERBARU
 
MIG 31 M Foxhound

MiG-31 mulai diproduksi pada 1981 di fasilitas Sokol di Gorky (sekarang Nizhny Novgorod). Pada akhir 1994, lebih dari 500 mesin jenis ini dibuat, namun kemudian diproduksi secara terbatas. Saat ini terdapat sekitar seratus pesawat MiG-31 yang beroperasi.

Modernisasi besar-besaran terhadap MiG-31 pada 1984 menghasilkan MiG-31M. Pesawat modifikasi ini dianggap sebagai temuan penerbangan militer terbaik Uni Soviet dan beberapa informasi tentang pesawat ini masih dirahasiakan sampai sekarang.

MiG-31M pada kecepatan maksimum dapat melampaui kecepatan pesawat serupa lain di dunia, dengan selisih setidaknya 500 kilometer/jam. Pada Agustus 1995, pesawat ini tampil dalam MAKS-95 Air Show di Zhukovsky dan menjadi sensasional. Tetapi, MiG-31M tidak sempat diproduksi massal.

Namun demikian, di fasilitas Sokol dan di fasilitas perbaikan pesawat, masih ada kapasitas produksi, staf dan dokumentasi yang diperlukan untuk menciptakan kembali pesawat tersebut. Menurut perhitungan ahli penerbangan, hal tersebut akan mengurangi sepertiga biaya produksi untuk merestorasi pesawat yang sangat menjanjikan itu, untuk keperluan perlindungan perbatasan ruang udara Rusia. 

Dalam sistem “Barrier-M” yang telah di-upgrade, yang mulai digunakan militer pada 2008, rentang deteksi maksimum sasaran udara telah ditingkatkan menjadi 320 km.

Karakteristik taktis dan teknis MiG-31
Berat lepas landas maksimum: 46,2 ton
Kecepatan terbang maksimum: 3.000 km/jam (ketinggian tinggi), 1.500 km/jam (ketinggian rendah)
Batas ketinggian: 20,6 km
Muatan tempur maksimum: 9 ton

Sumber : 
http://www.rg.ru/2014/02/03/mig-site.html
http://vpk-news.ru/articles/19183

Sunting kembali oleh :
http://www.momosergeidragunov.com 

to Download 


Share:

10 PESAWAT PATROLI MARITIM TERBAIK DI DUNIA

Misteri Jatuhnya Pesawat Boing MH370 milik Malaysia sampai saat ini belum ada kejelasannya, sudah ada 26 negara yang ikut berpartisipasi dalam melakukan pencarian bangkai pesawat ini, tentu negara tersebut mengerahkan berbagai teknologi alutsista yang dipunyainya dalam pencarian tersebut salah satunya adalah pesawat patroli maritime. 

Pesawat patroli maritim sangat penting untuk negara-negara dengan garis pantai yang panjang . Pesawat patroli modern seperti P - 8A Poseidon dengan kemampuan multirole adalah aset untuk setiap kekuatan angkatan laut  begitu juga dengan pesawat rancangan Indonesia dan Spanyol CN 235 MPA yang saat ini masih diakui dunia sebagai salah satu pesawat partoli maritime terbaik di dunia. Bahkan, untuk mengawasi Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang dipersengketakan sejumlah negara, baik Tentera Diraja Malaysia maupun Brunei sama-sama mengerahkan pesawat CN235 buatan PT DI

Berikut adalah daftar top 10 pesawat patroli maritim terbaik di dunia berdasarkan Naval - technology.com yang dinilai dari jangkauan , daya tahan dan kemampuan patroli

Lockheed P-3 Orion/ Amerika
Foto Lockheed P-3 Orion

Lockheed P-3 Orion merupakan pesawat patroli maritim yang digunakan oleh banyak negara, terutamanya bagi patroli peraian, peninjauan dan perang anti-kapal selam.

Pesawat ini mempunyai kemampuan multi misi dengan 16 jam terbang pada ketinggian 8.944km. P-3 Orion  di kembangkan oleh Lookheed martin dan mulai beroperasi pada tahun 1962 yang saat ini masih beroperasi dengan 21 operator di 17 negara diseluruh dunia.

