Military Technology News Network

TANK PL 01 OBRUM, PROTOTYPE TANK MODERN MASA DEPAN BUATAN POLANDIA

Ada yang baru dari Pameran Industri Pertahanan Negara-Negara Kawasan Eropa Tengah dan Timur atau yang biasa disebut MSPO 2013 salah satunya yang banyak menyedot pengunjung adalah Prototype Main Battle Tank Inovasi terbaru Hasil rancangan negara Polandia. Tank tersebut diberinama PL-01 Obrum yang dibuat oleh salah satu perusahaan pertahanan Polandia bekerja sama dangan BAE System Inggris. Berbeda dengan konsep tank pada umumnya, tank ini dibuat dengan basis platform pertempuran modern dengan seabreg teknologi modern serta peningkatan perlindungan bagi awaknya dan dirancang kasat radar/ stealth.

 

Keterangan Gambar


Mengenai desain dan struktur operasional Tank ini sangat mirip dengan tank tempur biasa pada umumnya, seperti driver pada bagian depan lambung sedangkan komandan dan penembak berada pada lambung tank, tapi uniknya tank ini mampu membawa 4 tentara infantri pada bagian belakang. Sistem perlindungan yang di usung juga tidak kalah garang dengan mengusung dua metode proteksi aktif dan pasif.

Keterangan Gambar


Untuk sistem perlindungan pasif tank ini mengusung baja generasi ke III terbuat dari lapisan baja dan ceramic-aramid kemudian dilapisi dengan material khusus yang dikenal sebagai RAM (Radar Anti material) yang merupakan bahan penyerap energi pancaran radar. Bahan-bahan tersebut antara lain komposit berupa graphyte epoxy dari karbon. Karena bahan itulah, maka energi radar tidak terpantulkan. serta tidak ketinggalan Liners Spall untuk mengurangi efek penetrasi ledakan rudal atau roket yang masuk. Dari campuran bahan-bahan tersebut Tank Obrum mampu menahan tembakan Senapan caliber 30mm dan mampu menahan ledakan ranjau grade 4a dan 4b. sistem ini dinilai setara dengan Perlindungan Tank M1 Abrams Amerika dan Challenger Inggris, selain itu guna mengurangi efek daya ledak ranjau bagi awak tank disediakan kursi khusus dalam mengurangi efek guncangan ledakan ranjau. 

Sedangkan untuk sistem perlindungan aktif di sokong oleh BAE Aktif Protection System berupa penggunaan sensor sehingga apabila ada rudal dan roket yang ditembakan ke tank Obrum maka dipastikan tidak langsung menghantam ke baja tapi di cegat oleh ledakan dan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum menghantam tank seperti sistem perlindungan Tropy yang digunakan Tank Markava Israel.

Tampak Depan dan Belakang

Tampak Samping
Tank Obrum digerakkan dengan transmisi otomatis menggabungkan antara mesin diesel dan hydrokinetic turbin,  sistem penggerak semacam ini dipercaya dapat menambah daya geber di medan laga bayangkan saja tank obrum dapat melesat dengan kecepatan 70km/jam sedangkan bila di geber dijalan offroad tank ini mampu dipacu hingga 50km/jam, sedangkan jarak jelajah tank ini sejauh 500km. 
Sistem persenjataan Tank Obrum juga tak kalah garang yakni mengusung meriam smotbore caliber 120mm dengan sistem outoloader bahkan diklaim tank ini mampu menembakan 6 peluru dalam 1 menit , senapan mesin koaksial kaliber 7.62 , senapan remote control caliber 12.7mm terletak pada bagian kubah turret dan peluncur granat otomatis yang berada pada setiap sisi tureet. Dari kesemua sistem persenjataan itu terkoordinasi dengan apik melalui sensor Fire control system generasi ke tiga yang mampu memberikan pengawasan 350 derajat baik siang dan malam, selain itu tank obrum juga dilengkapi beberapa sensor untuk meminimalisir ancaman seperti Fire-extinguishing system, battlefield management system, night/day vision, heating and air conditionning system, automatic fire control system, radar self-protection system NBC protection system, Laser Warning System. 

