Military Technology News Network

Showing posts with label Divisi Matra Laut. Show all posts
Showing posts with label Divisi Matra Laut. Show all posts

KORVET SIGMA CLASS 10514 | KRI I GUSTI NGURAH RAI & KRI MARTHADINATA

hem..... inilah sosok kapal perang zaman now .. hehehe bukan karena nyelenehnya tapi zaman now yang dimaksud adalah kapal perang dengan teknologi tercanggih yang dimiliki angkatan laut Indonesia. Kapal Perang ini berjenis Korvet Kelas Sigma bernomor seri 10514, memang korvet ini sangat layak dinantikan untuk mengganti kapal tua jenis KRI Ahmad Yani besutan tahun 1986. 
Spesifikasi Tempur Korvet Kelas Sigma 10514

Korvett kelas Sigma ini diberinama KRI I Gusti Ngurah Rai (332) & KRI RE. Marthadinata (331)  karena kecanggihan dan kemampuan tempurnya yang handal maka wajar dijuluki sebagai kapal induk dikelasnya. Pada proses pembuatannya Korvett terdiri dari 6 Modul, 4 modul diantaranya di buat oleh Indonesia (PT.PAL ) sedangkan 2 modul berikutnya di buat oleh Belanda (Damen Schelde Naval Shipbuilding) dengan metode Transfer of Technology (TOT) sesuai syarat yang diberikan Indonesia kepada Belanda.
Share:

MISTRAL | VLADIVOSTOK | SEVASTOPOL, KAPAL INDUK HELIKOPTER SERBU AMFIBI NEGARA RUSIA BUATAN FRANCIS

Foto Kapal Induk Kelas Mistral Francis.
Sepanjang sejarah, Tak pernah terbayangkan Rusia akan mengimpor alat utama sistem persenjataannya dengan cara transfer of technology. Rusia memutuskan membeli dua kapal perang kelas Mistral dari Perancis. Pembelian kapal induk helikopter Perancis  oleh Rusia itu adalah transaksi perdagangan senjata terbesar antara Moskwa dan negara anggota NATO dalam sejarah. 

Kelas Mistral adalah kapal perang terbesar dalam Angkatan Laut Perancis setelah kapal induk Charles Ed Gaulle,ia menggantikan LSD kelas Ouragan. Namun keduanya (Mistral dan Charles de Gaulle) mempunyai ketinggian batas air yang sama. Sebenarnya Konsep Desain awal kapal perang amfibi (Mistral Class) pertama kali diumumkan ke publik pada event Euronaval 1998.

Kapal ini dilengkapi dengan empat landing craft mekanik atau dua hovercraft di dek buritan untuk membawa pasukan dan kendaraan tempur darat.dengan demikian ia dapat membawa batalyon tank penuh dengan 40 MBT atau sampai dengan 70 kendaraan tempur ringan.Kapal juga menyediakan akomodasi untuk 450 marinir dan kapasitas tambahan hingga 900 orang tergantung misinya. pada bagian hanggar debarkasi basah mempunyai luas 885 meter persegi, mampu menampung empat kapal pendarat atau dua kapal pendarat jenis hovercraft 

Spesifikasi Kapal Induk Mistral

LHD kelas Mistral ini memiliki enam helipad,hanggar untuk helikopter dapat menampung 30 helikopter seperti serang Ka-52K Aligator, heli angkut Ka-29 Helik-B dan Ka-27 Anti kapal selam. Dek landasan helikopter mempunyai luas sekitar 6.400 meter persegi dengan enam titik pendaratan, dimana salah satunya mampu menopang berat helikopter berbobot 33 ton. sedangkan Untuk operasi peluncuran dan pendaratan dilengkapi dengan radar pendaratan DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 dan Optikal Landing System digunakan. Di bawahnya terdapat dek hanggar helikopter seluas 1.800 meter persegi, di hanggar ini perawatan heli dilakukan. Untuk mempermudah perawatan hanggar ini telah dilengkapi dengan overhead crane.

Landasan dan hanggar helikopter dihubungkan oleh dua unit lift yang mampu mengangkat bobot seberat 13 ton. Lift utama terletak di bagian belakang kapal dengan luas 225 meter persegi, lift ini cukup luas menampung helikopter tanpa harus melipat rotor heli. Pada lift kedua punya luas 120 meter persegi yang dilengkapi dengan alat bantu derek (crane) yang diletakkan di belakang superstruktur. perlu di sebutkan bahwa pada proses pengerjaannya rusia mengirimkan Helicopter KA-52 Alligator dan KA-29 Helik B Anti submarine untuk di ujicoba didaratkan diatas dek. 
Foto Ka-52 Alligator menjalani latihan Ujicoba pendaratan

Kapal juga dilengkapi dengan fasilitas medis Standar Role 3 NATO dengan 69 tempat tidur selain itu hanggar juga dapat dijadikan rumah sakit darurat.Penyakit apapun dapat diobati di dalam kapal, termasuk masalah-masalah rumit seperti operasi syaraf, melalui penggunaan sebuah sistem telemedicine berbasis- SYRACUSE. Role 3 Nato adalah standar Fasilitas Medis yang setara dengan fasilitas rumah sakit untuk 25.000 penduduk kota.

Kapal kelas Mistral dapat juga digunakan sebagai kapal komando dan kontrol, dengan Pusat Komando 850 meter persegi (9100 sq ft) yang dapat menjadi rumah hingga 150 personil. Informasi dari sensor kapal dipusatkan dalam sistem SENIT ((Système d’Exploitation Navale des Informations Tactiques, "System for Naval Usage of Tactical Information"), sebuah turunan dari Naval Tactical Data System (NTDS) milik AL AS.  SENIT 9 didasarkan pada Radar Multi-Peran MRR3D-NG 3Dimensi milik Thales, yang beroperasi pada band C dan juga memiliki kemampuan IFF (Identification of Friends or Foes). SENIT 9 juga akan terhubung ke format pertukaran data NATO melalui Link 11, Link 16 dan Link 22.

Foto Rekayasa 3D Visual Vladivostok

Untuk komunikasi, kapal kelas Mistral menggunakan sistem satelit SYRACUSE, berdasarkan Satelit Prancis SYRACUSE 3-A dan SYRACUSE 3-B yang menyediakan 45% komunikasi aman Frekuensi Super Tinggi NATO kemungkinan akan digantikan Glonass oleh Rusia.

Kapal yang juga berfungsi sebagai kapal induk helikopter itu aslinya dilengkapi dua sistem rudal Simbad (rudal permukaan ke udara) dan empat senapan mesin Browning M2-HB 12,7mm. Perlengkapan itu dinilai tidak mencukupi bahkan untuk sekadar mempertahankan diri. Namun ternyata rusia berniat memasang persenjataan yang lebih canggih buatan negaranya setelah tiba di negara rusia termasuk diantaranya senjata anti serangan Udara Kashtan M yang mengusung Senjata 2 Kanon Gatling caliber 30mm dan 2x4 tabung rudal anti pesawat berkemampuan melakukan tembakan secara simultan pada kecepatan supersonik, Meriam AK-630 Caliber 30mm selain itu Rusia nantinya akan mempersenjatainya dengan rudal-rudal yang dirancang khusus untuk kapal ini nantinya.