P-3 Orion dapat melakukan berbagai misi seperti patroli maritim, peperangan anti-kapal selam, anti-pembajakan, anti-terorisme serta penyeludupan obat melalui perairan dan pencegahan imigrasi ilegal. Pesawat ini dapat dilengkapi dengan sensor inframerah dan elektro-optik (EO), serta radar pencitraan khusus untuk mendeteksi benda/objek yang jauh. Orion di dukung Empat Mesin turboprop buatan Allison T56-A-14 yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 4.600 shp  dengan ketinggian maksimal 25.000 ft.

P-3 Orion memiliki ruang bom internal di bawah badan depan pesawat yang mampu membawa bom biasa dan atau bom khusus, termasuk pada stasiun bawah sayap atau pylon yang mampu dicanteli berbagai jenis rudal anti permukaan, Torpedo, Roket serta berbagai jenis ranjau.

CN - 235 MPA / Indonesia & Spayol
 

Foto C235 MPA

CN-235 adalah sebuah pesawat penumpang sipil (airliner) yang mengandalkan dua mesin turboprop kelas menengah. Pesawat ini  dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol bersandi Tetuka dan saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya di dunia.

Salah satu variannya adalah CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesawat ini dilengkapi dengan Sistem Taktis Terintegrasi( FITS=Fully Integrated Tactical System) yang dapat menggabungkan berbagai radar & sensor lainnya untuk mendukung kegiatan patroli maritim seperti dukungan
radar  Ocean Master 100 buatan Thales, Elletronica ALR 733 Radar Warning Receiver, dan perangkat lihat malam (FLIR-Forward Looking Infrared). Dengan FLIR ini, CN235 MPA memiliki penglihatan ekstra sehingga mampu beroperasi pada malam hari. Tak hanya itu, pesawat ini juga membawa Magnetic Anomaly Detector (MPA) yang berfungsi untuk mengetahui lokasi kapal selam. CN235 MPA termasuk jenis pesawat berperforma tinggi. 

Berbicara masalah persenjataan, CN235 MPA mampu mengusung torpedo dan rudal. Berbagai jenis rudal seperti Harpoon dan AM39 Exocet mampu dibawa pada keenam cantelan senjata di sayapnya.Dalam melakukan pengawasan dan pengintaian CN-235 MPA di sokong oleh dua mesin Turboprop buatan General Electric CT7-9C berkekuatan 1.750 shp.


ATR 42 MP Surveyor / Italia 
Foto ATR 42 MP


ATR 42 MP Surveyor adalah salah satu pengembangan pesawat komersial jarak pendek buatan Italia. ATR 42 Surveyor MP dibuat atas respon Alenia Aermacchi terhadap kebutuhan perkembangan pengawasan maritim negara tersebut, lebih dari 670 pesawat ATR telah terjual di seluruh dunia. 

Pesawat ini memiliki jangkauan maksimal 3.741 km dan dapat melakukan patroli nonstop selama 11 jam dilengkapi dengan radar pencari terbaru Advanced Tactical Observation System ( Atos ) untuk pencarian kapal , identifikasi, pengawasan , deteksi polusi, pencarian dan penyelamatan ( SAR ). 


Pesawat ini didukung oleh dua mesin PW 127E berkekuatan 2.160 shp pada Kecepatan jelajah maksimum pesawat ini 280kt selain itu pesawat ATR 42 Surveyor menyediakan keandalan yang tinggi dengan biaya operasional dan pemeliharaan yang sangat ekonomis tapi mampu menjalankan operasi dalam segala kondisi cuaca

AN-74MP Coaler / Soviet (Rusia)

Foto AN-74 Coaler
 
AN-74MP dikembangkan oleh ANTONOV berdasarkan Platform pesawat angkut sipil ANtonov 74. Pesawat patroli maritim ini di buat Soviet (Sekarang Rusia) untuk menjamin keamanan di seluruh wilayah pesisir baik digunakan untuk Pengintaian, pencarian & penyelamatan ( SAR )dan untuk mendeteksi pencemaran laut.


Selain untuk misi tersebut AN-74MP juga dilengkapi dengan persenjataan mampuni seperti  GSH- 23L 23mm Cannon , rudal , bom serta rudal anti-kapal. Dalam operasionalnya pesawat dilengkapi dengan peralatan canggih terintegrasi lainnya seperti Radar pendeteksi kapal, Penglihatan Inframerah serta beberapa sensor lainnya

AN-74MP mempunyai dua mesin turbojet D-36-4A dengan saluran intake besar yang mampu melesat dengan kecepatan maksimum 725km / jam, jangkauan maksimum 3.704 km dan daya tahan operasional delapan sampai sembilan jam.