Dari kesemua kecanggihan yang dimiliki PL-01 Obrum, akan membawa kita masuk dalam konsep peperangan modern yang dimana menjadi sandaran pertempuran dimasa mendatang. III0III0

Share:

BOREI CLASS, KAPAL SELAM GENERASI KE IV RUSSIA


Setelah Rusia mengeluarkan Korvet terbarunya yang di berinama Steregushchy, kini giliran kapal selam terbarunya class Borei generasi ke 4 unjuk gigi yang akan memperkuat armada Baltic Russia, Kapal selam ini direncanakan menggantikan kapal selam terdahulunya SSN Delta IV dan SSN Typhoon.  Kapal selam Borei dirancang oleh Rubin Marine Equipment dan dibangun oleh perusahaan Machinebuilding Sevmash di Severodvinsk Russia.Sebenarnya kapal selam ini  sudah mulai di buat pada tahun 1996 dengan code name Yury Dolgoruky tetapi pembuatannya tersendat dan mengalami kendala dalam masalah pendanaanya, kemudian pada tahun 2007 kapal selam mulai kembali di bangun dengan pendanaan penuh dari pemerintah Russia. 
Sketsa Project 955 Borei Class Tampak Depan
Sketsa Project 955 Borei Class Tampak Belakang
Kapal selam kelas borei sebenarnya terdiri dari 3 varian yakni Yury Dolgoruky, Alexandr Nevsky dan Vladimir Monomakh dari ketiga jenis kapal selam kelas Borei cuma kapal selam Vladimir Monomakh yang memiliki banyak perbedaan dari pada varian terdahulunya seperti bentuk lambung yang berbeda dengan penggabungan teknik terbaru pengurangan signatur akustik. Tetapi, mengenai sistem persenjataan kapal selam ini mempunyai pandangan sama yakni dirancang agar bisa membawa sejumlah rudal nuklir antar-benua  paling baru yakni Bulava (16 rudal untuk Yury Dolgorusky , 20 rudal untuk Alexandr Nevsky dan Vladimir Monomakh )  tidak ketinggalan 8 peluncur torpedo untuk membinasakan  kapal selam ataupun kapal permukaan. Perlu diketahui Rudal Bulava adalah rudal canggih antar benua memiliki panjang 40 meter, berat 40 Ton, dengan daya jelajah 5.000 mil berpemandu sistem inersial dan Glonass . Untuk daya ledaknya tidak usah diragukan lagi bahkan rudal ini diklaim lebih hebat dari bom hirosima dan nagasaki pada perang dunia kedua. 

Foto. Yuri Dolgoruky Borei Class
Kapal Selam Borei memiliki panjang 170 meter, lebar 13,5 meter, mampu menyelam di kedalaman 400 meter dan memiliki kecepatan bawah air hingga 29 knot.  Kapal Selam ini bisa menyelam selama tiga bulan dengan navigasi otomatis dan hebatnya bisa hampir tak bersuara dan imun dengan deteksi sonar dibanding dengan kapal selam generasi sebelumnya, sistem Propulsi seperti ini tidak terlepas dari dukungan asupan daya menggunakan reaktor nuklir tunggal (OK-650B) kemudian energi yang dihasilkan digunakan untuk menggerakan mesin Turbin Uap  menjadi energi kinetik dengan melakukan ekspansi Melalui nozzle kemudian diteruskan dari transmisi ke difrensial menggunakan pump jet, Inovasi sistem Propulsi semacam ini diklaim menjadi paling pertama di dunia diterapkan kepada kapal selam.

Dalam delapan tahun mendatang Rusia akan membangun 10 kapal selam kelas Borei, sesuai program persenjataan Rusia 2011-2020. Seluruh kapal selam kelas Borei bisa menjadi basis kekuatan nuklir angkatan laut Rusia dalam dasa warsa mendatang.III0III0

Share:

HIKAYAT PANGLIMA BURUNG VERSI CERITA DAS BARITO


Foto Tarian Perang Suku Dayak
Hikayat Panglima Burung justru menjadi sangat mencuat tatkala terjadi kerusuhan etnis tahun 2001 di Kalimantan Tengah. Saat itu Panglima Burung sebagai tokok gaib Dayak benar-benar dijadikan sandaran dalam menghadapi serangan etnis tertentu dari seberang. Apa boleh buat, sesuatu yang telah dilupakan menjadi bangun ke alam nyata. Lalu siapa Panglima Burung dan bagaimana latar belakang ketokohannya? Inilah sebagian kecil jawabannya, jawaban dari versi Suku Dayak yang mendiami DAS (Daerah Aliran Sungai) Barito.