Berbicara masalah daya geber Mistral menggunakan thrusters azimut. Pendorongnya (Thruster) didukung oleh listrik dari lima diesel alternator V32, dan dapat berorientasi pada setiap sudut. Teknologi propulsi ini memberikan kemampuan manuver kapal yang signifikan. Daya dihasilkan oleh lima generator Diesel tersebut mencapai 20,8 MW.Kapal ini memiliki kisaran 10.700 mil laut ( 20.000 km ) dalam 14 knot.|||0|||0
Share:

KORVET F511 & FRIGAT F-512 KELAS MILGEM, KAPAL PERANG TERBARU NEGARA TURKI

Foto Korvet Kelas Milgem F511 Heybeliada
"Milgem" adalah program kapal perang nasional Turki yang meliputi Delapan korvet kelas ADA dan empat frigat kelas F100 sesuai rencana akan selesai pada tahun 2020.

Korvet dalam project ini memiliki kemampuan multi misi serta dukungan teknologi canggih lainnya seperti mampu melakukan pencarian, penyelamatan, patroli, observasi amfibi dan operasi perang anti-kapal-Pesawat. Dua kapal pertama dibangun pada galangan kapal Shipyard Command Istanbul dan kapal yang tersisa akan dibangun di galangan kapal lainnya di negara Turki. 

Sistem Radar dan Manajemen Tempur, Kelas ADA pada Project Milgem

Korvet milgem dibuat dengan struktur lambung baja komposit yang mampu menyembunyikan dari tangkapan radar baik inframerah, magnetik ataupun radar akustik. Konsep dan desain profil Milgem mirip dengan kapal tempur pesisir (LCS-1) yang dikembangkan oleh Lockheed Martin.
 
Selain itu Korvet juga dilengkapi dengan sistem menejemen kontrol dan pertempuran terpadu UNIMACS 3000, sistem ini terbagi menjadi dua yakni sistem menejemen daya (IPMS) yang berfungsi sebagai memonitor sistem kontrol mesin, sistem pembantu dan pembangkit tenaga listrik termasuk juga didalamnya sistem deteksi kebakaran, pemadam kebakaran dan sistem kontrol Kerusakan, sistem CCTV dan sistem kontrol stabilitas. sedangkan sistem berikutnya berfungsi sebagai sistem Komando manajemen tempur yang didalamnya terdiri dari  konsol operator (OPCON) dan konsol taktis (Tacon).
 
Dalam menunjang daya gempurnya Korvet dilengkapi dengan kombinasi diesel dan gas (CODAG) yang terdiri dari gas-turbin dan dua mesin diesel dengan semburan tenaga sekitar 30.000 kW. Jika di konversi maka kapal ini dapat melesat pada kecepatan maksimum 29kt.

Keberhasilan Turki membangun kapal perang canggih membuat AL Kanada, AL Pakistan, AL Ukraina dan angkatan laut dari negara-negara Amerika Selatan telah menunjukkan minatnya terhadap kapal perang kelas Milgem.

Karakteristik:
Berat Kapal dalam Muatan Penuh : 2300 tons
Ukuran Kapal : 99 x 14.4 x 3.75 meter
Kecepatan dan Jarak Jelajah : 15 knots @3500 Miles  up to 29+ knots maximum
Awak Kapal : 93 orang termasuk operator helicopter

Persenjataan :
Meriam Oto Malera Caliber  1 x 76mm dan Meriam Aselan Caliber 2 x 12,7mm with electro optik
Rudal Anti Permukaan:  8 x Harpoon SSM
Rudal Anti Pesawat  :Mk-144 Guided Missile Launcher: 21 x RAM SAM
Torpedo : 2 x 324 mm Mk 32 triple launcher for Mk 46 Mod 5; anti-submarine torpedoes.
Helicopters: 1 x S-70-B2 Seahawk OR UAV

Sensors:

Radars: SMART-S Mk2 3D air/surface search; Sting fire control; ALPER navigation
Sonars: Search/attack
Other: ASELFLIR 300D, ARES-2N ESM system

Catatan : 
TCG Heybeliada (F-511)diluncurkan 27 September 2008 dan mulai bertugas pada 27 September 2011
TCG Büyükada (F-512)diluncurkan 27 September 2011 dan mulai bertugas pada 27 september 2013    



Korvet merupakan jenis kapal perang yang lebih kecil dari fregat dan lebih besar dari kapal patroli pantai, walaupun banyak desain terbaru yang menyamai fregat dalam ukuran dan tugas.
Share:

KRI BANJARMASIN, KRI HASAN BASRI DAN KRI LAMBUNG MANGKURAT

Pemberian nama khas Kalimantan Selatan kepada tiga buah KRI adalah bentuk penghormatan atas perjuangan masyarakat Kalsel di masa kemerdekaan termasuk dibawah pimpinan Kepala Divisi IV ALRI wilayah Kalimantan Brigjend TNI (alm) Hasan Basri.

Pemberian nama itu juga sebagai wujud nyata menyatunya jajaran TNI AL dengan masyarakat di provinsi setempat, Tiga buah KRI yang diberi nama khas Kalsel yakni KRI Banjarmasin 592, KRI Lambung Mangkurat 374, dan KRI Hasan Basri 382 siap dioperasikan untuk menjaga keamanan laut wilayah timur Indonesia.


Selain pemberian nama khas kalimantan diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk menjadi pelaut handal, terutama sebagai perajurit TNI-AL, yang mampu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena sebagian besar kawasan negara kita terdiri dari laut.
 

KRI BANJARMASIN 592 Kelas LPD
KRI Banjarmasin 592 Kelas LPD
KRI Banjarmasin (592) adalah kapal ke-3 jenis LPD yang dua kapal jenis ini sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, dan sekarang dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya. Kapal ini dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya. Kapal ini juga mampu mengangkut 5 buah helikopter (3 di geladak heli, 2 di hanggar). Selain sebagai kapal tempur, kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

Dua kapal LPD pertama yakni KRI Makasar-590 dan KRI Surabaya-591 dibuat pabrik Korea Selatan, Daewoo International Corporation, dan diserahkan kepada TNI AL tahun silam. Sejatinya, kapal LPD ke-3 ini juga dipesan Indonesia dari Dae Sun Shipbuilding (DSS), Korea Selatan. Tetapi pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari DSS. Pembuatan LPD KRI Banjarmasin 592 ini merupakan transfer of technology kepada industri strategis nasional.


Dari sisi performannya kapal produksi Surabaya ini mengalami peningkatan kwalitas bila di bandingkan dengan dua  kapal LPD sebelumnya yang di bangun di Korea Selatan. Penyempurnaan tersebut di sesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI-AL antara lain:
  • Daya angkut helikopter dari 3 buah menjadi 5 buah.
  • Kecepatan kapal dari 15 knots menjadi 15,4 knots
  • Bentuk bangunan atas  ”stealth design” yang dapat mengurangi ”Radar Cross Section” sehingga tidak mudah ditangkap  radar musuh.
  • Getaran kapal sangat rendah sehingga menambah kenyamanan crew kapal dalam pelayaran.
  • Kapal ini dipersenjatai dengan 1 unit kaliber 57 mm dan 2 unit kaliber 40 mm
  • Dapat dipasangi senjata unit kaliber 100 mm dan dilengkapi ruang khusus untuk sistem kendali senjata (fire control system), yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pertahanan diri.
KRI Banjarmasin-592 sendiri merupakan kapal LPD standar yang memiliki panjang 125 meter, lebar 22 meter, berat 7.300 ton. Kapal perang yang dapat melaju maksimal hingga 15,4 knot ini mampu mengangkut (344 - 592) personel, 13 unit tank, 2 unit Landing Craft Vehicles, 5 unit helikopter. Kapal ini juga dipersenjatai dengan 1 unit kaliber 57 mm dan 2 unit kaliber 40 mm.

KRI Banjarmasin-592 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Jalesyamca Jayamahe, diawaki 132 personel serta 10 personel pengasuh taruna Akademi Angkatan Laut.

