Military Technology News Network

Showing posts with label Divisi Penerangan. Show all posts
Showing posts with label Divisi Penerangan. Show all posts

JENIS MODEL RAMBUT TENTARA DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA YANG SERING DI GUNAKAN

Gaya rambut ala militer mungkin terkesan aneh namun pada beberapa dekade terakhir Gaya rambut ala tentara sempat menjadi trend khususnya para pria , nah kali ini admin akan mengulas mengenai gaya rambut seorang tentara dari berbagai belahan dunia. 

Secara historis potongan rambut militer pada umumnya hanya di gunakan oleh personil militer itulah perbedaan yang mencolok untuk masyarakat sipil. Secara umum semua potongan gaya rambut militer mempunyai ciri khas pendek dan simpel, potongan rambut tersebut dinilai lebih efesiensi, hiegienis , rendah pemeliharaan dan tentu tidak akan pernah menghalangi visi tentara di medan perang. 

nah berikut ini ada 5 macam model gaya rambut militer yang lazim di pakai seorang tentara di berbagai negara tapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat sipil yang suka suka dengan potongan gaya rambut tersebut. |||0|||0

Model Rambut ala Militer di Dunia




Share:

TANDA KEPANGKATAN PILOT, POLISI, TENTARA DAN PNS

Halooo selamat malam..  kali ini gw akan mengulas mengenai tanda kepangkatan yang digunakan seorang abdi negara seperti pilot, polisi, tentara bahkan pns. kepangkatan secara harfifahnya mempunyai arti 
Kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian, yang merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian terhadap Negara.



PILOT
Cadet Pilot
Cadet Pilot Biasanya adalah seorang Co-Pilot yang baru lulus dari Sekolah penerbangan dan biasanya memiliki tanda 1  garis/ bar pada pundaknya.

Second Officer
Second Officer biasanya adalah Seorang Co-pilot yang telah memiliki jam terbang di airlines/ sudah bekerja diairlines dan memiliki 150 lebih jam terbang.

First Officer
First Officer atau sering juga disebut FO memiliki tiga buah garis yang berwarna sama dengan Captain. FO duduk disebelah kanan pesawat. Junior First Officer memiliki dua tanda pangkat. Senior dan Junior First Officer dibedakan berdasarkan dari pengalaman serta jumlah jam terbang yang dimilki.

Captain
Captain memiliki empat garis pangkat yang biasanya berwarna emas, walaupun ada juga beberapa airline di dunia yang menggunakan warna putih. Saat bertugas, Captain selalu duduk disebelah kiri di dalam cockpit (ruang kemudi). Mereka sering juga disebut sebagai PIC atau Pilot in Command yaitu pemimpin tertinggi di dalam pesawat dalam kaitannya dengan keselamatan dan keamanan penerbangan. Pada perusahaan penerbangan tertentu dekorasi tambahan diberikan pada tanda pangkat Captain seperti, tanda bintang atau tanda berlian dan sebagainya tergantung dari kebijakan perusahaan.

Flight Engineer
Flight Engineer atau FE memiliki tiga buah garis pangkat yang biasanya agak sedikit berbeda. Kebanyakan perusahan penerbangan menambahkan garis bayangan berwarna ungu diantara garis pangkat pada seragam Flight Engineer. Flight Engineer duduk di belakang Captain dan First Officer, menghadap pada tombol-tombol penting yang mengatur system pada pesawat. Walaupun Flight Engineer tidak menerbangkan pesawat seperti Captain dan First Officer, Flight Engineer memiliki tugas yang sama pentingnya yaitu memonitor dan mengoperasikan serta bertanggung jawab atas bekerjanya system pesawat tersebut.



POLISI
Daftar Tanda Kepangkatan POLRI
Berikut ini adalah daftar Urutan Tanda Kepangkatan POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia) berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No. Pol: Skep/1259/X/2000.

PERWIRA TINGGI
Jenderal Polisi (Jenderal Pol)
Komisaris Jenderal Polisi ( Komjen PoL)
Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol)
Brigadir jenderal Polisi (Brigjen Pol)

PERWIRA MENENGAH
Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP Pol)
Komisaris Polisi (Kom Pol)

PERWIRA PERTAMA
Ajun Komisaris Polisi (AKP)
Inspektur Polisi I (Iptu I)
Inspektur Polisi II (Ipda II)

BINTARA TINGGI
Ajun Inspektur Polisi I (AIPTU)
Ajun Inspektur Polisi II (AIPDA)

BINTARA
Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA)
Brigadir Polisi (BRIGADIR)
Brigadir Polisi I (BRIPTU)
Brigadir Polisi II (BRIPDA)

TAMTAMA
Ajun Brigadir Polisi (ABRIP)
Ajun Brigadir Polisi I (ABRIPTU)
Ajun Brigadir Polisi II (ABRIPDA)
Bhayangkara Kepala (BHARAKA)
Bhayangkara I (BHARATU)
Bhayangkara II (BHARADA)



TENTARA 
Tentara Nasional Indonesia diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 3 Juni 1947, dalam perjalanannya nama TNI sempat berubah menjadi ABRI yang merupakan gabungan dari kepolisian dan TNI. Namun, selepas reformasi nama tersebut dikembalikan lagi menjadi TNI.

Pangkat Kehormatan    Jenderal Besar

PERWIRA TINGGI   
Jenderal (jend)
Letnan Jenderal (letjen)
Mayor Jenderal (mayjen)
Brigadir Jenderal (brigjen)
Perwira Menengah     Kolonel (kol)
Letnan Kolonel (letkol)
Mayor (may)

PERWIRA PERTAMA
Kapten (kapt)
Letnan Satu (lettu)
Letnan Dua (letda)

BINTARA TINGGI
Pembantu Letnan Satu (peltu)
Pembantu Letnan Dua (pelda)

BINTARA
Sersan Mayor (serma)  
Sersan Kepala (serka)  
Sersan Satu (sertu)
Sersan Dua (serda)

TAMTAMA KEPALA
Kopral Kepala (kopka)
Kopral Satu (koptu) 
Kopral Dua (kopda)

TAMTAMA
Prajurit Kepala (praka)
Prajurit Satu (pratu)
Prajurit Dua (prada)


TNI AL dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Armada Angkatan Laut sebagai kekuatan utama pasukan laut Indonesia memiliki dua armada terpisah. Armada pertama disebut Armada Barat berada di Tanjung Priok Jakarta.