Kerusukan etnis yang mulai pecah sejak 18 Pebruari 2001 di Sampit memaksa Panglima Burung hadir dan membantu warga suku Dayak berperang dan mengusir warga etnis Madura. Sebagai Panglima besar, tentu saja Panglima Burung tidak turun sendiri tetapi membawa sejumlah pengawal alias Pasukan Khusus. Kata Abdul Hadi Bondo Arsyad, seorang Temanggung Dayak dari Tumbang Senamang, Katingan Hulu, “Panglima Burung muncul dengan membawa 87 orang pasukan khususnya”. Kata Kiyai Haji M. Juhran Erpan Ali, Ketua Pondok Pesantren Ushuluddin, Martapura, “Panglima Burung (adalah) seorang wanita berparas cantik namun berwatak bengis. Selain itu ia juga bergelar hajjah”

Disamping Panglima Burung sebagai panglima tertinggi Dayak, rusuh Sampit juga menurunkan beberapa tokoh legenda alam gaib lainnya seperti Panglima Palai, Panglima Api, Panglima Angsa, Panglima Hujan Panas, Panglima Angin dan beberapa panglima sakti lainnya. Yang pasti dari beberapa panglima itu terdapat dua panglima wanita cantik yakni Panglima Burung dan Panglima Api.

Dan kembali kepada keberadaan Panglima Burung yang legendaris, kata Kiyai Haji M. Juhran Erpan Ali (56), “Keberadaannya memang nyata, berwujud seorang wanita berparas cantik namun berwatak bengis. Panglima Burung sudah ada jauh sebelum Indonesia terbentuk”. Namun begitu, yang mengejut­kan dari penuturan Kiyai Juhran ini adalah karena sosok Panglima Perang Suku Dayak ini juga beragama Islam dan menyandang titel seorang hajjah.

WA Samat dan Adonis Samat bertutur bahwa pahlawan cantik tersebut keberaniannya luar biasa sekali. Salah satunya adalah saat berperang mendampingi Gusti (Ratu) Zaleha dalam Perang Barito. “Amuk Barito itu terjadi pada tahun 1900-1901, dimana suku-suku Dayak Dusun, Ngaju, Kayan, Kinyah, Siang, Bakumpai, Banjar, Hulu Sungai, baik yang beragama Islam atau pun Kaharingan bersatu bahu membahu menghadapi serangan Belanda. Nama-nama pahlawan Banjar seperti Pangeran Antasari Gusti Muhammad Seman dan Gusti Ratu Zaleha selalu bersanding bahu membahu dengan (para pahlawan Dayak seperti) Temanggung Surapati, Antung, Kuing, Temanggung Mangkusari dan lain-lain yang merupakan kesatuan kekuatan dalam perjuangan”.

Dalam rentang perjuangannya melawan kolonialisme Belanda, Panglima Burung yang sangat cantik ini memiliki beberapa panggilan akrab oleh masyarakat. “Ada yang menyebutnya “Ilum” atau “Itak” namun nama populernya adalah “Bulan Jihad”. Kabarnya, Bulan Jihad memeluk agama Islam dengan perantaraan Gusti Zaleha kawan seperjuangannya.

Dan kita ketahui bahwa Gusti Zaleha adalah puteri Gusti Muhammad Seman, putera Pangeran Antasari yang memimpin Perang Banjar hingga memasuki kawasan Barito Utara dan (Barito) Selatan dengan semboyannya (yang terkenal): “Haram Manyarah, Waja Sampai ka Puting”.

Tjilik Riwut membenarkan keberadaan srikandi Dayak itu tetapi menurut beliau Bulan Jihad (bukan asli Dayak Kalteng tetapi) berasal dari Suku Dayak Kinyah (Kaltim). Yang pasti, “nama Bulan Jihad sangat terkenal diantero Barito Hulu dan Barito Selatan”, imbuh Tjilik Riwut. “Dia pendekar sakti mandraguna, punya ilmu kebal tahan senjata, bisa menghilang dan (mampu) melibas lawan hanya dengan selendang saja. Dia selalu berjuang berdampingan dengan Gusti Zaleha si pejuang puteri Banjar”. Dengan demikian maka ceritera yang disampaikan oleh WA Samat dan Adonis Samat (1948) sejalan dengan ceritera Pak Tjilik Riwut (1950).