KRI HASAN BASRI & KRI Lambung Mangkurat |Kelas Parchim
KRI Hasan Basri dan KRI Lambung Mangkurat merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet. Kapal ini termasuk kapal korvet kelas Parchim dengan kode Pakta Warsawa Project 133.1. Kapal ini didesain untuk peperangan anti kapal selam diperairan dangkal/pantai. Kapasitas kapal ini bisa menampung sebanyak 20 hingga 59 orang anak buah kapal.

KRI Hasan Basri 382
KRI Lambung Mangkurat 374

 

Desain kapal:
    Bobot: 793 ton standard, 854 ton beban penuh
    Panjang: 75.2 m
    Lebar: 9.8 m
    Draught: 2.73 m
    Masin: 3 shaft M504 Diesel, 14,250 hp
    Kecepatan: 24.7 knot
    Jarak: 2100 nm pada 14 knot
    Kru - 57 -60 personel

Persenjataan (Versi Jerman Timur) :
    2 - SA-N-5 SAM/Strela
    2 - 57 mm gun (1x2)
    2 -30mm gun (1x2) or 1 - AK-630
    2 - RBU-6000 -peluncur roket anti kapal selam
    4 - 400 mm tabung torpedo
    60 – ranjau


Radar kapal ini menggunakan type MR-302/Strut Curve yang bisa digunakan untuk pencarian sasaran di permukaan dan di udara yang dipadukan dengan sistem kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cop. Kedua alat itu bekerja secara bersamaan dalam men-scan area diudara maupun dipermukaan. Kapal antikapal selam (AKS) ini juga dilengkapi dengan sonar aktif berfrekuensi sederhana di badan kapal dari jenis MG-322T.

SedangPK-16 decoy RL yang bisa diluncurkan dalam mode ganggu (distraction) atau menarik (seduction) untuk mengelabui rudal musuh. Selain itu ia juga mempunyai sistem pemantau Watch Dog intercept.

Kapal ini mempunyai tiga mesin disel yang dihubungkan dengan tiga gandar bagi menghasilkan tenaga sebesar 14,250 bhp, dengan kecepatan beroperasi 24 nm.

KRI Hasan Basri yang dikomandani Mayor Laut (P) Bagus Badari Amarullah sedangkan KRI Lambung mangkurat di komandani oleh Mayor Laut (P) Awang Bawono  dengan diawaki  masing masing 57-60 awak kapal. |||0|||0 to Download
Share:

HSUN HAI CLASS CORVETTE, KAPAL CEPAT SILUMAN BUATAN TAIWAN

Baru-baru ini Taiwan merelease kapal stealth terbaru, diberinama Corvett Kelas Hsun-Hai yang dikembangkan secara rahasia oleh Naval Shipbuilding Center, di Kaohsiung Taiwan.  Corvette ini dipersiapkan Taiwan untuk menghadapi ancaman Armada Laut Negara China yang pada dekade terakhir mununjukan eksistensinya secara signifikan.

Mockup corvett Hsun-Hai Class Tampak Samping
Mockup Corvett Hsun Hai Class Tampak Depan

 

Banyak ahli beranggapan bahwa Corvette Hsun-Hai dibuat atas dasar gabungan dari Bahan yang sama dengan Corvett Visby sedangkan desain diambil dari Gabungan desain kapal Cepat Rudal china Kelas Houbei dan Skjold Class milik angkatan Laut Norwegia.


Hsun-Hai class mengusung konsep Catamaran dengan Hull Ganda kemudian dibalut dengan bahan Refractive Material atau bahan yang dapat mengecoh gelombang radar sedangkan dari desain/bentuk kapal  dibuat agar memiliki pantulan radar rendah atau yang biasa disebut radar cross section ( RCS ). 


Foto Pantulan RCS & Karakteristik

Fungsi Refaktive Material
Mempunyai panjang 60.4 meter dan lebar 14 meter corvette ini dapat digeber pada kecepatan maksimum 38knot (70 kilometer per jam) dengan kemampuan jarak tempuh operasional 2.000 mil laut sedangkan untuk pengoperasian diawaki oleh 41 orang awak kapal. Kecepatan dan fitur silumannya dari corvett ini memungkinkan kapal dapat mendekati target musuh tanpa terdeteksi.

Berbicara mengenai sistem persenjataan, corvette dilengkapi dengan rudal super sonik Hsiung Feng III (HF-3) yang diletakkan pada lambung kapal,
pada bagian haluan depan dipercayakan pada senapan mesin koaksial kaliber 76mm kemudian untuk mengantisipasi target udara atau rudal anti kapal dilengkapi dengan Phalanx CIWS kaliber 20mm. Dalam menunjang operasi anti kapal selam corvett juga dilengkapi dengan deck Helikopter yang bisa mengangkut helikopter jenis S-70C Sikorsky. Sedangkan untuk Radar dan sistem manajemen tempur lainnya akan dipercayakan Taiwan kepada Chungshan Institute of Science and Technology  bahkan negara Amerika menunjukan minatnya dalam menyuplai radar dan sistem terintegrasi lainnya namun Taiwan bersikeras bahwa corvette ini akan dibangun secara mandiri oleh Taiwan.

Negara Taiwan dalam waktu dekat akan menggunakan Corvette ini pada tahun 2015 menggantikan setelah serangkaian ujicoba selesai dilaksanakan dan akan menjadi ancaman bagi Kapal Induk negara china. |||0|||0 to download
Share:

NIMITZ CLASS, ENTERPRISE CLASS & GERALD R. FORD CLASS DARI MASA KE MASA KAPAL INDUK AMERIKA

Angkatan Laut tidak bisa dilepaskan dari kemampuan proyeksi kekuatan. Kapal induk adalah salah satu unsur penting dalam proyeksi kekuatan, antara lain untuk melindungi kapal-kapal kawan dari serangan udara lawan. Selain itu, fungsi lain kapal induk adalah memproyeksikan kekuatan from the sea to shore. Bentuk operasi yang terkait dengan proyeksi kekuatan banyak, sebagian bisa dilaksanakan oleh kapal induk.

Dari sini jelas bahwa fungsi kapal induk tidak sebatas pengganti pangkalan udara berbasis di daratan. Kapal induk juga mempunyai kemampuan penangkalan dan daya rusak sebagai bagian dari proyeksi kekuatan. Dengan kekuatan udara yang dimilikinya, kemampuannya untuk menggelar proyeksi kekuatan for the sea to shore lebih berlipat ganda dibandingkan jenis kapal perang lainnya. Kapal jenis ini sekaligus merupakan simbol kekuatan suatu Angkatan Laut.


Berikut adalah Type/Kelas Kapal Induk yang dimiliki oleh Amerika Serikat :


Gambar Nimitz Class
Nimitz Class
Kapal Induk pengangkut Pesawat (carrier) kelas nimitz adalah kapal-kapal perang terbesar yang pernah di buat Amerika Serikat.  Supercarrier kelas Nimitz ini dilengkapi dengan   2 reaktor nuklir buatan Westinghouse yang menggerakkan 4 turbin uap kemudian di teruskan kepada 4 poros propeller dan menghasilkan 260,000 tenaga kuda  pada  kecepatan 30+ knots. 

Dengan reaktor nuklir ini artinya tidak perlu lagi memikirkan bahan bakar selama 20 tahun bahkan kapal ini mampu mengelilingi dunia non stop tanpa perlu berhenti dan bersandar di pelabuhan untuk mengisi ulang logistik.

Kapal Induk Kelas Nimitz mempunyai ukuran panjang 340 meter, lebar kapal 78 meter dan draft 12 meter, Nimitz-class supercarrier mempunyai berat 101,196 ton. Total kru onboard adalah 5,700 orang, terdiri dari 3,200 pelaut dan 2,500 wing udara sedangkan Total pesawat yang dapat dibawa berjumlah 85 unit yang merupakan kombinasi dari F-18E/F Super Hornet, EA-6B Prowler, E-2 Hawkeye, C-2 Greyhound, SH/HH-60 Seahawk dan S-3 Viking.