Armada kedua terletak di Tanjung Perak Surabaya, yaitu Armada Timur. Ada pula korps marinir yang profesional dalam tugas mengamankan wilayah laut Republik Indonesia. AL berada dalam satu komando lintas laut militer atau Kolinlamil.

Berikut ini urutan kepangkatan atau tingkatan pangkat TNI AL;

PANGKAT KEHORMATAN
Laksamana Besar


 PERWIRA TINGGI
Laksamana
Laksamana Madya
Laksamana Muda
Laksamana Pertama

PERWIRA MENENGAH
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor

PERWIRA PERTAMA
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua

BINTARA TINGGI
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua

BINTARA
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua

TAMTAMA KEPALA
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua

TAMTAMA
Kelasi Kepala
Kelasi Satu
Kelasi Dua


sedangkan TNI AU dipimpin oleh kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Angkatan Udara juga membagi kekuatan utamanya dalam dua komando operasi. Komando operasi pertama berada di Halim Perdanakusuma Jakarta (Koops AU I). Dan komando operasi kedua (Koops AU II) terletak di Makassar.

Berikut ini adalah urutan kepangakatan TNI AU atau Angkatan Udara;

PERWIRA TINGGI
Marsekal
Marsekal Madya
Marsekal Muda
Marsekal Pertama

PERWIRA MENENGAH
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor

PERWIRA PERTAMA
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua

BINTARA TINGGI
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua

BINTARA
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua

TAMTAMA KEPALA
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua

TAMTAMA
Prajurit Kepala
Prajurit Satu
Prajurit Dua



PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

GOLONGAN IV (Pembina)
Pembina Utama IV/e
Pembina UtamaMadya IV/d
Pembina Utama Muda  IV /c
Pembina Tingkat I  IV/b
Pembina IV /a

GOLONGAN III (Penata)  
Penata Tingkat I , III/d
Penata  III/c
Penata Muda Tingkat I, III/b
Penata Muda III/a

GOLONGAN II (Pengatur)
Pengatur Tingkat I, II/d
Pengatur II/c
Pengatur Muda Tingkat I, II /b
Pengatur Muda II/a

GOLONGAN I (Juru)
Juru Tingkat I, I/d
Juru  I/c
Juru Muda Tingkat I,I /b
Juru Muda  I/A
Share:

U-2 DRAGON LADY | PESAWAT PENGINTAI CIA YANG SERING MELINTAS DI KAWASAN INDONESIA

U-2 Dragon Lady dikembangkan oleh Lockheed atas permintaan CIA (Central Intelligence Agency) untuk melakukan pengintaian dan pemotretan di atas wilayah Uni Soviet. Desain fuselage ramping, namun bentang sayapnya sangat panjang agar mampu melayang pada ketinggian ekstrim nyaris 20 km di atas permukaan bumi. Pada saat didesain, pencegat terbaik Uni Soviet seperti MiG-17 hanya bisa terbang setinggi 14 km. Divisi khusus Lockheed yang bernama Skunk Works di bawah pimpinan Clarence “Kelly” Johnson mengerjakan proyek ini dengan membuat purwarupa CL-282. 

Sosok pesawat pengitai U2 Dragon Lady

Desain tubuhnya diambil dari F-104 Starfighter yang dimodifikasi. U-2 ditenagai dengan mesin GE J73. Bentang sayap yang mencapai 31m membuatnya mampu melayang seperti glider dengan efisiensi tinggi pada ketinggian optimal. Desain ini memampukannya terbang jauh hingga 10.000 km tanpa mengisi bahan bakar. U-2 harus diterbangkan dengan hati-hati dengan terus mengamati indikator karena rentang kecepatan optimal dan stall speed U-2 hanya 10 knot. Akibatnya, pilot harus konstan menjaga batas atas kecepatannya. U-2 juga sangat sukar dikendalikan pada saat mendarat. Bentang sayapnya yang lebar memberikan gaya angkat yang membuatnya susah menyentuh bumi Kamera pada U-2 disediakan oleh James Baker yang membuat Oblique camera.

Kamera itu didesain khusus sehingga U-2 dapat menangkap imaji dari arah samping, tanpa perlu melintas langsung di atas objek yang hendak diintai. Kamera ini bisa menangkap objek sepanjang 1 meter dari jarak 18 km. Jadi terbayang seberapa hebatnya sistem yang terpasang pada U-2. Majalah Angkasa pernah memberitakan, U-2 sempat mengintai di atas Indonesia sebagai bahan analisa data untuk menekan Belanda dalam perundingan New York saat memperebutkan Irian.

Pada kenyataannya, berdasarkan dokumen-dokumen CIA yang dirilis ke publik lewat Freedom of Information Act (FOIA), sang naga hitam itu rupanya sangat sering terbang di atas Indonesia! Tidak percaya? Dalam laporannya kepada Direktur CIA tertanggal 25 Juli 1962, Deputi Direktur Riset CIA melaporkan bahwa U-2 dalam proyek khusus berkode IDEALIST sudah menjalankan 29 sorti (beberapa laporan lain menyebutkan 30, dan ada yang 31 sorti) di atas Indonesia.

Operasi ini digelar antara 29 Maret sampai 7 Juni 1958, atau hanya tiga tahun sesudah penerbangan perdana dan satu tahun setelah U-2 dinyatakan masuk ke dalam jajaran aktif AU AS dan CIA. U-2 terbang di atas wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Objek yang difoto meliputi instalasi militer, pelabuhan, rel kereta api, depot logistik, jalan raya, dan pangkalan udara.Para pilot U-2 yang menjalankan misi di atas Indonesia melaporkan bahwa tantangan operasi di wilayah Indonesia sangat besar Tantangan datang bukan dari sistem pertahanan AURI saat itu, tetapi justru dari cuaca.

Kondisi kelembaban tinggi menyebabkan penerbangan U-2 menimbulkan jejak uap air ataucontrail.Pada ketinggian di bawah 60.000 kaki, contrail sudah pasti akan terbentuk, meninggalkan jejak seperti asap yang bisa terlihat dengan mudah dari bawah. Hal ini menyebabkan pilot harus membawa U-2 lebih tinggi untuk mencegah jangan sampai kepergok dari bawah. Selain itu, kondisi cuaca Indonesia yang seringkali berawan menyebabkan hasil foto tidak optimal. Hingga 50% foto yang berhasil dikembangkan terhalang oleh awan.