Tatkala tokoh perlawanan Gusti Muhammad Seman meninggal dunia pada tahun 1905, lalu awal tahun 1906 Gusti Zaleha berkeputusan turun gunung, lantas apa keputusan Bulan Jihad dan sisa prajurit lainnya? Ternyata Bulan Jihad tetap bertekad meneruskan perjuangan dan terus mengembara. Maka terjadilah perpisahan yang sangat memilukan. Dengan berat hati keluarlah Gusti Zaleha dari hutan menuju Muara Teweh dan selanjutnya dia dibawa ke Banjarmasin bersama ibunya Nyai Salmah.

Sejak perpisahan itu, tidak banyak orang yang tahu dimana keberadaan Bulan Jihad dan kelanjutan perjuangannya. Barulah pada tanggal 11 Januari 1954, Bulan Jihad datang melaporkan diri ke Kantor Pemerintahan setempat di Muara Joloi sehingga saat itulah dia baru mengetahui kalau Indonesia sudah merdeka. Hatinya pun semakin luluh begitu mengetahui sahabat karibnya Ratu Zaleha telah lama meninggal dunia (24 September 1953) di Banjarmasin. Hari itu orang kembali melihat pemunculannya dan hari itu pula dia kembali mengembara ke hutan rimba untuk selama-lamanya. Inilah sekilas kisah muslimah Bulan Jihad yang setia berperang mendampingi perjuangan Gusti Puteri Zaleha (1903-1906), bahkan dia terus berjuang melewati masa juang pahlawan anti kolonialis lainnya di tanah Dayak ini.

Dari bukti sejarah yang ditunjukkan pendahulu kita menyatakan fakta bahwa kebulatan tekad persatuan, tekad perjuangan melawan penjajahan tertuang jelas di dalam Perang Banjar dan Perang Barito. Saat itu, Pangeran Antasari, Demang Leman, Gusti Muhammad Seman, Temanggung Surapati, Gusti Zaleha, Bulan Jihad, Panglima Batur, Temanggung Mangkusari, Panglima Wangkang dan lainnya, adalah gambaran bersatunya kesatuan suku-suku Dayak Ngaju, Dayak Dusun, Kayan, Kenyah, Siang, Bakumpai, Banjar, Hulu Sungai, baik yang beragama Islam, Kristen maupun Kaharingan. Kata Kiyai Juhran Erpan Ali, “(Sejak) masa itu telah ada kesepakatan tekad bahwa suku Dayak dan suku Banjar tidak akan pernah berperang sesamanya sampai kapan pun juga”.

KUTIP BY : Kumpulan Cerita Rakyat Banjarmasin
Share:

STEREGUSHCHY CLASS, KAPAL SILUMAN TERBARU RUSSIA

Foto Korvet Steregushchy.
Bergabungnya negara Estonia, Latvia, dan Lithuania dibawah ketiak Nato membuat Russia berang, apalagi negara-negara ini sudah menunjukkan eksistensi militernya pada latihan militer gabungan yang diadakan NATO pada kawasan perbatasan Russia pada tahun 2010. Melihat geliat dan eksistensi militer negara tersebut, Russia pun langsung meresponnya dengan memoderenisasi seluruh armada perangnya yang ada diperbatasan baltic. Salah satunya adalah dibangunnya kapal canggih yang diberinama Steregushchy class yang diklaim lebih canggih dari pada kapal perang yang pernah dibuat Russia sebelumnya.

Korvet Steregushchy adalah korvet serbaguna yang dirancang untuk menggantikan Kapal jadul kelas Grisha, Kapal ini di bangun oleh Almaz Central Marine Design di galangan kapal  Severnaya, St.Petersburg Russia. Aspek tempurnya meliputi operasi zona pesisir , anti kapal selam dan kapal permukaan serta kemampuan memberikan tembakan bantuan untuk operasi darat . 


Kelas Steregushchy memiliki panjang keseluruhan 105 m dengan lebar 13m.  kapal ini dapat mengangkut Beban penuh setara 2.100 t ,termasuk didalamnya helikopter dan dapat mengangkut 100 personel. Korvet berbobot 2000 ton digerakkan empat mesin diesel 16D49, jarak jelajah pada kecepatan 27 knot sejauh 4000 mil.

Teknologi siluman digunakan selama konstruksi kapal, termasuk desain lambung baja dan struktur komposit fiberglass yang dipercaya mampu mengurangi RCS (Radar Cross Section) serta radiasinya, sehingga tidak mudah ditangkap radar lawan, bahkan Russia sudah mematenkan 21 penemuannya dalam membangun kapal silumannya.