Saab 2000 MPA/ Swedia
Saab 2000 MPA

Saab 2000 MPA adalah pesawat Patroli Maritime multi misi buatan Swedia. selain tugasnya sebagai pesawat patroli maritim pada umumnya, pesawat ini juga dapat melakukan misi berbahaya lainnya seperti  perang anti permukaan dan anti kapalselam. keunggulan dari pesawat ini adalah dari sisi Kecepatan manuver  dan kemampuan lama terbang membuat Saab 2000 MPA merupakan pesawat patroli maritim yang sangat ideal untuk pengawasan daerah perairan.

Saab 2000 MPA dilengkapi dengan radar canggih yang mampu memberikan pengawasan  secara menyeluruh  serta berbagai  sensor optik seperti Automatic Identification System ( AIS ) , Inditifikasi Friend of Foe ( IFF ) , Electronic Support Measures (ESM), Self Protection System (SPS), SATCOM dan data link

Pesawat ini memiliki kecepatan jelajah maksimum 350kt dengan kecepatan maksimum tersebut pesawat ini mampu melakukan observasi tanpa henti selama lebih dari 9.5 Jam dengan ketinggian 2.000 ft sejauh 3.700 km .


 
C295 MPA / Spanyol & Indonesia
Foto C295 MPA

C295 MPA adalah pesawat patroli maritim serbaguna dikembangkan oleh EADS CASA ( sekarang Airbus Military ) . Pesawat ini dapat digunakan dalam patroli maritim , surveillance ZEE , SAR, anti-kapal selam dan misi perang anti-permukaan. Pesawat jenis ini banyak dimiliki negara berkembang seperti Angkatan Laut Chili, Angkatan Udara Protugis dan Angkatan Udara Oman .

C295 MPA dilengkapi dengan sistem komando terbaru generasi ke tiga dari FITS (Fully Integrated Tactical System) yang mengintegrasikan navigasi pesawat dan sistem komunikasi , radar , EO / IR turret , sistem akustik , detektor anomali magnetik ( MAD ) , AIS , IFF interrogator , ESM / intelijen elektronik , sistem senjata dan sistem deteksi polusi laut .

Stasiun bawah sayap C295 MPA dapat dipersenjatai dengan rudal anti - kapal dan torpedo untuk menghantam musuh. C295 juga di dukung mesin Turboprop ganda PW127G berkekuatan
2,645 hp dengan kemampuan patorli sejauh 3.333 km dan dapat tetap di udara selama lebih dari delapan jam , tergantung pada konfigurasi. 


ATR 72 MP / Francis & Italia
Foto ATR 72 MP
 
Pesawat ATR 72 MP (Patroli Maritime) didesain berdasarkan  platform pesawat komersial ATR 72-600 dikembangkan oleh Alenia Aermacchi. ATR 72 MP bisa disebut varian terbaru yang dikhususkan untuk pengawasan, pengintaian ,misi patroli maritim, Search & Rescue ( SAR ).

Pesawat ATR 72 MP dapat beroperasi pada suhu, ketinggian dan Kondisi lingkungan yang ekstrim. Pesawat ini terintegrasi secara apik menggunakan SELEX Galileo Atos Mission System yang berfungsi menghubungkan sensor onboard dan peralatan untuk melakukan pengawasan elektronik , pengintaian optik , identifikasi kapal dan deteksi polusi.

Disokong oleh dua mesin turboprop buatan Pratt&Whitney Canada PW 127m yang menghasilkan kecepatan jelajah maksimum 248kt dan daya tahan 10 jam.
Pesawat ini adalah versi ekstrim yang dipakai Angkatan Udara Italia .


EMB 145 MP/ Brazil
 

Foto EMB 145 MP

EMB 145 MP adalah pesawat multirole generasi baru yang diproduksi oleh Embraer untuk memenuhi persyaratan sebagai pesawat  patroli maritim dan perang anti-kapal selam . pesawat ini di desain berdasarkan platform dari pesawat ERJ 145 ,misi yang di usung EMB145 MP adalah patroli maritim, anti-Permukaan dan misi perang anti -kapal selam .

kelebihan lain dari EMB 145 MP memungkinkan untuk di integrasikan sesuai misi yang diusung seperti halnya sayap dapat dicanteli dengan senjata konvensional maupun missile canggih. 