Berdasarkan pengalaman, bulan Agustus dan September dianggap sebagai bulan yang terbaik untuk menjalankan sorti penerbangan karena kumpulan awan relatif rend ah sehingga sasaran mudah sekali terlihat dari atas.Aktivitas U-2 meningkat pada 1963 ketika Indonesia mulai mengoperasikan pesawat-pesawat dan sistem senjata lain hasil pembelian dari Uni Soviet. Amerika Serikat memandang bahwa pembangunan militer dan kedatangan penasihat militer Soviet dianggap mengancam keberadaan Australia dan pangkalan AS di Filipina. Oleh karena itu, CIA diminta menerbangkan kembali U-2 di atas Indonesia karena hasil pengintaian satelit mata-mata KH-11 Keyhole dianggap kurang memadai.

Pengintaian atas Indonesia dilakukan U-2 yang diterbangkan secara feri dari Edwards Air Force Base di AS, beserta dukungan dari pesawat tanker KC-135 Perlengkapan dan awaknya diterbangkan langsung ke pangkalan aju yang dirahasiakan untuk mempersiapkan kedatangan U-2. CIA tidak pernah membuka lokasi pangkalan aju ini, tetapi diduga ada di Filipina karena memudahkan CIA untuk melakukan penerbangan di Indonesia dan Vietnam sekaligus, yang saat itu juga tengah menghangat. Hasil pemotretan U-2 dan satelit KH-11 Keyhole atas seluruh instalasi militer Indonesia boleh dikatakan lengkap.

Pangkalan Udara Polonia di Medan yang digunakan sebagai staging baseuntuk operasi konfrontasi Dwikora, Kalijati di Subang, Bogor, Halim, dan Kemayoran di Jakarta yang diisi MiG-17 dan 21 diabadikan dengan jelas oleh kamera yang dibawa U-2. Iswahyudi Madiun yang merupakan sarang Tu-16 Badger dan pangkalan udara Juanda serta Waru di Jawa Timur yang digunakan sebagai pangkalan pesawat pembom Il-28 Beagle juga tak luput dari pengintaian U-2.

Tidak hanya itu, U-2 juga berhasil memotret seluruh situs rudal S-75/SA-2 Guideline yang mempertahankan Jakarta. Foto tempat pelatihan awak SA-2 AURI di Bandung pun juga dikoleksi lengkap. Hasil pemotretannya sangat detil. Boleh dikatakan bahwa Indonesia seperti ditelanjangi walau sudah dilengkapi dan dipersenjatai dengan alutsista Blok Timur terbaik saat itu.

Tidak hanya mengidentifikasi jumlah peluncur, bahkan titik penempatan radar dan kendaraan pendukungnya pun bisa diidentifikasikan. AS memang sangat menaruh perhatian pada SA-2 yang saat itu hanya digunakan oleh Mesir dan Indonesia di luar Uni Soviet.

Share:

DIET TINGGI PROTEIN DAN RENDAH RESIDU UNTUK PARA PILOT PESAWAT INTAI U2 MILIK CIA

Foto Pesawat Pengintai U2 Lady Dragon

Seorang Pilot dikenal dengan kecerdasan dan daya tahan fisiknya, dalam menerbangkan pesawat baik komersial, tempur ataupun pesawat pengintai tentu membutuhkan kemampuan yang juga berbeda, beragam test yang akan dilakukan jika ingin menjadi pilot salah satunya adalah test sentrifugal untuk mengetahui kemampuan tubuh beradaptasi dengan efek G-Force.  

Pesawat pengintai U-2 a.k.a Lady Dragon milik CIA Amerika adalah salah satunya tidak semua pilot mampu menerbangkan pesawat tersebut, bayangkan saja pesawat ini akan terbang selama sembilan jam setiap kali. pesawat akan terbang sangat tinggi dan lambat karena tugasnya adalah melakukan pengintaian terhadap objek di bawahnya bahkan jika naas seorang pilot U2 akan berhadapan dengan rudal permukaan ke udara. 

Sembilan jam adalah waktu yang lama apalagi terkurung di dalam pesawat tanpa kamar mandi yang sebenarnya - atau terjebak di ruang kecil dengan bau kentut Anda sendiri. dalam menjalankan aksinya pesawat U2 menuntut seorang pilot menjalankan misi dengan kerahasiaan yang sangat tinggi bahkan di awasi dan dikontrol dengan ketat, sehingga seorang pilot U2 diharuskan memiliki pedoman hidup yang ketat sebelum dan sesudah misi. 

Pilot disarankan untuk tidur setidaknya sepuluh jam dan menghabiskan enam jam melakukan "latihan ringan" (berenang, golf) dan "kegiatan santai" (catur, bermain kartu, berkumpul bersama keluarga.) Pesawat U-2 dilengkapi dengan "toilet" untuk buang air kecil, karena tidak ada manusia yang dapat menahan kandung kemih mereka selama sembilan jam. Namun, pesawat rahasia itu tidak memiliki mekanisme untuk buang air besar. Untuk mengatasi masalah ini, CIA, menggunakan ahli dietnya , dalam membuat formulasi diet  yakni asupan protein tinggi dengan  rendah residu untuk menghambat proses terjadinya kotoran.

Makan yang memiliki protein tinggi dengan rendah residu untuk pilot harus dimulai dua puluh empat jam sebelum lepas landas dengan takaran dan batasan tertentu. Makanan yang direkomendasikan termasuk kopi, teh, beras, mie, telur, daging, sup, permen , dan sayuran. Makanan tidak disarankan  Susu, roti, makanan penutup seperti kue dan kue kering, makanan yang digoreng, makanan berlemak, buah, acar, kacang, dan tentu saja keju.


mengingat banyak misi U-2 lepas landas dari tempat-tempat seperti Korea Selatan, Turki, dan Taiwan tentu Kimchi pasti tidak ada dalam daftar :)

Share:

LATIHAN FISIK ALA LETKOL BRIAN DRUPE DARI KORPS ANGKATAN DARAT INGGRIS

Hallo pembaca...!! selamat berakhir pekan ya.. nah kali ini momosergeidragunov.com akan mengulas artikel yang cukup menarik yakni bagaimana sih cara menjaga kebugaran ala militer yang diulas oleh Letkol Brian Dupree beliau berasal dari Korps Pelatihan Fisik Angkatan Darat Inggris .