Total US Navy telah membangun 10 unit supercarrier dari kelas Nimitz ini, dan semuanya masih operasional. Kapal yang pertama adalah USS Nimitz (CVN-68 ) disusul kemudian USS D.D. Eisenhower (CVN-69), USS Carl Vinson (CVN-70), USS Theodore Roosevelt (CVN-71), USS Abraham Lincoln (CVN-72), USS George Washington (CVN-73), USS John Stenis (CVN-74), USS Harry S. Truman (CVN-75), USS Ronald Reagan (CVN-76) dan yang paling baru adalah USS George H.W. Bush (CVN-77).

Enterprise Class
CVN 65 atau yang dikenal pula sebagai USS Enterprise merupakan kapal induk bertenaga nuklir pertama milik AL AS yang mulai bertugas pada 25 November 1961. USS Enterprise menjadi kapal perang terbesar di dunia pada rentang waktu antara tahun 1961-1970. CV pada CVN adalah kode untuk menamakan jenis kapal induk sedangkan N menunjukkan nuklir. CVN 65 adalah kapal angkatan laut kedelapan di bawah armada Enterprise.
Gambar Enterprise Class

Cetak biru pembangunan kapal ini dimulai pada 4 Februari 1958 di Newport News Shipbuilding Corporation. Panjang keseluruhan USS Enterprise adalah 342,3 meter dengan lebar dek untuk landasan pesawat sebesar 85 meter. Kru kapal terdiri dari total 5.680 orang. Karena perkembangan zaman persenjataanpun terus di upgrade menyesuaikan pertempuran masa datang seperti  Phalanx Close In Weapon System Mk 15, Sea Sparrow, Phalanx CIWS, dan  rolling Airframe Missile (RAM). 

CVN 65 dapat menggotong 90 macam pesawat tergantung pada misi, meskipun biasanya hanya 66 pesawat yang terdiri dari  43 F/A 18 Super Hornet,  pesawat S - 3B Viking ASW, 4 EA-6B Prowler offensive electronic warfare aircraft, 4 E-2C Hawkeye electronic early warning aircraft, 5 SH-60F Seahawk ASW helicopters.

CVN 65 menggunakan 8 reaktor nuklir buatan Westinghouse yang menggerakan 4 turbin uap kemudian di kombinasikan kepada 4 poros propeler  wal hasil kapal ini mampu menyemburkan tenaga sebanyak 280.000 tenaga kuda sedangkan kalau di konversi  membuahkan kecepatan 33.6 knot. Karena kecepatannya kapal induk ini dianugrahi kapal induk tercepat yang dipunyai Amerika Serikat.

Gerald R. Ford class
Kapal Induk  kelas Gerald R.Ford code name CVN  78 (Ford Class) adalah  kapal induk terbaru dan paling modern yang akan di punyai Amerika, kapal ini pengembangan lanjutan dari kapal Induk sebelumnya yakni Kelas Nimitz dan rencananya kapal induk Gerald R.Ford akan menggantikan kapal Induk tua kelas USS Enterprise (CVN 65) yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2015. Kapal induk Kelas Ford dibangun sebanyak dua jenis kapal yakni USS Gerald R.Ford dan USS Jhon F. Kennedy yang akan diselesaikan di Dock kapal Newport New Shipbuilding (NNS), sebuah divisi dari industri pembangunan kapal Huntington Ingalls
Northrop Grumman Shipbuilding (NGSB) terletak di newport virginia Amerika Serikat.
Gambar Gerald R.Ford

Mempunyai desain lambung yang mirip dengan Kelas Nimitz, serta dipadukan dengan beberapa penambahan teknologi terbaru diantaranya adalah menggunakan kait pendaratan otomatis (AAG Advanced Arresting Gear) dan ketalput elektromagnetik (EMALS Electromagnetic Aircraft Launch System) sistem canggih ini  dibangun oleh General Atomics.

Kapal ini juga di desain menggunakan teknologi stealth untuk mengurangi tangkapan radar serta di dukung dengan sistem rudal generasi terbaru dari Sea Sparrow (RIM 162 ESSM) kemudian mengintegrasikannya kedalam warfare control system buatan Raytheon.

Mengenai tenaga penggerak kapal Induk kelas Ford di sokong oleh  Dua reaktor nuklir generasi terbaru (A1B nuclear reactors) yang diklaim memiliki daya efisiensi tinggi ketika daya yang dikeluarkan sangat besar. Meskipun memiliki tenaga yang powerful, kapal perang dengan nomor CVN 78 ini ramah lingkungan karena mempunyai sistem pengolahan air sehingga hemat tenaga serta pengembangan sistem propulsi nuklir canggih dan sistem distribusi tenaga listrik zonal yang dibuat oleh Northrop Grumman.

Berbicara mengenai kemampuan radar Kapal induk ini dilengkapi dengan Dual Band Radar (DBR)  yang sama persis dengan radar milik kapal siluman kelas zumwalt, penggunaan Radar Dual Band bersifat multifungsi yakni menggabungkan radar X-Band AN/SPY-3 dengan S-Band Radar yang akan mengawasi target udara sekaligus target permukaan.
 
Terakhir Kapal ini sendiri memiliki ukuran yang sangat besar, dengan panjang 329 meter, tinggi 30 meter, dan bobot 47 ribu ton. Selain berukuran raksasa, serta landasan pacunya mampu mengangkut pesawat berawak dan tak berawak generasi terbaru seperti F35 Join Strike, F/A18E Super Hornet, E-2D Advanced Hawkeye, EA-18G Growler electronic attack aircraft, MH-60R / S helicopters dan UAV unmanned air vehicles / UCAV unmanned combat air vehicles, termasuk mampu meluncurkan 220 serangan udara per hari dari landasan pacunya.

Kapal ini disebut-sebut sebagai kapal induk termahal di dunia, dengan nilai mencapai US$ 13 miliar atau sekitar Rp 149 triliun.|||0|||0
Share:

ADS SENAPAN SERBU AMFIBI BUATAN RUSIA

Spionase tampaknya sudah mendarah daging bagi Rusia dan selama beberapa dekade Uni Soviet sekarang Rusia telah banyak mengirim pasukan Divers alias " pasukan katak " pada misi rahasia, untuk menyusup pada komplek militer negara-negara lain dengan menggunakan pelabuhan bahkan kapal selam mereka sebagai gateway. 
Gambar Stan Rusia pada Pameran Interpolitex 2013 di Moscow Rusia

Karena sifat agresif inilah satuan khusus Rusia yakni spetnaz dan pasukan kataknya dibekali dengan senjata khusus dalam mendukung pertempuran bawah air seperti APS yang dikembangkan oleh Vladimir Simunov pada pertengahan tahun 1970 tetapi senapan ini masih dirasa kurang karena APS hanya akurat jika ditembakan di dalam air tetapi tidak bisa di tembakan diatas air.

kemudian APS dikembangkan lagi oleh Prof. Yuri Danilov menjadi ASM DT (dual Magazine) pada tahun 1991. Senapan ini menggunakan peluru Jarum dari senapan APS untuk pertempuran bawah air dan menggunakan peluru standar senapan serbu Rusia caliber 5.45mm pada pertempuran darat.  Namun, karena perbedaan mekanisme tembakan mengakibatkan peluru hanya efektif di tembakan 50 meter pada permukaan dan sangat efektif jika di tembakan di bawah air.