Kapal Steregushchy Class mempunyai sistem komando tempur taktis atau yang biasa disebut sigma combat information management system , sistem ini berfungsi mengumpulkan informasi dari radar dan sensor dalam memberikan deteksi dini terhadap ancaman dan memungkinkan adanya distribusi informasi intelijen antar kapal perang atau unit angkatan laut lainnya dalam suatu pertempuran.

Karakteristik Persenjataan

Berbicara masalah sensor dan radar kapal ini dilengkapi dengan seabreg teknologi canggih seperti radar Furke-E 3D yang dipercaya untuk melakukan pengawasan udara,Garpun-B/3Ts-25E/ sebagai radar permukaan anti kapal, untuk pengintai bawah laut Steregushchy menggunakan sonar Zarya-ME sonar suite dan Vinyetka-EM. Sedangkan untuk sensor penembakan dipercayakan kepada Radar Pengendus panas "3P87" Hot Flash radar, Ratep 5P-10E Puma fire control atau radar 3D yang memiliki penargetan data dengan presisi yang tinggi  memanfaatkan scanner elektro - optik dan laser Rangefinder.

Sistem persenjataan kapal dipersenjatai dengan rudal anti-kapal permukaan Uran (Kh-35 dan 3M-54), sistem meriam/rudal anti-pesawat udara Kashtan M, satu pucuk meriam 100 mm, dua pucuk meriam AK-630M 30 mm, torpedo 330 mm serta satu unit helikopter Ka-27 Helix.http://www.momosergeidragunov.com/

Sebenarnya pada tahun 2007 Indonesia sudah sepakat menyetujui kontrak untuk membeli korvet ini menggantikan Korvet asal belanda yakni KRI Fatahillah namun pada tahun 2011 Indonesia membatalkan kontrak tersebut karena Russia tidak mau melakukan pembelian dengan cara transfer of technology.III0III0
Share:

PROFILE KAPAL PERANG YANG DIPERCAYA MENGAMANKAN KTT APEC

Diselenggarakannya KTT APEC di Nusa dua Bali, membuat Indonesia harus bekerja exstra dalam mengamankan konfrensi tingkat tinggi ini, tak tanggung tanggung seluruh peralatan canggih yang dipunyai turut disertakan, berikut adalah sebagian Kapal Perang yang dipercaya mengamankan KTT APEC.
Gambar KRI Slamet Riyadi 352

FREGAT KRI SLAMET RIYADI 352 
Kapal perang jenis KRI Slamet Riady adalah salah satu kapal termodern yang dimiliki TNI AL, KRI Slamet Riyadi bernomer lambung 352. Kapal ini merupakan kapal perang Perusak Kawal Berpeluru Kendali yang di punyai TNI AL. KRI Slamet Riyadi memiliki berat 2.940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 m x 4,57 m. Ditenagai oleh mesin diesel 2 x Caterpillar CAT DITA 3616, Reintjes WAV 1000 @16,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.
KRI Slamet Riyadi dipersenjatai dengan 8 peluru kendali permukaan ke permukaan C-802, 4 peluru kendali permukaan ke udara  jenis Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara, 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76 mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 km untuk target permukaan dan 12 km untuk target udara. 2 Senapan mesin 12,7 mm , 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324 mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan. Serta Memiliki dek untuk 1 helikopter NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.
 
KRI Oswald Siahaan 354
FREGAT KRI OSWALD SIAHAAN 354
Dibangun dari galangan kapal yang sama degan KRI Slamet Riady , KRI Oswald Siahaan (354)  juga dilengkapi dengan pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat. Pada tahun 2010 dilakukan penggantian senjata rudal yang semula menggunakan rudal 8x Harpoon McDonnel Douglas buatan USA diganti dengan rudal 4x P-800 Oniks Yakhont buatan Rusia. Penggantian ini dilakukan oleh PT PAL

KRI Oswald Siahaan memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh mesin diesel 2 x SEMT Pielstick 12PA6B, Renk SWUF 98 gearboxes yang mampu menghasilkan tenaga 11800hp setiap mesinnya. Repowering mesin dilakukan pada tahun 2006 oleh PT PAL untuk menggantikan tenaga mesinnya yang semula menggunakan mesin boiler. KRI Oswald Siahaan diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL. memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

 
KRI Sultan Hasanudin 366
SIGMA KRI SULTAN HASANUDIN 366
KRI Sultan Hasanuddin merupakan sebuah korvet modern yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda yang mulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. KRI Sultan Hasanuddin akan bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Kapal ini dirancang utnuk menerima sistem modul di berbagai area, hal ini menyebabkan kapal ini mempunyai keluwesan yang tinggi dalam pengaturannya dengan biaya yang rendah. Korvet ini dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung akomodasi 80 orang, sebuah dek helikopter dan propulsi diesel propeler ganda.