Latihannya diberinama Big 5 yang dimana terdiri dari 5 gerakan inti yang dapat memperbaiki kondisi fisik agar kembali tampil bugar dan fit, bahkan gerakan ini sangat aman dan bisa ditiru oleh masyarakat sipil dalam menjaga kebugaran.

Tahapan Latihan 5 Big ala Letkol Brian Drupe

Share:

DIET ICE CREAM | DIET PARA TENTARA ANGKATAN LAUT AMERIKA

Helllo.... ketemu lagi.. kali ini admin akan mengulas menggenai Diet yang dilakukan para tentara angkatan laut Amerika, mungkin terdengar sangar namun Diet ini aman dilakukan baik pria maupun wanita untuk menurunkan berat badan dan menjaga bentuk tubuh.. tentu diet saja tidaklah cukup perlu adanya olah raga yang rutin agar pola diet ini berhasil. 

Military Diet diklaim sebagai pengaturan pola makan yang dilakukan tentara militer untuk menjaga bentuk badan oleh ahli gizi. Namun nyatanya diet tidak berafiliasi pada lembaga pemerintahan sehingga hal tersebut tidak dibenarkan adanya. Diet ini juga dikenal dengan Diet Angkatan Laut juga Diet Ice Cream.

Klik untuk memperbesar gambar

Military Diet sejatinya adalah diet rendah kalori dan rendah karbohidrat yang membantu menurunkan berat badan hingga 5 Kilogram dalam rentang waktu 1 minggu, diet militer dibagi menjadi 2 tahap. Yakni 3 hari pertama, 4 hari berikutnya kita bebas menentukan pola makan, Siklus mingguan akan berulang lagi dan lagi sampai mencapai berat yang di inginkan. 
Share:

DVI POLRI, BUKAN SATUAN ELIT POLRI MELAINKAN TIM KHUSUS DOKPOL POLRI

Foto TIM DVI Polda Jatim dalam Kasus QZ8501
DVI atau Disaster Victim Identification nama Tim bentukan Polri ini sekarang lagi banyak di perbincangkan, mereka bukanlah satuan elit melainkan Tim mereka terdiri orang orang yang perannya sangat diperlukan untuk melakukan suatu proses indentifikasi Korban bencana.  Tim DVI terdiri dari dokter spesialis forensik, dokter gigi, ahli anthropology (ilmu yang mempelajari tulang), kepolisian, fotografi, dan ada yang berasal dari masyarakat juga. Tugasnya adalah mengidentifikasi korban.

Identifikasi korban bencana diperlukan sebagai perwujudan Hak Azasi Manusia dan penghormatan kepada orang meninggal dan ahli warisnya yaitu mengenali, merawat, mendoakan, menguburkan sesuai dengan agama dan keyakinan, adat istiadat dan menyerahkan kepada keluarganya. Identifikasi mutlak diperoleh untuk menentukan secara hukum masih hidup atau matinya seseorang, juga berkaitan dengan bidang santunan, warisan, asuransi jiwa, hak pensiun, kemungkinan untuk menikah lagi bagi pasangan yang ditinggalkan dan membantu kepolisian dalam rangka proses Penyidikan. Agar benar dan diakui dalam proses kerja berdasar ilmia

Tingginya tuntutan masyarakat terhadap kepastian hukum dan hak asasi manusia serta makin meningkatnya ancaman teror bom dan bencana yang pada saat ini dapat terjadi setiap saat dan merupakan tantangan yang akan dihadapi Polri di masa mendatang, sehingga di dalam mengantisipasi hal tersebut di atas Polri dituntut mempunyai kemampuan yang memerlukan dukungan ilmu pengetahuan dan tehnologi dari berbagai disiplin ilmu Kedokteran Kepolisian seperti tercantum di dalam Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 adalah merupakan upaya penerapan ilmu pengetahuan dan tehnologi kedokteran untuk kepentingan pelaksanaan tugas operasional kepolisian yang perlu dikembangkan secara optimal dalam mengantisipasi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
Foto Tim DVI Polri
Salah satu bentuk  kemampuan dari Kedokteran Kepolisian dalam kepentingan pelaksanaan terhadap tugas-tugas operasional kepolisian adalah Disaster Victim Identification (DVI).

DVI adalah suatu prosedur yang telah ditentukan untuk mengidentifikasi korban (mati ) secara ilmiah dalam sebuah insiden atau bencana masal berbasarkan Protokol INTERPOL. merupakan suatu prosedur yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat dan hukum.
  • Dapat merupakan bagian dari suatu investigasi
  • Dapat bermanfaat dalam merekontruksi tentang sebab bencana
  • Diperlukan untuk proses identifikasi positif sehingga segala kepentingan hukum yang menyangkut kematian seseorang dapat terselesaikan, misalnya yang menyangkut kepentingan civil legal aspect (asuransi, warisan, status, dll).
Posko DVI Antem Mortem
DVI sangat diperlukan karena pada banyak kasus identifikasi secara visual tidak dapat diterapkan karena kondisi korban yang sudah rusak tidak mungkin lagi dikenali. berikut adalah dasar dasar dari proses identifikasi :

Dasar Identifikasi dalam DVI:
1. Dasar Primer / Primary Identifier
    A. Sidik Jari/ Fingerprint
    B. Hasil Pemeriksaan Gigi Geligi/ Dental Record
    C. DNA

2.Dasar Skunder/ Secondary Identifier
   A.Barang kepemilikan/ Property
   B.Data medis/ Medical

Struktur Organisasi DVI Propinsi
Penasehat :
1. Gubernur
2. Kapolda


Ketua          : Kabiddokkes Polda
Wakil ketua    : Kadinkes Propinsi
Sekretaris 1   : Kasubid Dukkes Biddokkes Polda
Sekretaris 2   : Dir.RSUD Propinsi
Seksi Operasi  : Kaur Dokpol Biddokkes Polda

Dalam rangka optimalisasi peran dukungan Kedokteran Kepolisian dan juga sebagai upaya perwujudan pelaksanaan kegiatan Kedokteran Kepolisian yang profesional serta meningkatkan kinerja personil Polri dengan intansi terkait lainnya di dalam melaksanakan kegiatan khususnya.