ADS, ASM DT dan APS

Rupanya ilmuan Rusia masih belum puas terhadap senjata amfibinya (ASM DT) setelah beberapa kali melakukan penelitian akhirnya terpecahkan oleh seorang peneliti Rusia bernama Vasily Gryazev  yang memiliki gagasan dan konsep pembuatan senapan serbu amfibi terbaru yang sekarang di kenal dengan ADS (Avtomat Dvukhsrednyy Spetsial'nyy)  pada penelitiannya Vasily Gryazev lebih mengutamakan akurasi diatas air dan mengandalkan daya muntahan peluru sebanyak 700rpm di dalam air.  senapan ini dirancang dan dikembangkan lagi oleh rekan-rekan dan mahasiswa yang bekerja Central Design and Research Bureau for Sports and Hunting Weapons (pusat penelitian dan pengembangan senjata sipil yang khusus di peruntukan untuk keperluan olah raga menembak dan berburu) bagian dari KBP Instrument Design Bureau yang bertempat di TULA, Rusia.  Sebenarnya KBP di Tula tidak terlibat dalam penelitian pengembangan (non militer) akan tetapi ini hanya digunakan untuk membingungkan mata-mata sejak zaman Uni Soviet.

ADS Characteristics

Dilihat dari  desain senapan amfibi ADS ini sangat berbeda dari senapan Rusia pada umumnya seperti varian AK tapi lebih mirip dengan struktur senapan Bullpup dengan konfigurasi dimana mekanisme dan magazine terletak di belakang pelatuk. Konfigurasi seperti ini meningkatkan perbandingan panjang laras terhadap panjang total senapan, memungkinkan membuat senapan yang larasnya sama dengan laras senapan biasa, tapi total panjang senapan lebih pendek. Keuntungannya selain lebih pendek, juga relatif lebih ringan, bahkan Rusia menggunakan material komposit dan anti korosi terhadap senjata ini . Regulator gas juga ditambahkan ke dalama sistem gas, untuk memudahkan peralihan dari mode tembak di dalam air ke mode biasa atau sebaliknya. ADS memiliki cartridge yang unik, berukuran sama dengan amunisi standar senapan serbu. Tujuan pengembangannya tentu saja agar senapan ini mampu beroperasi di dalam air ataupun didarat. ADS menggunakan Amunisi caliber 5,45 mm. Selain itu juga dilengkapi dengan peluncur granat  yang terletak di bawah laras VOG-25 dan VOG-25P 40mm. Senapan ini juga bisa dicanteli  dengan berbagai optional lainnya seperti peredam, bayonet dan sight (teleskop).

Sebenarnya kunci dari keberhasilan senjata ADS terletak pada penggunaan Peluru dengan kaliber sama seperti senapan serbu pada umumnya, hanya saja menggunakan teknologi berbeda, peluru senapan ads menggunakan sabot (mirip dengan senjata anti tank). peluru semacam ini dipercaya ilmuan Rusia dapat mendongkrak kecepatan laju peluru di dalam air.

Senapan ADS pertama kali dimunculkan ke publik pada pameran Interpolitex akhir 2013 di Moskow Rusia dan waktu dekat akan diaplikasikan secara menyeluruh kepada pasukan khusus dan pasukan angkatan laut Rusia menggantikan senapan APS/ASM DT.  |||0|||0

Catatan :
ADS 2013
Avtomat Dvukhsrednyy Spetsial'nyy
dual-medium / amphibious / underwater assault rifle
Senapan Serbu Amfibi, satu magazine berpeluru Konvensional kaliber 5.45 x 39mm diatas air dan dibawah air 

ASM DT 1991
Avtomat Spetsial'nyy Morskoy Lev dvukhsrednyy, podvodnyy)
experimental 'dual-medium' or amphibious assault rifle
Senapan Serbu Ekperimental dengan Dua Magazine peluru kaliber 5.45 x 39mm (Peluru Jarum ) dibawah air dan 5.45 (Peluru Konvensional) diatas air

APS 1970
Avtomat Podvodny Spetsialny
Special Underwater Assault Rifle
Senapan Serbu khusus bawah air dengan satu magazine peluru kaliber 5.56x 39mm (peluru jarum)

Share:

XFC UAS, DRONE EXPERIMENTAL UNTUK KAPAL SELAM NUKLIR AMERIKA

Angkatan Laut Amerika Serikat baru baru ini telah berhasil meluncurkan pesawat mata-mata tak berawak dari sebuah Kapal Selam Nuklir tanpa muncul ke permukaan seperti layaknya peluncuran rudal balistik. Dengan berhasilnya ujicoba ini merupakan suatu terobosan / inovasi  terbaru dalam meningkatkan kemampuan mata-mata militer Amerika Serikat baik dalam hal misi intelijen (intelligence), pengawasan (surveillance)  dan pengintaian (reconnaissance) atau yang biasa disingkat  “ISR”.

Foto Drone XFC UAS(experimental FullCell Unmanned Aerial System)

Pesawat mata-mata tersebut di berinama XFC UAS (eXperimental Fuel Cell  Unmanned Aerial System) dikembangkan oleh US Naval Research Laboratory ( NRL ) bermarkas di Bahama dan di ujicoba pertama kali pada kapal selam nuklir kelas SSN Los Angles. Bahkan NRL mengklaim dalam penyelesaian drone XFC hanya membutuhkan waktu kurang dari enam tahun dengan capaian efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan dengan program sebelumnya yang memakan waktu minimal 10 tahun dengan biaya yang tidak sedikit.

Drone XFC di desain menggunakan konfigurasi sayap lipat-X, seperti layaknya rudal pada umumnya hal ini difungsikan untuk mendukung penyebaran udara yang stabil pada saat diluncurkan secara vertikal  pada permukaan yang tidak statis (permukaan air) dan sistem operasinya sepenuhnya Otonomus  sedangkan untuk bahan bakar Drone XFC seluruhnya menggunakan Listrik yang dibangkitkan dari sel membran proton dengan kemampuan beroperasi pada suhu yang relatif rendah berkisar (<80 º C atau <175 º F) dengan mengkombinasikan panas cahaya matahari , Hidrogen dan oksigen. kemudian
dilengkapi dengan Sonar Panel, Radio Detection Finder, GPS Antena dan Kamera pengintai.   Wal hasil, Drone XFC mampu beroperasi secara senyap selama 6 Jam. 

Foto Mekanisme Pelucuran Drone XFC (klik Gambar untuk Memperbesar)

Dalam mekanisme peluncuran Drone XFC dari kapal selam para ilmuan NRL Amerika menggunakan terobosan terbaru yang dikenal sebagai “Sea Robin”. Sistem peluncuran Sea Robin adalah salah satu teknik peluncuran yang sama persis di gunakan Amerika dalam menembakkan rudal jelajah Tomahawk  dari Kapal Selam.