Sebagai bagian dari armada patroli KRI Sultan Hasanuddin dipersenjatai dengan  Peluru kendali darat ke udara dipercayakan MBDA Mistral dalam peluncur Tetral laras 4, Peluru kendali anti kapal: MBDA Excocet MM40 block 2, Kanon utama: Oto-Melara Super rapid kaliber 76 mm, Kanon anti serangan udara: 2 x 20 mm DENEL Vector G12, Torpedo: 3A 244S Mode II/MU 90 dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo B515. Sistem Perang: Thales TACTICOS, Radar utama: MW08 3D multibeam surveillance radar, Radar senjata: LIROD Mk2 tracking radar, Data Link: LINK Y Mk2 datalink system, Sonar: Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar, Elektronik Komunikasi: Thales/Signaal FOCON,  Sistem Pengecoh: TERMA SKWS, Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System.

 
KRI Frans Kaisiepo
SIGMA KRI FRANS KAISIEPO 368
KRI Frans Kaisiepo merupakan sebuah korvet yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda dimulai pada tahun 2006 khusus untuk TNI-AL. Bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara. KRI Frans Kaisiepo dilengkapi dengan torpedo 3A 244S Mode II/MU 90 yang dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tipe B515, Peluru kendali anti kapal: MBDA Exocet varian terbaru MM40 block 2 yang mampu menjangkau target berjarak 180 km.  Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral versi terbaru TETRAL. Meriam utama di posisi A dipasang Oto-Melara 76 mm buatan Italia. Sedangkan kanon ringan tambahan pada posisi B dipasang Auxiliary Gun 2 x 20 mm Vector G12.

Sistem manajemen tempur Thales TACTICOS buatan Thales, sebuah perusahan hi-tech Belanda, spesialis dalam bidang disain dan produksi sistem integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini dikenal dengan nama Combat Management System (CMS). Keunggulan teknologi yang dikembangkan Thales kini menjadi standar pertahanan NATO. Data Link: LINK Y Mk2 datalink system, Komunikasi elektronik: Thales/Signaal FOCON, Sistem Pengumpan: TERMA SKWS,     Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System. Kapal kelas sigma ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder.

 
KRI Rencong 622
KRI RENCONG 622 (KAPAL CEPAT RUDAL)
KRI Rencong (622) merupakan kapal perang patroli utama Indonesia dari jenis Kapal Cepat Rudal (KCR). Kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan. Kapal ini didesain sebagai kapal serang berkecapatan tinggi , untuk mencapai itu maka badan kapal dibuat dari Aluminium sehingga bisa lebih ringan selain itu untuk mencapai kecepatan tinggi kapal ini dilengkapi dengan mesin gas turbin General Electric LM 1500 selain 2 buah mesin diesel untuk kecepatan rendah. Diharapkan dengan kombinasi ini , kapal mampu mencapai kecepatan 40 knot. KRI Rencong di persenjatai dengan Peluru kendali rudal C-802 buatan SACCADE, Meriam Bofors 57 mm/70, Meriam Bofors 40 mm/70: 1 pucuk, Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm: 2 pucuk, mengenai daya sensor menggunakan Radar MR-302/Strut Curve Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob

 

KRI SInga 651

KRI SINGA 651 (KAPAL CEPAT TORPEDO)
Bertugas sebagai elemen pemukul musuh, baik di permukaan maupun bawah permukaan (ASW - Anti Submarine Warfare) termasuk sebagai kapal pendeteksi anti-kapal selam. KRI ini merupakan jenis Kapal Cepat Torpedo (KCT) untuk menghadapi perang di bawah air (Anti Submarine Warfare) yang dilengkapi dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target).v Persenjataan Dua tabung peluncur torpedo Ø 533 millimetre (20.98 in), dibekali dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target, Satu Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm, Satu Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm.Dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm
  
Dalam mendeteksi KRI Singa menggunakan Sonar PHS-32 hull mounted MF, Pengontrol tembakan DR-2000 S3 intercept, Radar permukaan Racal Decca/Signaal Scout, Pengumpan (Countermeasures) Dagie decoy RL. Kapal ini memiliki panjang 58,1 meter, lebar 7,6 meter, dan draught 2,95 m. Pada beban penuh memiliki bobot 445 ton. Memiliki dua mesin diesel MTU 60V 956 TB92 yang memiliki kecepatan maksimal 27 knot dengan daya jelajah 2.200 mil pada kecepatan 27 knot, atau 6.000 mil pada kecepatan 15 knot.