 

Operasi DVI Dibagi 5 phase:
1. TKP (Initial Action at the Disaster Site)
Merupakan tindakan awal yang dilakukan di tempat kejadian peristiwa (TKP) bencana. Ketika suatu bencana terjadi, prioritas yang paling utama adalah untuk mengetahui seberapa luas jangkauan bencana

2. Post Mortem
Pengumpulan data post-mortem atau data yang diperoleh paska kematian dilakukan oleh post-mortem unit yang diberi wewenang oleh organisasi yang memimpin komando DVI. Pada fase ini dilakukan berbagai pemeriksaan yang kesemuanya dilakukan untuk memperoleh dan mencatat data selengkap – lengkapnya mengenai korban

3. Ante Mortem
pengumpulan data mengenai jenazah sebelum kematian. Data ini biasanya diperoleh dari keluarga jenazah maupun orang yang terdekat dengan jenazah. Data yang diperoleh dapat berupa foto korban semasa hidup, interpretasi ciri – ciri spesifik jenazah (tattoo, tindikan, bekas luka, dll), rekaman pemeriksaan gigi korban, data sidik jari korban semasa hidup, sampel DNA orang tua maupun kerabat korban, serta informasi – informasi lain yang relevan dan dapat digunakan untuk kepentingan identifikasi, misalnya informasi mengenai pakaian terakhir yang dikenakan korban

4. Rekonsiliasi
pembandingan data post mortem dengan data ante mortem. Ahli forensik dan profesional lain yang terkait dalam proses identifikasi menentukan apakah temuan post mortem pada jenazah sesuai dengan data ante mortem milik korban yang dicurigai sebagai jenazah. Apabila data yang dibandingkan terbukti cocok maka dikatakan identifikasi positif atau telah tegak. Apabila data yang dibandingkan ternyata tidak cocok maka identifikasi dianggap negatif dan data post mortem jenazah tetap disimpan sampai ditemukan data ante mortem yang sesuai dengan temuan post mortem jenazah.

5. analisa dan evaluasi (debriefing)
Korban yang telah diidentifikasi direkonstruksi hingga didapatkan kondisi kosmetik terbaik kemudian dikembalikan pada keluarganya untuk dimakamkan. Apabila korban tidak teridentifikasi maka data post mortem jenazah tetap disimpan sampai ditemukan data ante mortem yang sesuai dengan temuan post mortem jenazah, dan pemakaman jenazah menjadi tanggung jawab organisasi yang memimpin komando DVI. Sertifikasi jenazah dan kepentingan mediko-legal serta administrative untuk penguburan menjadi tanggung jawab pihak yang menguburkan jenazah. 

Editor : |||0|||0
Referensi : Berbagai Sumber 
Foto : diambil dari Antara.com
Share:

AIR TRAFFIC CONTROL , SANG PENGUASA UDARA DALAM PENERBANGAN SIPIL

Foto Bandar Udara Syamsuddin Noor Kalimantan Selatan

Salah satu pihak penentu keselamatan penerbangan tentu tak ada yang menyangsikan ATC adalah “pemegang kuasa udara”. ATC merupakan singkatan dari Air Traffic Control yang memiliki tugas Utama Pemandu Lalu lintas Udara (ATC=Air Traffic Control) yang tercantum di dalam Annex 2 dan Annex 11 Konvesi Chicago 1944, adalah ; mencegah tabrakan antar pesawat udara, mencegah tabrakan pesawat udara dengan obstacle, mengatur arus lalu lintas pesawat udara yang aman, cepat dan teratur.


Di dalam operasional penerbangan, salah satu bagian penting adalah peran pengatur lalu lintas penerbangan. Air Traffic Service atau pelayanan lalu lintas udara adalah pemanduan dan pengaturan pesawat terbang yang diberikan Air Traffic Control ATC) dengan jalur khusus.

Layanan tsb berlaku untuk pesawat di ground atau yang sedang terbang/melintas dengan menggunakan jalur yang telah ditentukan. Guna mendukung kelancaran pelayanan lalu lintas penerbangan, pada setiap pesawat udara dan bandara yang beroperasi harus dilengkapi dengan fasilitas komunikasi yang memadai.Fasilitas komunikasi penerbangan tsb digunakan untuk komunikasi antara pengatur lalu lintas dan pilot/pesawat, selain itu, antara petugas lalu lintas udara dengan unit lain di bandara tsb maupun dengan petugas pengatur lalu lintas udara di bandara lainnya.


Bagaimana Pemandu Lalu Lintas Udara Menjaga Keselamatan Anda?
SEWAKTU naik pesawat, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sang pilot tahu tujuannya? Boleh jadi, Anda gelisah sewaktu memikirkan bahwa ada puluhan atau ratusan pesawat yang hilir-mudik di angkasa pada waktu yang bersamaan. Bagaimana sampai mereka tidak saling tabrak?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar bagi orang-orang yang bepergian dengan pesawat. Namun, statistik memperlihatkan bahwa mengadakan perjalanan dengan pesawat komersial cukup aman,* sebenarnya bahkan lebih aman ketimbang naik motor atau mobil. Faktor penting yang turut menjaga keselamatan adalah sistem pemandu lalu lintas udara.

Memandu Penerbangan Anda dengan Aman
Sang kapten, atau pilot yang mengendalikan pesawat, adalah yang paling bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan sebuah pesawat. Namun, yang sering terjadi adalah ia tidak dapat melihat pesawat lain terbang di sekitarnya dan tidak mengetahui keberadaan mereka. Untuk alasan inilah, kebanyakan negara mempunyai sistem pemandu lalu lintas udara. Para petugas di darat terus mengikuti setiap fase penerbangan yang beroperasi mengikuti aturan instrumen penerbangan.

Tujuan semua pengaturan ini adalah agar sewaktu sang pilot sibuk dengan tugasnya di kokpit, mata dan telinga banyak petugas di darat dapat terus memantau penerbangan itu. Sang pilot secara berkala berbicara melalui radio, bukan saja dengan para petugas pemandu di bandara keberangkatan dan tujuan, melainkan juga dengan para petugas yang berada di beberapa lokasi tertentu di antara kedua bandara.