Mekanisme peluncurannya sebagai berikut Drone XFC di muat kedalam sebuah tabung torpedo kosong (Sea Robin) dan di tembakkan dari kapal selam di kedalaman minimal 10 meter, setelah sampai kepermukaan laut sea robin muncul sebagai pelampung Spar yang dilengkapi Electrical Panel. kemudian secara otomatis Sea Robin terbuka barulah  sistem peluncuran elektrik dinyalakan untuk membantu peluncuran vertikal dan segera setelah mencapai kecepatan operasi minimum serta ketinggian yang cukup, barulah sayap terbuka untuk terbang secara horizontal, sedangkan sistem distribusi informasi data yang didapat dari Drone akan langsung ditransfer dan dimonitor melalui Kapal selam. Bahkan pada saat di ujicoba Drone XFC mampu di daratkan pada kapal induk Angkatan Laut Amerika .
Pergerakan Drone Setelah Peluncuran

Dari semua kecanggihan dan Inovasi ini membawa Amerika kepada Top Leader Inovasi teknologi militer dan selangkah lebih maju dari pada musuh bebuyutannya Rusia. III0III0
Share:

BOREI CLASS, KAPAL SELAM GENERASI KE IV RUSSIA


Setelah Rusia mengeluarkan Korvet terbarunya yang di berinama Steregushchy, kini giliran kapal selam terbarunya class Borei generasi ke 4 unjuk gigi yang akan memperkuat armada Baltic Russia, Kapal selam ini direncanakan menggantikan kapal selam terdahulunya SSN Delta IV dan SSN Typhoon.  Kapal selam Borei dirancang oleh Rubin Marine Equipment dan dibangun oleh perusahaan Machinebuilding Sevmash di Severodvinsk Russia.Sebenarnya kapal selam ini  sudah mulai di buat pada tahun 1996 dengan code name Yury Dolgoruky tetapi pembuatannya tersendat dan mengalami kendala dalam masalah pendanaanya, kemudian pada tahun 2007 kapal selam mulai kembali di bangun dengan pendanaan penuh dari pemerintah Russia. 
Sketsa Project 955 Borei Class Tampak Depan
Sketsa Project 955 Borei Class Tampak Belakang
Kapal selam kelas borei sebenarnya terdiri dari 3 varian yakni Yury Dolgoruky, Alexandr Nevsky dan Vladimir Monomakh dari ketiga jenis kapal selam kelas Borei cuma kapal selam Vladimir Monomakh yang memiliki banyak perbedaan dari pada varian terdahulunya seperti bentuk lambung yang berbeda dengan penggabungan teknik terbaru pengurangan signatur akustik. Tetapi, mengenai sistem persenjataan kapal selam ini mempunyai pandangan sama yakni dirancang agar bisa membawa sejumlah rudal nuklir antar-benua  paling baru yakni Bulava (16 rudal untuk Yury Dolgorusky , 20 rudal untuk Alexandr Nevsky dan Vladimir Monomakh )  tidak ketinggalan 8 peluncur torpedo untuk membinasakan  kapal selam ataupun kapal permukaan. Perlu diketahui Rudal Bulava adalah rudal canggih antar benua memiliki panjang 40 meter, berat 40 Ton, dengan daya jelajah 5.000 mil berpemandu sistem inersial dan Glonass . Untuk daya ledaknya tidak usah diragukan lagi bahkan rudal ini diklaim lebih hebat dari bom hirosima dan nagasaki pada perang dunia kedua. 

Foto. Yuri Dolgoruky Borei Class
Kapal Selam Borei memiliki panjang 170 meter, lebar 13,5 meter, mampu menyelam di kedalaman 400 meter dan memiliki kecepatan bawah air hingga 29 knot.  Kapal Selam ini bisa menyelam selama tiga bulan dengan navigasi otomatis dan hebatnya bisa hampir tak bersuara dan imun dengan deteksi sonar dibanding dengan kapal selam generasi sebelumnya, sistem Propulsi seperti ini tidak terlepas dari dukungan asupan daya menggunakan reaktor nuklir tunggal (OK-650B) kemudian energi yang dihasilkan digunakan untuk menggerakan mesin Turbin Uap  menjadi energi kinetik dengan melakukan ekspansi Melalui nozzle kemudian diteruskan dari transmisi ke difrensial menggunakan pump jet, Inovasi sistem Propulsi semacam ini diklaim menjadi paling pertama di dunia diterapkan kepada kapal selam.

Dalam delapan tahun mendatang Rusia akan membangun 10 kapal selam kelas Borei, sesuai program persenjataan Rusia 2011-2020. Seluruh kapal selam kelas Borei bisa menjadi basis kekuatan nuklir angkatan laut Rusia dalam dasa warsa mendatang.III0III0

Share:

STEREGUSHCHY CLASS, KAPAL SILUMAN TERBARU RUSSIA

Foto Korvet Steregushchy.
Bergabungnya negara Estonia, Latvia, dan Lithuania dibawah ketiak Nato membuat Russia berang, apalagi negara-negara ini sudah menunjukkan eksistensi militernya pada latihan militer gabungan yang diadakan NATO pada kawasan perbatasan Russia pada tahun 2010. Melihat geliat dan eksistensi militer negara tersebut, Russia pun langsung meresponnya dengan memoderenisasi seluruh armada perangnya yang ada diperbatasan baltic. Salah satunya adalah dibangunnya kapal canggih yang diberinama Steregushchy class yang diklaim lebih canggih dari pada kapal perang yang pernah dibuat Russia sebelumnya.

Korvet Steregushchy adalah korvet serbaguna yang dirancang untuk menggantikan Kapal jadul kelas Grisha, Kapal ini di bangun oleh Almaz Central Marine Design di galangan kapal  Severnaya, St.Petersburg Russia. Aspek tempurnya meliputi operasi zona pesisir , anti kapal selam dan kapal permukaan serta kemampuan memberikan tembakan bantuan untuk operasi darat . 


Kelas Steregushchy memiliki panjang keseluruhan 105 m dengan lebar 13m.  kapal ini dapat mengangkut Beban penuh setara 2.100 t ,termasuk didalamnya helikopter dan dapat mengangkut 100 personel. Korvet berbobot 2000 ton digerakkan empat mesin diesel 16D49, jarak jelajah pada kecepatan 27 knot sejauh 4000 mil.

Teknologi siluman digunakan selama konstruksi kapal, termasuk desain lambung baja dan struktur komposit fiberglass yang dipercaya mampu mengurangi RCS (Radar Cross Section) serta radiasinya, sehingga tidak mudah ditangkap radar lawan, bahkan Russia sudah mematenkan 21 penemuannya dalam membangun kapal silumannya.

Kapal Steregushchy Class mempunyai sistem komando tempur taktis atau yang biasa disebut sigma combat information management system , sistem ini berfungsi mengumpulkan informasi dari radar dan sensor dalam memberikan deteksi dini terhadap ancaman dan memungkinkan adanya distribusi informasi intelijen antar kapal perang atau unit angkatan laut lainnya dalam suatu pertempuran.

Karakteristik Persenjataan

Berbicara masalah sensor dan radar kapal ini dilengkapi dengan seabreg teknologi canggih seperti radar Furke-E 3D yang dipercaya untuk melakukan pengawasan udara,Garpun-B/3Ts-25E/ sebagai radar permukaan anti kapal, untuk pengintai bawah laut Steregushchy menggunakan sonar Zarya-ME sonar suite dan Vinyetka-EM. Sedangkan untuk sensor penembakan dipercayakan kepada Radar Pengendus panas "3P87" Hot Flash radar, Ratep 5P-10E Puma fire control atau radar 3D yang memiliki penargetan data dengan presisi yang tinggi  memanfaatkan scanner elektro - optik dan laser Rangefinder.