Pesawat ini didukung oleh dua mesin turbofan AE 3007 , masing-masing menghasilkan daya dorong maksimum £ 7.420 Kecepatan maksimum adalah sekitar Mach 0.78 dan jangkauan sekitar 3.020 km.


Boeing P-8A Poseidon / Amerika
 

Foto P-8A Posaidon
P-8A Poseidon adalah pesawat maritim multimisi jarak jauh yang dikembangkan oleh Boeing untuk angkatan laut Amerika(US Navy) berdasarkan platform dari Pesawat boing generasi terakhir dari  Boing 737-800. selain berkemampuan sebagai pesawat patroli maritim kemampuan lain dari posaidon adalah mampu menjadi malaikat maut bagi kapal selam ataupun kapal perang musuh yang mencoba melanggar perbatasan. Karena kesangarannya wajar saja Angkatan Laut India terpikat untuk meminang pesawat jenis ini, 

P-8A Posaidon terbang perdana pada bulan April 2009. Posaidon dilengkapi dengan beberapa sensor dan radar canggih buatan Northrop Grumman yang terintegrasi secara apik diantaranya penglihatan inframerah, radar Raytheon AN/APY-10 serta beberapa persenjataan seperti Torpedo MK 54, Rudal Anti Kapal dan Rudal Udara ke Permukaan.

Posaidon mampu terbang pada kecepatan 789km/jam dengan dukungan dua mesin CFM56-7B yang masing masing menyemburkan tenaga sebesar 27.000 lbf. selain itu untuk menambah daya jangkaunya posaidon dilengkapi tangki bahan bakar cadangan yang memberikan kemampuan jelajah 2.222km

Falcon 900 MPA / Francis
 

Foto Falcon 900 MPA

Pesawat Falcon 900 MPA ( Maritime Patrol Aircraft ) adalah turunan dari pesawat jet bisnis Falcon 900DX. sedangkan untuk versi MPA dapat digunakan untuk berbagai misi termasuk anti- kapal selam, ISR, pengawasan ZEE, pengawasan Jalur Laut( SLOC ), SAR dan misi perang anti-permukaan .
 

Pesawat ini mengeintegrasikan radar maritime  canggih yakni memadukan X-Band dua dimensi yang dikombinasikan dengan sensor elektronik. Radar semacam ini mampu memberikan pengawasan terhadap target yang lebih kecil pada jarak jauh. selain itu Falcon dilengkapi dengan Penglihatan inframerah serta sensor elektronik lainnya termasuk pendukung pertempuran dalam mendeteksi berbagai ancaman sehingga para kru dapat dengan cepat mengambil keputusan.

Falcon 900 MPA disokong tiga mesin jet TFE 731-60 buatan honeywell yang dapat di kontrol dan dimaksimalkan melalui perangkat Mikrokontroler yang tertanam pada mesin (DEEC Digital Electronic Engine Computer) Pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 0,85 Mach  dengan jangkauan maksimal 1.200 km.|||0|||0 to Download
 
Share:

SUKHOI SU 27, SU 33, SU 30, SU 34, SU 37 , SU 35, SU 47

Sukhoi (Сухой) Corporation adalah salah satu produsen pesawat tempur militer terbesar Rusia yang paling penting  setelah MiG. perusahaan ini didirikan oleh Pavel Sukhoi pada tahun 1939 dengan nama Biro Desain Sukhoi atau dikenal dengan OKB-51. Sebenarnya perusahaan ini hampir saja bangkrut pada saat rezim soviet namun kembali bangkit berkat rancangan pesawat tempurnya yang fenomenal dan memiliki kemampuan manuver diatas rata-rata dalam sejarah dunia penerbangan pesawat tempur tersebut adalah SU 27 Flanker dengan manuver Pugachev's Cobra (Patukan Kobra) inilah yang menjadi bukti tonggak keberhasilan Sukhoi di pasar global.
 

Berikut adalah jenis jenis varian sukhoi :

1. Sukhoi Su-27  Codename : Flanker  Terbang perdana  1977
 

SU 27 Flanker Interceptor


Pesawat tempur Su27 Flanker pada awalnya diproduksi oleh Uni Soviet dan kemudian dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini dibuat untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet).

Didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire dan kemampuan untuk membawa sampai 10AAM (air to air Missile) . Pesawat Su-27 yang mempunyai manuverabilitas hebat merupakan salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Purwa rupa pertama "Flangker-A" terbang pada 20 Mei 1977.


Su-27 Flanker dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh yang mengusung sistem kontrol fly-by-wire, dukungan persenjataan yang mampu menggotong 10 AAM (air to air missile) dan di tambah  kelincahan manuver yang tinggi. bahkan, Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 mempunyai bentuk yang hampir mirip.

Radar Su-27 terbukti menjadi masalah besar dalam pengembangan Su-27. Permintaan awal dari Uni Soviet adalah sangat ambisius: menginginkan kemampuan untuk menyergap multi target dan jarak pantau 200 km terhadap pesawat seukuran pengebom (RCS 16 meter persegi untuk sebuah Tu-16). Hal ini akan melampaui kemampuan deteksi radar APG-63 dari F-15 (sekitar 180km untuk target ber-RCS 100 meter persegi) dan kemampuan radar Su-27 ini kira-kira setara dengan Zaslon phased array radar seberat 1 ton yang digunakan di pesawat MiG-31.

2.
Sukhoi Su 33 Codename : Flanker D Terbang perdana Mei 1985

SU 33 Flanker D Carrier-based air defense fighter
Pesawat Sukhoi Su-33 adalah versi kapal induk dari Su-27 yang semula didesain untuk beroperasi pada kapal induk utama Uni Soviet. Untuk memenuhi kebutuhan operasi di kapal induk, su-33 mempunyai airframe yang lebih kuat, anti korosi, roda penangkap, mesin yang lebih bertenaga dan sayap yang dapat ditekuk untuk kemudahan penyimpanan di atas kapal induk. 

Secara teknis pesawat SU 33 Flanker D dikembangkan atas hasil gabungan dari rancangan Su 27 dan Su 30 hanya saja Su-33 juga merupakan varian Su-27 pertama yang memakai canard untuk meningkatkan manuberabilitas serta mengurangi jarak take-off dan kecepatan saat mendarat. pengembangan lebih lanjut dari SU 33 adalah Su-33UB yang memiliki susunan tempat duduk berdampingan seperti Su-34.
3. Sukhoi  Su-30 Codename : Flanker C  Terbang perdana 1989
SU 30 Flanker C

Pesawat tempur SU-30 dikembangkan oleh Sukhoi Rusia pada tahun 1996 berdasar pada consep awal Su27. Pesawat ini adalah pesawat tempur multifungsi, yang efektif dipakai sebagai pesawat serang darat. Pesawat ini setara dengan F/A-18E/F Super Hornet and F-15E Strike Eagle Amerika Serikat.

Dengan mempertahankan kemampuan interceptor udara-ke-udara dari Su-27, Model awal Su30 dan Su-30K dioptimasi untuk kemampuan misi enduransi panjang 10 jam atau lebih. Pesawat jenis ini dilengkapi dengan sistem radiolocation yang memungkinkan pelacakan hingga 10 target dalam waktu bersamaan. Fitur ini membuat Su-30 cocok sebagai pemimpin pesawat tempur taktis dalam memburu pesawat musuh. Varian ini selanjutnya digabungkan dengan model Su-30M multi-peran yang mempunyai kemampuan penyerangan darat presisi tinggi  dengan membawa misil dan bom kendali canggih.
 
Su-30 merupakan pelengkap dan pengganti MiG-31 dan Su-27 dan masih merupakan pesawat tercanggih di jajaran AU Rusia. Beberapa upgrade di tingkatkan untuk mempertahankan kemampuan pesawat menghadapi pesawat jenis lain direncanakan akan terus berlanjut hingga 2020.

    4.  Sukhoi su-34 Codename : Fullback Terbang perdana 1990

     

    SU 34 Fullback Boomber

    Su-34 Fullback adalah Pesawat tempur serang dan bomber berkursi ganda mutakhir buatan Rusia, yang juga dikembangkan dari Su-27. Pesawat ini direncanakan untuk menggantikan Su-24 'Fencer'.  Rusia mulai memproduksi SU-34 dengan skala penuh pada 2008 di pabrik pesawat Novosibirsk, anak perusahaan Sukhoi Aircraft Holding.
     