Memonitor hal-hal yang belum terlihat sang pilot sangatlah penting pada era pesawat berkecepatan tinggi ini. Bayangkan, ada dua pesawat jet komersial berada pada jalur yang sama dari arah yang berlawanan. Pada saat para pilot saling melihat, mungkin hanya ada waktu beberapa detik untuk mengelak tabrakan! Adalah tanggung jawab pemandu lalu lintas udara untuk mencegah terjadinya hal sedemikian. Jauh sebelum para pilot saling melihat, mereka akan diberi instruksi untuk menjaga jarak yang aman.


Memantau Penerbangan Anda
Pemancar radio di darat yang berfungsi sebagai penunjuk arah menyediakan sinyal-sinyal yang memandu pesawat. Pilot mempunyai instrumen yang menangkap sinyal-sinyal dari pemancar tersebut dan memberi tahu posisinya dengan tepat. Karena pemancar radio tersebut dipasang di berbagai lokasi tertentu, pesawat seolah-olah terbang dari satu titik ke titik lainnya hingga tiba ke tempat tujuan mereka. Sebenarnya, dengan bantuan sistem navigasi ini terciptalah jalur udara yang spesifik.

Para petugas pemandu lalu lintas udara memantau pesawat pada jalur penerbangan ini. Sebelum keberangkatan, para pilot diwajibkan mendaftarkan rencana penerbangan yang memperlihatkan rute penerbangan yang akan mereka tempuh. Pemandu memiliki salinan rute tersebut, yang disebut flight progress strip. Salvador Rafael, seorang kepala pemandu lalu lintas udara, menjelaskan manfaat rencana tersebut, ”Ada titik-titik persimpangan pada jalur penerbangan. Sewaktu seorang pilot terbang di atas titik-titik tersebut, ia harus melaporkan informasi itu ke petugas pemandu. Lalu, petugas akan menandainya pada rute rencana penerbangan.” Dengan demikian, sang pemandu mendapatkan gambaran mental tentang jalur penerbangan itu.

Untuk mendapatkan laporan tersebut, para pemandu menggunakan alat lain—radio. Ia tahu di mana pesawat itu berada, dan sang pilot menerima instruksi yang membantu dia menjaga jarak yang aman dari pesawat lain. Biasanya, para petugas pemandu dan pilot mempunyai beberapa radio serta frekuensi, sehingga jika ada yang tidak berfungsi, yang lain masih dapat mereka gunakan.

Bagaimana dengan penerbangan internasional yang harus menggunakan berbagai bahasa? Untuk menghindari bahaya yang terjadi akibat salah komunikasi, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional telah memilih bahasa Inggris sebagai bahasa baku dalam penerbangan. Selain itu, jika ada kata-kata, huruf, serta angka yang kedengarannya mirip saat disampaikan melalui radio, pemandu lalu lintas udara telah diajarkan untuk menggunakan frasa dan pelafalan yang baku sewaktu memberikan instruksi kepada pilot. Langkah pengamanan lebih lanjut diambil dengan meminta para pilot ”membaca kembali”, atau mengulangi, instruksi tertentu yang diberikan oleh petugas pemandu.

Radar adalah alat lain yang digunakan oleh pemandu lalu lintas udara. Gelombang radio yang mengenai pesawat akan dipantulkan dan ditangkap oleh antena radar. Lalu, pada layar perangkat radar, pesawat akan kelihatan seperti titik-titik atau target. Banyak pesawat diperlengkapi dengan alat transponder, yang mengembalikan sinyal penanda pesawat ke radar. Sewaktu sinyal-sinyal itu digabungkan dengan informasi pada komputer, pesawat itu akan tampil di layar radar, lengkap dengan nomor penerbangan, kecepatan, ketinggian, dan jenis pesawatnya.

Jika pemandu melihat perlunya mengarahkan pesawat agar menghindari tabrakan, ia mempunyai beberapa pilihan. Ia dapat menginstruksikan pilot agar mengubah (1) haluan, atau arah. Ini disebut vectoring. Atau, ia dapat menyarankan untuk mengubah (2) kecepatan jika, misalnya, sebuah pesawat menyalip pesawat lainnya. Cara yang paling umum ia lakukan agar pesawat saling menjaga jarak adalah dengan mengubah (3) ketinggian jelajah.

Sebagai fitur yang membantu menjaga keselamatan, banyak sistem radar mengingatkan para pemandu akan timbulnya situasi yang membahayakan. Misalnya, jika sistem mengantisipasi bahwa dua pesawat terlalu dekat satu sama lain, alarm akan terlihat dan terdengar. Alarm lain akan berbunyi jika sebuah pesawat kelihatannya terlalu dekat ke tanah.

Tujuannya—Keselamatan Anda

Rencana-rencana sudah mulai dibuat untuk meningkatkan sistem pemandu lalu lintas udara. Sistem navigasi di darat sering kali membuat pembatasan yang ketat bagi pesawat untuk mengikuti rute dan ketinggian spesifik. Hal ini memboroskan ruang terbang dan membuat rute penerbangan lebih panjang. Penerbangan kelak akan lebih mengandalkan sistem yang memanfaatkan satelit, seperti GPS (Global Positioning System), yang akan lebih fleksibel dalam mengatur rute pesawat dan lebih mudah memandu penerbangan yang melintasi samudra.

Seperti yang diperlihatkan dalam pembahasan singkat kita tentang pemandu lalu lintas udara, pilot Anda bukanlah satu-satunya orang yang tahu di mana posisi pesawat Anda pada setiap saat. Sebenarnya, ada beberapa orang lain di darat yang memantau gerak laju penerbangan itu. Sistemnya telah dirancang untuk meminimalkan bahaya dan memaksimalkan keselamatan. Tidak heran mengapa tingkat kecelakaan pesawat komersial sangatlah rendah!

Jadi, jika Anda seorang penumpang, janganlah terlalu waswas. Kali berikut Anda mengadakan penerbangan jarak jauh, ingatlah bahwa mata dan telinga para petugas pemandu lalu lintas udara memperhatikan keselamatan Anda. Silakan duduk tenang, rileks, dan selamat menikmati penerbangan Anda!