Sistem persenjataan kapal dipersenjatai dengan rudal anti-kapal permukaan Uran (Kh-35 dan 3M-54), sistem meriam/rudal anti-pesawat udara Kashtan M, satu pucuk meriam 100 mm, dua pucuk meriam AK-630M 30 mm, torpedo 330 mm serta satu unit helikopter Ka-27 Helix.http://www.momosergeidragunov.com/

Sebenarnya pada tahun 2007 Indonesia sudah sepakat menyetujui kontrak untuk membeli korvet ini menggantikan Korvet asal belanda yakni KRI Fatahillah namun pada tahun 2011 Indonesia membatalkan kontrak tersebut karena Russia tidak mau melakukan pembelian dengan cara transfer of technology.III0III0
Share:

PROFILE KAPAL PERANG YANG DIPERCAYA MENGAMANKAN KTT APEC

Diselenggarakannya KTT APEC di Nusa dua Bali, membuat Indonesia harus bekerja exstra dalam mengamankan konfrensi tingkat tinggi ini, tak tanggung tanggung seluruh peralatan canggih yang dipunyai turut disertakan, berikut adalah sebagian Kapal Perang yang dipercaya mengamankan KTT APEC.
Gambar KRI Slamet Riyadi 352

FREGAT KRI SLAMET RIYADI 352 
Kapal perang jenis KRI Slamet Riady adalah salah satu kapal termodern yang dimiliki TNI AL, KRI Slamet Riyadi bernomer lambung 352. Kapal ini merupakan kapal perang Perusak Kawal Berpeluru Kendali yang di punyai TNI AL. KRI Slamet Riyadi memiliki berat 2.940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 m x 4,57 m. Ditenagai oleh mesin diesel 2 x Caterpillar CAT DITA 3616, Reintjes WAV 1000 @16,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.
KRI Slamet Riyadi dipersenjatai dengan 8 peluru kendali permukaan ke permukaan C-802, 4 peluru kendali permukaan ke udara  jenis Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara, 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76 mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 km untuk target permukaan dan 12 km untuk target udara. 2 Senapan mesin 12,7 mm , 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324 mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan. Serta Memiliki dek untuk 1 helikopter NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.
 
KRI Oswald Siahaan 354
FREGAT KRI OSWALD SIAHAAN 354
Dibangun dari galangan kapal yang sama degan KRI Slamet Riady , KRI Oswald Siahaan (354)  juga dilengkapi dengan pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat. Pada tahun 2010 dilakukan penggantian senjata rudal yang semula menggunakan rudal 8x Harpoon McDonnel Douglas buatan USA diganti dengan rudal 4x P-800 Oniks Yakhont buatan Rusia. Penggantian ini dilakukan oleh PT PAL

KRI Oswald Siahaan memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh mesin diesel 2 x SEMT Pielstick 12PA6B, Renk SWUF 98 gearboxes yang mampu menghasilkan tenaga 11800hp setiap mesinnya. Repowering mesin dilakukan pada tahun 2006 oleh PT PAL untuk menggantikan tenaga mesinnya yang semula menggunakan mesin boiler. KRI Oswald Siahaan diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL. memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

 
KRI Sultan Hasanudin 366
SIGMA KRI SULTAN HASANUDIN 366
KRI Sultan Hasanuddin merupakan sebuah korvet modern yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda yang mulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. KRI Sultan Hasanuddin akan bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Kapal ini dirancang utnuk menerima sistem modul di berbagai area, hal ini menyebabkan kapal ini mempunyai keluwesan yang tinggi dalam pengaturannya dengan biaya yang rendah. Korvet ini dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung akomodasi 80 orang, sebuah dek helikopter dan propulsi diesel propeler ganda.

Sebagai bagian dari armada patroli KRI Sultan Hasanuddin dipersenjatai dengan  Peluru kendali darat ke udara dipercayakan MBDA Mistral dalam peluncur Tetral laras 4, Peluru kendali anti kapal: MBDA Excocet MM40 block 2, Kanon utama: Oto-Melara Super rapid kaliber 76 mm, Kanon anti serangan udara: 2 x 20 mm DENEL Vector G12, Torpedo: 3A 244S Mode II/MU 90 dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo B515. Sistem Perang: Thales TACTICOS, Radar utama: MW08 3D multibeam surveillance radar, Radar senjata: LIROD Mk2 tracking radar, Data Link: LINK Y Mk2 datalink system, Sonar: Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar, Elektronik Komunikasi: Thales/Signaal FOCON,  Sistem Pengecoh: TERMA SKWS, Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System.

 
KRI Frans Kaisiepo
SIGMA KRI FRANS KAISIEPO 368
KRI Frans Kaisiepo merupakan sebuah korvet yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda dimulai pada tahun 2006 khusus untuk TNI-AL. Bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara. KRI Frans Kaisiepo dilengkapi dengan torpedo 3A 244S Mode II/MU 90 yang dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tipe B515, Peluru kendali anti kapal: MBDA Exocet varian terbaru MM40 block 2 yang mampu menjangkau target berjarak 180 km.  Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral versi terbaru TETRAL. Meriam utama di posisi A dipasang Oto-Melara 76 mm buatan Italia. Sedangkan kanon ringan tambahan pada posisi B dipasang Auxiliary Gun 2 x 20 mm Vector G12.

Sistem manajemen tempur Thales TACTICOS buatan Thales, sebuah perusahan hi-tech Belanda, spesialis dalam bidang disain dan produksi sistem integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini dikenal dengan nama Combat Management System (CMS). Keunggulan teknologi yang dikembangkan Thales kini menjadi standar pertahanan NATO. Data Link: LINK Y Mk2 datalink system, Komunikasi elektronik: Thales/Signaal FOCON, Sistem Pengumpan: TERMA SKWS,     Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System. Kapal kelas sigma ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder.

 
KRI Rencong 622
KRI RENCONG 622 (KAPAL CEPAT RUDAL)
KRI Rencong (622) merupakan kapal perang patroli utama Indonesia dari jenis Kapal Cepat Rudal (KCR). Kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan. Kapal ini didesain sebagai kapal serang berkecapatan tinggi , untuk mencapai itu maka badan kapal dibuat dari Aluminium sehingga bisa lebih ringan selain itu untuk mencapai kecepatan tinggi kapal ini dilengkapi dengan mesin gas turbin General Electric LM 1500 selain 2 buah mesin diesel untuk kecepatan rendah. Diharapkan dengan kombinasi ini , kapal mampu mencapai kecepatan 40 knot. KRI Rencong di persenjatai dengan Peluru kendali rudal C-802 buatan SACCADE, Meriam Bofors 57 mm/70, Meriam Bofors 40 mm/70: 1 pucuk, Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm: 2 pucuk, mengenai daya sensor menggunakan Radar MR-302/Strut Curve Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob

 

KRI SInga 651

KRI SINGA 651 (KAPAL CEPAT TORPEDO)
Bertugas sebagai elemen pemukul musuh, baik di permukaan maupun bawah permukaan (ASW - Anti Submarine Warfare) termasuk sebagai kapal pendeteksi anti-kapal selam. KRI ini merupakan jenis Kapal Cepat Torpedo (KCT) untuk menghadapi perang di bawah air (Anti Submarine Warfare) yang dilengkapi dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target).v Persenjataan Dua tabung peluncur torpedo Ø 533 millimetre (20.98 in), dibekali dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target, Satu Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm, Satu Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm.Dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm
  
Dalam mendeteksi KRI Singa menggunakan Sonar PHS-32 hull mounted MF, Pengontrol tembakan DR-2000 S3 intercept, Radar permukaan Racal Decca/Signaal Scout, Pengumpan (Countermeasures) Dagie decoy RL. Kapal ini memiliki panjang 58,1 meter, lebar 7,6 meter, dan draught 2,95 m. Pada beban penuh memiliki bobot 445 ton. Memiliki dua mesin diesel MTU 60V 956 TB92 yang memiliki kecepatan maksimal 27 knot dengan daya jelajah 2.200 mil pada kecepatan 27 knot, atau 6.000 mil pada kecepatan 15 knot.