 

KRI Pulau Rupat 712

KRI PULAU RUPAT  (KAPAL PEMBURU RANJAU)
Kapal ini bisa disebut sebagai kapal pemburu ranjau kelas Tripartite , Sesuai namanya ‘Tripartite,’ kapal ini merupakan hasil kerja kongsi antara 3 negara NATO, yakni Perancis, Belanda dan Belgia, yang jadi andalan Satran Koarmatim (Satuan Kapal Penyapu Ranjau Komando Armada Timur) TNI AL. Sosok kapal penguber ranjau (mine hunter) ini sejatinya bukan ‘barang’ baru lagi di arsenal TNI AL, Tripartite class dibangun oleh galangan GNM (Van der Gessen de Noord Marinebouw BV ) di Albasserdam, Belanda. Lambung kapal ini dibangun dari material khusus yang tidak menimbulkan jejak magnetik, yakni mengadopsi jenis plastik yang diperkuat dengan kaca (glass-reinforced plastic atau GRP). Untuk perangkat buru ranjaunya menggunakan sistem sensor dan processing 1 unit Sonar DUBM, 1 Thales underwater system TSM, side scan sonar,  Sonar TSM 2022, 1  SAAB Bofors Double Eagle Mk III Self Propelled Variable Depth Sonar, dan 1 Consilium Selesmar Type T-250/10CM003 Radar. Sedangkan untuk kelengkapan navigasinya menggunakan radar Decca 1229. Untuk jenis ranjau yang bisa dipindai adalah ranjau kontak, ranjau akustik, dan ranjau magnetik. Adapun klasifikasi kemampuan KRI Pulau Rupat sebagai berikut : Rantai Penyapu Ranjau Mekanikal OD3 Oropesa,  Penyapu Ranjau Magnetik Fiskars F-82, Penyapu Ranjau Akuatik SA Marine AS 203,  Sistem Pemburu Ranjau Ibis V, 2 Sistem Pelupus Ranjau PAP 104 Mk 4, KRI Pulau Rupat dilengkapi dengan 2 pucuk meriam anti-pesawat (PSU) Rheinmetall 20 mm
 
KRI DR SOEHARSO
KRI DR SOEHARSO (KAPAL RUMAH SAKIT)
KRI DR Soeharso (990) (sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele (972)) adalah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS). Awalnya kapal ini berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP) bernama KRI Tanjung Dalpele (972) Kapal ini berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh. Kapal sepanjang 122 meter, lebar 22 m, dan draft 6,7 m ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super puma sekaligus. Kapal ini juga dilengkapi sebuah hanggar untuk menampung helikopter satu lagi dan juga melakukan perawatan terhadap helikopter. Sebagai kapal rumah sakit, telah disediakan 1 ruang UGD, 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang P-jang Klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur. Kapal ini memiliki 75 anak buah kapal (ABK), 65 staf medis dan mampu menampung 40 pasien rawat inap. Jika dalam keadaan darurat, KRI DR Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3000 penumpang. Dalam fungsinya sebagai kapal angkut, kapal ini mampu mengangkut 14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton, 3 helikopter tipe Super Puma, 2 Landing Craft Unit (LCU) tipe 23 M dan 1 hovercraft. Persenjataan, kapal ini dilengkapi senjata Meriam Bofors SAK 40 mm L/70 1 pucuk, 2 pucuk Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20mm, dan 2 buah senapan Mesin 12,7 mm. Tenaga penggeraknya adalah mesin diesel.