Intermezzo
Bagi masyarakat awam yang ingin mengetahui bagaimana ATC bekerja dan peran pentingnya ATC dapat melihat “sinetron” korea Take Care Of Us, Captain. Di melodrama tersebut digambarkan dengan tepat tentang mekanisme bekerja ATC yang melakukan pengaturan lalu lintas udara di menara untuk aerodrome control tower agar dapat melihat dengan jelas keadaan landas pacu sedang untuk approach control unit dan area control center berada di ruangan yang letaknya berdekatan dengan menara untuk memudahkan koordinasi. |||0|||0
Share:

PENGERTIAN PERANG SIMETRIS DAN ASIMETRIS

Konflik Gaza dan Israel bukan hanya menjadi isu panas dikancah pemberitaan Internasional, tapi juga disilain para pengamat militer juga memberikan pandangannya sendiri mengenai konsep peperangan yang lagi hits sekarang yakni Perang Asimetris dan Perang Simetris. manakah yang paling unggul..?

Perang asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan daricara berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang berlaku,dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspekastagatra (perpaduan antara trigatra (geografi, demografi, dan sumber daya alam), dan pancagatra; ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya).Perang asimetri selalu melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih,dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang

Strategi dalam perang asimetris tidak mendasarkan pada kekuatan senjata.Banyak faktor yang menyebabkan kelompok yang lemah dalam hal persenjataan, strategi dan taktik tempur, keluar sebagai pemenang dalamperang asimetris. Kekuatan opini publik, pengaruh massal, pengakuan luar negeri, pemanfaatan teknologi informasi, penguasaan media massa hinggapenggunaan kosakata menjadi senjata ampuh yang digunakan dalam perang asimetris. Dalam perang Hamas-Israel, kelompok Hamas yang telah dicaporganisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Barat, tidak pernah menyerahmenghadapi agresor Israel. Justru, dibalik kelemahan-kelemahan Hamas dalam persenjataan, ada kekuatan yang tidak terkalahkah, yakni opini publikyang menyebutkan bahwa aktivis Hamas adalah pejuang Palestina dan Israeladalah negara penjajah. Hamas pun senantiasa menjaga kepercayaan rakyatdi Jalur Gaza dengan menerapkan pemerintahan yang jujur, adil danmerangkul semua pihak. Dengan begitu, rakyat Gaza merasakan kehadiran sosok pemimpin yang bisa melindungi mereka, meski pada kenyataannyabanyak warga sipil Gaza yang tewas akibat digempur oleh pasukan Israel.Kekuatan opini publik yang dilakukan banyak aktivis dunia terkait Gaza,menjadikan posisi Israel tersudut. Amerika Serikat dan sekutunya pun tidakbisa berbuat banyak saat Majelis Umum PBB harus menerima kenyataan 138negara menyetujui status Palestina sebagai observer di PBB

Sedangkan perang simetris (konvensional) adalah kebalikan dari perang asimetris yakni perang antara dua kekuatan yang sebanding jika ini terjadi maka tentu akan mengakibatkan dampak kehancuran yang luar biasa namun itu sangatlah jarang terjadi bahkan banyak Negara berupaya meminimalisirnya atau mencegahnya. Konsep perang simetris inilah yang mengilhami perkembangan teknologi militer zaman sekarang yang lebih efektif dengan memanfaatkan seluruh konsep pertempuran dan aspek-aspek astagatra.

Meskipun gaya dan taktik telah berubah, perang konvensional  masih tetap diterapkan hingga sekarang namun konsepnya lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman seperti angkatan laut dan angkatan udara yang sama diatur dan dikonfigurasi (mengenakan seragam reguler lengkap dengan pangkat serta kedudukannya di dalam militer) serta mengikuti prinsip-prinsip Clausewitzian mengenai subordinasi dalam berpolitik ataupun berperang  atau kata lainnya pertempuran sebagai wakil pemerintah yang berusaha untuk mewujudkan kepentingan negara.

Salah satu contoh perang simetris adalah perang Dunia I dan II yang terjadi antara pasukan militer di mana kedua belah pihak diatur dengan cara yang sama dalam hal menguasai / mendapatkan atau mempertahankan kontrol suatu berdaulat negara. Point yang perlu di ingat adalah Keberhasilan peperangan Simetris ditandai dengan adanya perubahan strategi dan gaya berperang atau yang biasa disebut (Asimetris). Salah satu contohnya adalah tidak ada lagi perbedaan antara masyarakat sipil dengan militer bersenjata ini yang menandakan cirri cirri perang asimetris . contoh lainnya adalah pada perang teluk tentara amerika kewalahan menghadapi teknik gerilya yang dilakukan tentara irak  selain itu tentara Amerika dibuatnya tertekan dimata dunia dengan keberhasilan kampanye propaganda irak untuk meyakinkan dunia.

Kalau berbicara keunggulan antara perang simetris dengan asimetris ini sangatlah susah Karena penerapannya berbeda. keuntungan perang simetris adalah mampu melakukan rekayasa teknologi untuk mengantisipasi perang asimetris tapi tidak untuk sebaliknya. Dari uraian tersebut baik perang asimetris maupun simetris bukanlah konsep baru, itu sama tuanya dengan perang itu sendiri namun yang membedakannya adalah kemampuan melakukan rekayasa teknologi untuk meminimalisir kerugian atau dampak dari suatu peperangan. |||0|||0

berfikir sederhana :

Simetrik = Perang antara Negara dengan Negara
Asimetrik = Perang antara Kelompok dengan Negara

Dari dua pengertian sederhana tersebut tidak bisa diambil acuan karena konsep perang asimetris dan simetris itu sangat luas maknanya 
Referensi 
Dewan Riset Nasional (DRN), 2008,Suatu Pemikiran tentang Perang  Asimetris(Asymetric Warfare), Jakarta. 
Kukuh Suharwiyono, definisi tentang perang asimetris.
Wikipedia.com
Quora.com/military strategy/is Traditional Symemetric warfare dead
Share:

7 TEKNOLOGI YANG MENGUBAH METODE PEPERANGAN DI DUNIA

Perang memiliki sejarah yang panjang dari peradapan manusia, namun teknologi peperangan konvensional seperti tombak, busur dan anak panah tidak lagi menjadi andalan dalam medan pertempuran, kemajuan teknologi telah menyebabkan rekayasa besar besaran dan semakin canggih dari tahun ke tahun. berikut adalah tujuh teknologi yang telah mengubah metode peperangan di dunia.