    Purwarupa pertama Su-34 adalah pesawat trainer dua-tempat duduk tandem Su-30 yang dimodifikasi, yang merupakan varian dari Su-27, yang di-rekonfigurasi dengan tempat duduk berdampingan dalam sebuah bodi pesawat yang diperlebar. Di dalam hidung pesawat yang diperlebar, terdapat radar terrain-following dan sistem terrain-avoidance yang dibutuhkan untuk penerbangan ketinggian rendah. Selanjutnya, bentuk hidung direvisi menjadi datar dan tajam seperti milik SR71 Blackbird untuk mengurangi cross-section radar pesawat. Seperti Su-27, Su-37 juga memiliki radar yang menghadap ke belakang, terletak di antara mesin untuk melacak target yang berada di belakang pesawat.

    Pengembangan dari Su-27 menjadi Su-34 termasuk pemakaian sistem avionik canggih, penambahan canard seperti pada Su-33, manuverabilitas yang lebih baik, jarak yang lebih jauh, dan peningkatan performa penerbangan ketinggian-rendah. Su-34 pada awalnya dikenal sebagai Su-27IB, yang diharapkan untuk menggantikan pembom Su-24 pada 2010. Varian lanjut dari Su-34 adalah Su-32FN yang dikembangkan untuk penyerangan maritim dan tugas pengintaian. Beberapa laporan menyatakan bahwa Su-34 juga dibuat versi lautnya (mungkin dirancukan dengan Su-33UB) yang dilengkapi dengan mesin yang lebih kuat untuk mengurangi jarak take-off, tetapi varian ini diragukan karena Rusia hanya memiliki satu kapal induk.

    5.
    Sukhoi Su-37 Codename Flanker F (terbang perdana 1996)
     

    SU 37 Flanker F (prototype untuk SU 35BM)

    Pesawat Sukhoi Su-37 adalah salah satu varian pesawat tempur bermesin jet yang dirancang oleh pabrikan pesawat Sukhoi di Rusia. Pihak Sukhoi sendiri menyebutnya dengan nama Diablo. Pesawat Sukhoi Su-37 Flanker-F merupakan jet tempur multi-peran berkursi tunggal dan bermesin ganda. Oleh Sukhoi, pesawat ini hanya dijadikan sebagai peraga teknologi untuk mengembangkan beberapa kemampuan sebuah pesawat tempur yang mereka produksi salah satunya adalah SU 35BM

    Modifikasi yang dilakukan misalnya pada sistem avionik dan sistem persenjataan. Pengembangan yang paling mencolok adalah pada nozzle vector pendorongnya. Nozzle vector ini yang membuat Su-37 mampu melakukan manuver terbang yang sebelumnya hampir tidak mungkin dilakukan oleh pesawat tempur lain.

    Sebagai pesawat tempur peraga teknologi atau eksperimental, pihak Sukhoi hanya membuat 2 unit Su-37. Prototipe pertama berhasil melakukan penerbangan perdana pada tanggal 2 April 1996 yang kemudian disusul oleh penerbangan perdana prototip kedua pada tahun 1998. Meskipun telah menunjukkan banyak kemampuan taktis sebagai pesawat tempur, namun belum pernah terdengar informasi bahwa pihak Sukhoi akan memproduksi Su-37 secara massal

    6. Sukhoi su-35 codename Super Flanker (SU35-M Terbang Perdana Mei 1988 sedangkan SU35-BM 2008
     

    SU 35 Super Flanker

    Pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia. Pesawat ini dikembangkan dari Su-37, dan awalnya diberi nama Su-27M. Pesawat ini dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon. Karena kesamaan fitur dan komponen yang dikandungnya, Su-35 dianggap sebagai sepupu dekat Sukhoi Su-30MKI. Namun karena masih banyak memiliki kekurangan rusia memutuskan mengupgrade secara besar besaran dari Su 35 pada tahun 2000-an dengan varian baru SU35BM Su-35BM dan dianggap sebagai generasi 4++ oleh Sukhoi. Pesawat Su35 BM sendiri merupakan seri flanker terakhir dan merupakan pengisi kekosongan generasi antara generasi 4 dan generasi 5, bisa dimasukkan dalam generasi 4++ yang dipercaya mampu memberikan perlawanan dan manuver yang tinggi untuk menghadapi F35 Amerika bahkan F22 Raptor.