 

KRI Banda Aceh 593

KRI BANDA ACEH (LANDING PLATFORM DECK)
KRI Banda Aceh merupakan produksi PT PAL Indonesia jenis Landing Platform Deck (LPD), Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, 126 awak. Kapal itu juga dpat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam. Intinya, kapal tersebut dapat berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter. Kapal seberat 7.300 ton itu dapat melaju maksimal hingga 15,4 knot dan mampu mengangkut sekitar 300 personel, 13 unit tank, dua unit Landing Craft Vehicles. Sebagai kapal perang, KRI Banda Aceh dipersenjatai dengan satu unit kaliber 57 mm dan dua unit kaliber 40 mm.

 

KRI Pari 849

KRI PARI 849 & KRI WELLING KAPAL PATROLI VIPER
KRI Pari-849 merupakan KRI jenis patrol craft (PC) 43, buatan dalam negeri oleh putra-putri bangsa Indonesia di galangan PT. Palindo Marine Shipyard, Batam. Sedangkan KRI Welling buatan Fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) TNI AL Jakarta
Sesuai dengan fungsi asasinya KRI Pari-849 dan KRI Welling 820  dirancang untuk melaksanakan tugas sebagai “kapal patroli terbatas” yang mampu melaksanakan operasi baik secara tunggal maupun bersama-sama dengan kapal tipe sejenis yang didukung dengan sistem Sewaco dan Platform yang cukup handal, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas operasi laut yang diembannya. Selain itu, KRI Pari-849 mampu melaksanakan fungsi tambahan dalam menyelenggarakan Patroli Keamanan Laut, Bantuan Tembakan Kapal dan Raid Amphibi. Kapal patroli cepat PC-43 ini memiliki spesifikasi panjang 43 meter, lebar 7,4 meter, bobot 250 ton, dengan kecepatan maksimal 27 knot, kecepatan jelajah 25 knot, dan kecepatan ekonomis 22 knot. Dilengkapi dengan persenjataan meriam 20 mm di geladak haluan dan dua mitraliur 12,7 mm di deck navigasi. Selain itu, kapal ini  memiliki ketahanan (endurance) dalam kemampuan berlayar selama lima hari.


KRI SURA
KRI SURA 802 (KAPAL PATROLI)
KRI Sura adalah kapal patroli jenis FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL, Kapal ini mempunyai panjang 57 meter dan berat sekitar 400 ton, senjata dari kapal ini adalah kanon dan senapan mesin. KRI Sura (802) adalah kapal patroli milik TNI AL. KRI Sura adalah kapal FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL yang disebut FPB57 Nav I, generasi terbaru dinamakan FPB57 Nav V yang diperkenalkan pada tahun 2000 (KRI Todak). KRI Sura sendiri diresmikan pada tahun 1993 setahun setelah saudaranya KRI Pandrong (801) diresmikan.Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.

 

KRI Kakap 811

KRI Kakap-811 (KAPAL PATROLI)
KRI Kakap (811) merupakan kapal patroli TNI-AL. KRI Kakap adalah kapal jenis FPB-57 generasi pertama buatan Lurssen, Vegesack, Jerman. Pemesanan kapal ini disertai perjanjian untuk membuat kapal selanjutnya di PT. PAL. Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki). Meriam utama kapal perang KRI Kakap ini adalah meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62 mm. KRI Kakap juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali. KRI Kakap dilengkapi dengan dek penerbangan dan hangar di bagian belakang untuk helikopter sekelas NBO-105. Kapal ini juga dilengkapi dengan radar. Kapal KRI Kakap mempunyai dua mesin disel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dengan dua buah baling-baling, kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal.


KRI Cakra 401

KRI CAKRA 401 (SUBMARINE)
KRI Cakra (401) merupakan kapal pertama dalam jenis Kapal selam kelas Cakra. Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Cakra dalam jajaran TNI AL. Kapal pertama merupakan KRI Tjakra (ejaan lama) salah satu dari 12 kapal selam kelas Tjakra buatan Russia (Kapal Selam Kelas Whiskey) yang di scrap tahun 70-an.

Tenaga digerakan oleh motor listrik Siemens jenis low-speed disalurkan langsung (tanpa gear pengurang putaran) melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya yang dikirim adalah 5000 shp (shaft horse power), tenaga motor listrik datang dari baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25% dari berat kapal, baterai dibuat oleh Varta (low power) dan Hagen (Hi-power). Tenaga batere diisi oleh generator yang diputar 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged. Senjata terdiri dari 14 buah terpedo buatan AEG , diincar melalui periskop buatan Zeiss yang diletakan disamping snorkel bikinan Maschinenbau Gabler

|||0|||0
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*