 

KRI Pulau Rupat 712

KRI PULAU RUPAT  (KAPAL PEMBURU RANJAU)
Kapal ini bisa disebut sebagai kapal pemburu ranjau kelas Tripartite , Sesuai namanya ‘Tripartite,’ kapal ini merupakan hasil kerja kongsi antara 3 negara NATO, yakni Perancis, Belanda dan Belgia, yang jadi andalan Satran Koarmatim (Satuan Kapal Penyapu Ranjau Komando Armada Timur) TNI AL. Sosok kapal penguber ranjau (mine hunter) ini sejatinya bukan ‘barang’ baru lagi di arsenal TNI AL, Tripartite class dibangun oleh galangan GNM (Van der Gessen de Noord Marinebouw BV ) di Albasserdam, Belanda. Lambung kapal ini dibangun dari material khusus yang tidak menimbulkan jejak magnetik, yakni mengadopsi jenis plastik yang diperkuat dengan kaca (glass-reinforced plastic atau GRP). Untuk perangkat buru ranjaunya menggunakan sistem sensor dan processing 1 unit Sonar DUBM, 1 Thales underwater system TSM, side scan sonar,  Sonar TSM 2022, 1  SAAB Bofors Double Eagle Mk III Self Propelled Variable Depth Sonar, dan 1 Consilium Selesmar Type T-250/10CM003 Radar. Sedangkan untuk kelengkapan navigasinya menggunakan radar Decca 1229. Untuk jenis ranjau yang bisa dipindai adalah ranjau kontak, ranjau akustik, dan ranjau magnetik. Adapun klasifikasi kemampuan KRI Pulau Rupat sebagai berikut : Rantai Penyapu Ranjau Mekanikal OD3 Oropesa,  Penyapu Ranjau Magnetik Fiskars F-82, Penyapu Ranjau Akuatik SA Marine AS 203,  Sistem Pemburu Ranjau Ibis V, 2 Sistem Pelupus Ranjau PAP 104 Mk 4, KRI Pulau Rupat dilengkapi dengan 2 pucuk meriam anti-pesawat (PSU) Rheinmetall 20 mm
 
KRI DR SOEHARSO
KRI DR SOEHARSO (KAPAL RUMAH SAKIT)
KRI DR Soeharso (990) (sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele (972)) adalah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS). Awalnya kapal ini berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP) bernama KRI Tanjung Dalpele (972) Kapal ini berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh. Kapal sepanjang 122 meter, lebar 22 m, dan draft 6,7 m ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super puma sekaligus. Kapal ini juga dilengkapi sebuah hanggar untuk menampung helikopter satu lagi dan juga melakukan perawatan terhadap helikopter. Sebagai kapal rumah sakit, telah disediakan 1 ruang UGD, 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang P-jang Klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur. Kapal ini memiliki 75 anak buah kapal (ABK), 65 staf medis dan mampu menampung 40 pasien rawat inap. Jika dalam keadaan darurat, KRI DR Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3000 penumpang. Dalam fungsinya sebagai kapal angkut, kapal ini mampu mengangkut 14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton, 3 helikopter tipe Super Puma, 2 Landing Craft Unit (LCU) tipe 23 M dan 1 hovercraft. Persenjataan, kapal ini dilengkapi senjata Meriam Bofors SAK 40 mm L/70 1 pucuk, 2 pucuk Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20mm, dan 2 buah senapan Mesin 12,7 mm. Tenaga penggeraknya adalah mesin diesel.

 

KRI Banda Aceh 593

KRI BANDA ACEH (LANDING PLATFORM DECK)
KRI Banda Aceh merupakan produksi PT PAL Indonesia jenis Landing Platform Deck (LPD), Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, 126 awak. Kapal itu juga dpat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam. Intinya, kapal tersebut dapat berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter. Kapal seberat 7.300 ton itu dapat melaju maksimal hingga 15,4 knot dan mampu mengangkut sekitar 300 personel, 13 unit tank, dua unit Landing Craft Vehicles. Sebagai kapal perang, KRI Banda Aceh dipersenjatai dengan satu unit kaliber 57 mm dan dua unit kaliber 40 mm.

 

KRI Pari 849

KRI PARI 849 & KRI WELLING KAPAL PATROLI VIPER
KRI Pari-849 merupakan KRI jenis patrol craft (PC) 43, buatan dalam negeri oleh putra-putri bangsa Indonesia di galangan PT. Palindo Marine Shipyard, Batam. Sedangkan KRI Welling buatan Fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) TNI AL Jakarta
Sesuai dengan fungsi asasinya KRI Pari-849 dan KRI Welling 820  dirancang untuk melaksanakan tugas sebagai “kapal patroli terbatas” yang mampu melaksanakan operasi baik secara tunggal maupun bersama-sama dengan kapal tipe sejenis yang didukung dengan sistem Sewaco dan Platform yang cukup handal, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas operasi laut yang diembannya. Selain itu, KRI Pari-849 mampu melaksanakan fungsi tambahan dalam menyelenggarakan Patroli Keamanan Laut, Bantuan Tembakan Kapal dan Raid Amphibi. Kapal patroli cepat PC-43 ini memiliki spesifikasi panjang 43 meter, lebar 7,4 meter, bobot 250 ton, dengan kecepatan maksimal 27 knot, kecepatan jelajah 25 knot, dan kecepatan ekonomis 22 knot. Dilengkapi dengan persenjataan meriam 20 mm di geladak haluan dan dua mitraliur 12,7 mm di deck navigasi. Selain itu, kapal ini  memiliki ketahanan (endurance) dalam kemampuan berlayar selama lima hari.


KRI SURA
KRI SURA 802 (KAPAL PATROLI)
KRI Sura adalah kapal patroli jenis FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL, Kapal ini mempunyai panjang 57 meter dan berat sekitar 400 ton, senjata dari kapal ini adalah kanon dan senapan mesin. KRI Sura (802) adalah kapal patroli milik TNI AL. KRI Sura adalah kapal FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL yang disebut FPB57 Nav I, generasi terbaru dinamakan FPB57 Nav V yang diperkenalkan pada tahun 2000 (KRI Todak). KRI Sura sendiri diresmikan pada tahun 1993 setahun setelah saudaranya KRI Pandrong (801) diresmikan.Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.

 

KRI Kakap 811

KRI Kakap-811 (KAPAL PATROLI)
KRI Kakap (811) merupakan kapal patroli TNI-AL. KRI Kakap adalah kapal jenis FPB-57 generasi pertama buatan Lurssen, Vegesack, Jerman. Pemesanan kapal ini disertai perjanjian untuk membuat kapal selanjutnya di PT. PAL. Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki). Meriam utama kapal perang KRI Kakap ini adalah meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62 mm. KRI Kakap juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali. KRI Kakap dilengkapi dengan dek penerbangan dan hangar di bagian belakang untuk helikopter sekelas NBO-105. Kapal ini juga dilengkapi dengan radar. Kapal KRI Kakap mempunyai dua mesin disel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dengan dua buah baling-baling, kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal.


KRI Cakra 401

KRI CAKRA 401 (SUBMARINE)
KRI Cakra (401) merupakan kapal pertama dalam jenis Kapal selam kelas Cakra. Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Cakra dalam jajaran TNI AL. Kapal pertama merupakan KRI Tjakra (ejaan lama) salah satu dari 12 kapal selam kelas Tjakra buatan Russia (Kapal Selam Kelas Whiskey) yang di scrap tahun 70-an.

Tenaga digerakan oleh motor listrik Siemens jenis low-speed disalurkan langsung (tanpa gear pengurang putaran) melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya yang dikirim adalah 5000 shp (shaft horse power), tenaga motor listrik datang dari baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25% dari berat kapal, baterai dibuat oleh Varta (low power) dan Hagen (Hi-power). Tenaga batere diisi oleh generator yang diputar 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged. Senjata terdiri dari 14 buah terpedo buatan AEG , diincar melalui periskop buatan Zeiss yang diletakan disamping snorkel bikinan Maschinenbau Gabler

|||0|||0
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*

Labels