    Fitur-fitur baru pesawat ini di antaranya badan pesawat yang diperkuat menggunakan bahan-bahan campuran komposit dan plastik, penanda radar yang diperkecil dari depan dan sebuah radar PESA yang diperbarui. Pesawat ini diperlengkapi oleh banyak perbaruan pada sistem kelistrikan dan avioniknya, termasuk fly-by-wire digital dan sebuah radar untuk mendeteksi sinyal dari belakang untuk menembakkan peluru kendali SARH. Su-35 yang baru tidak lagi memasang kanard dan rem udara; untuk menjaga kemampuan manuver supaya tetap sama atau lebih besar daripada pesawat-pesawat yang diperlengkapi kanard, Su-35 menggunakan mesin 117S yang baru dengan pipa-pipa vektor pendorong yang selalu berputar.


    7. Sukhoi su-47 codename Firkin
    (Terbang perdana September 1997)

    SU 47 Firkin (Prototype untuk SU PAK FA)

    Berbeda dari semua pesawat buatan sukhoi, pesawat ini mempunyai bentuk yang aneh dan unik Fitur pembeda pesawat ini adalah sayap penyapu depan, serupa dengan LL-3 milik Tsybin. yang memberikan pesawat ini kelincahan yang menakjubkan. Dan pada saat produksi jenis ini tidak diujudkan, satu-satunya pesawat yang diproduksi digunakan sebagai purwarupa peraga teknologi untuk sejumlah teknologi canggih yang kemudian digunakan di dalam pesawat tempur generasi 4.5 Sukhoi Su-35 dan purwarupa pesawat tempur terkini Rusia generasi ke-5 Sukhoi PAK FA.

    TsAGI (Tsentralniy Aerogidrodinamicheskiy Institut" atau Central Aerohydrodynamic Institute) telah lama menyadari keunggulan sayap penyapu depan, dengan penelitian yang menyertakan pengembangan Tsibin LL dan pengkajian Junkers Ju 287 yang berhasil ditangkap pada dasawarsa 1940-an. Sayap penyapu depan menghasilkan koefisien angkat maksimum yang lebih besar, momen lentur yang lebih kecil, dan delayed stall jika dibandingkan dengan bentuk sayap yang lebih tradisional. Ketika serangan bersudut besar dilakukan, ujung-ujung sayap yang tidak tergerai memungkinkan pesawat menahan kemudi guling. Sebaliknya, sapuan ke depan secara geometris menghasilkan sudut datang sayap bagian luar yang lebih besar ketika sayap menekuk di bawah muatan. Hasilnya adalah daya angkat menjadi lebih besar, daya muat lebih massif, sudut datang lebih besar, dan seterusnya. Sayap akan cenderung mengalami kegagalan secara struktural pada laju rendah dibandingkan sayap lurus atau sayap buritan. Kelemahan sayap penyapu depan ini diatasi dengan menjadikannya memuntir ke arah bawah karena mereka (sayap lurus dan sayap buritan) menekuk ke atas. Bagian ini terbuat dari bahan komposit seperti pada S-37, tetapi dapat juga diganti oleh bahan konvensional.

    Su-47 Mengusung Dimensi dan berat dasar yang mirip dengan Su-37, meskipun pesawat ini keliatannya berbeda namun perbedaan itu menjanjikan berbagai manfaat dalam aerodinamis untuk mendukung kecepatan subsonic yang di milikinya dan mempunyai sudut serang yang tinggi dan sayap depan yang unik memungkinkan pesawat untuk meningkatkan jangkauan dan manuver pada ketinggian tinggi serta penggunaan material komposit untuk mengecilkan tangkapan radar. Berbicara masalah daya gerak Kedua powerplants awalnya di sokong oleh turbojet D-30F6 t yang sering digunakan pada MiG-31m, sedangkan prototipe kedua menggunakan turbojet Ljulka AL-37FU dengan vector dorong yang mampu secara efektif meningkatkan kemampuan tempur dan manuver di udara dan mampunyai jarak jelajah hingga 3.300 km dan mampu melaju dengan kecepatan maksimum 2.1 Mach .|||0|||0


    Baca juga Su T50 PakFa
    Share:

    Popular Posts

    MOMOSERGEIDRAGUNOV

    Pages

    Military

    Name*


    Message*

    Labels