Ilustrasi Foto Ledakan Bom Nuklir

BOM NUKLIR
Bom nuklir adalah senjata yang paling merusak umat manusia. Hulu ledak ini mempunyai daya rusak yang luar biasa dari reaksi ledakan nuklir.
Senjata nuklir atau bom nuklir pertama di dunia dikembangkan oleh fisikawan yang bekerja di Proyek Manhattan selama Perang Dunia II. Proyek manhattan mulai dikerjakan pada tahun 1939 dan menjadi salah satu penelitian rahasia yang paling terkenal pada saat itu. Bom nuklir pertama kali di ujicoba dan diledakkan pada tanggal 16 Juli 1945. test tersebut diberinama Test Trinity di pangkalan udara almogordo di new mexico. ledakan itu menciptakan awan jamur besar dengan daya ledak bom setara lebih dari 15.000 ton TNT.
Pada bulan Agustus 1945, dua bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Pemboman secara efektif tersebut itulah yang mengakhiri Perang Dunia II, Sampai saat ini, pengeboman Hiroshima dan Nagasaki tetap menjadi satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam perang.

Foto Rudal Anti Satelit Milik Cina

RUDAL ANTI SATELIT (ASAT)
A-SAT adalah Rudal yang dirancang untuk menghancurkan satelit mata mata ataupun satelit yang digunakan sebagai  transmiter/reciver berbagai drone ataupun rudal canggih lainnya. Selama Perang Dingin, AS dan Uni Soviet keduanya mengembangkan senjata ruang angkasa, karenanya ketegangan politik pun meningkat.
Sementara itu teknologi anti satelit ternyata tidak hanya di miliki AS dan Rusia namun China  tahun 2007 berhasil menguji coba rudal anti-satelit dengan menghancurkan salah satu dari satelit cuaca mati di negara itu.

Foto Refleksi tangkapan radar pada pesawat Stealth

PESAWAT SILUMAN

Seperti namanya Pesawat siluman dirancang untuk membantu pilot menghindari deteksi tangkapan radar musuh dengan cara membiaskan  pantulan gelombang radar selain itu ada beberapa metode lain yang digunakan untuk membuat pesawat siluman diantranya Rekayasa bentuk (shape) seperti bentuk pada F117.Rekayasa material (Radar Absorbant Material) seperti pada U2 (generasi awal). Rekayasa teknologi lainnya : plasma stealth, efek pertama kali muncul di satelit sputnik Rusia, namun untuk pesawat sepertinya masih dirahasiakan. Teknologi siluman dinilai mampu meningkatkan kemungkinan serangan yang sukses, karena musuh memiliki waktu yang sulit untuk mengidentifikasi
Perkembangan teknologi siluman kemungkinan dimulai di Jerman selama Perang Dunia II, tetapi beberapa contoh modern yang paling terkenal dari pesawat siluman Amerika termasuk F-35 Lightning II, F-22 Raptor dan B-2 Spirit
Foto Simulasi Kemampuan Rudal Tomahawk

RUDAL PINTAR

Rudal Tomahawk adalah jenis rudal pintar jelajah jarak jauh dirancang untuk terbang pada ketinggian yang sangat rendah pada kecepatan subsonik, rudal ini digunakan untuk menyerang berbagai sasaran permukaan pada kecepatan sekitar 550 mil per jam (880 km / jam)dengan menggunakan penerima satelit GPS untuk menentukan target secara lebih akurat.
rudal Tomahawk pertama kali digunakan pada Operasi Badai Gurun pada tahun 1991

Foto Kapal Selam

KAPAL SELAM
Kapal Selam adalah kapal yang melandasi teknologi baru dalam perang bawah laut. Pada tahun 1954, Angkatan Laut Amerika Serikat membuat sejarah baru dengan meluncurkan kapal selam pertama bertenaga nuklir bernama Nautilus. Nautilus pun menjadi kapal selam pertama yang berhasil melintasi Kutub Utara pada tahun 1958. Prestasi lain diukir oleh kapal selam Triton yang berhasil mengarungi seluruh lautan di dunia pada tahun 1960. Kapal ini mampu melintasi jarak sejauh 66.970 km dalam waktu 84 hari saja. Bukan hanya Amerika Serikat, Uni Soviet juga mempunyai sekitar 350 kapal selam, dengan sekitar 60 kapal selam yang dipersenjatai rudal balistik.
Saat ini, militer menggunakan kapal selam untuk membawa rudal, melakukan pengintaian, mendukung serangan darat, dan membangun blokade.
Foto penerapan Fly by Wire pada pesawat tempur

FLY BY WIRE

sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah, tetapi hal ini tidak berarti hanya menggantikan penggerakan oleh otot manusia diganti oleh pergerakan motor elektris/hidrolis. system fly by wire juga mempunyai komputer untuk mengolah data yang dipasok dari berbagai sensor dibadan pesawat sehingga kadang kadang kinerja system fly by wire secara detail tidak sinkron dengan keinginan operator, system fly by wire paling umum dijumpai pada pesawat terbang.  fly-by-wire sistem secara otomatis dapat membantu menstabilkan pesawat terbang, tanpa bergantung pada input manual dari pilot

Foto Drone Predator yang terkenal di dunia

DRONE 
Drone tempur, atau kendaraan udara tak berawak, memungkinkan pasukan untuk menghabisi musuh tanpa harus berada pada garis depan medan perang. Dengan demikian membantu militer membatasi jumlah kematian tempur.

Dalam militer AS, penggunaan drone sedang berkembang di semua cabang kekuatan operasional. |||0|||0
Share:

PERISTIWA TERTEMBAKNYA PESAWAT MATA-MATA U2 CIA DI LANGIT SOVIET

Gambar Pesawat Lockheed U-2 CIA.
Sudah 54 Tahun telah berlalu sejak pesawat yang dikemudikan pilot AS, Francis Gary Powers ditembak jatuh di atas langit Uni Soviet dan menjadi titik balik dalam Perang Dingin, namun kabut misteri masih menyelimuti kejadian itu hingga saat ini. Sebuah pesawat mata-mata U2 AS kala itu tengah menjalankan misi untuk merekam tampak atas pangkalan-pangkalan militer Uni Soviet. Di tengah berlangsungnya misi, mendadak pesawat tersebut dihantam oleh peluru kendali darat Uni Soviet.

Padahal, CIA sempat menyebut pesawat itu sebagai "pesawat kebal" alias tak dapat dijatuhkan. U2 adalah pesawat amat rahasia dan merupakan mahakarya teknologi dirgantara pada zamannya. Pesawat tersebut dirancang untuk dapat terbang melintasi wilayah Uni Soviet tanpa terdeteksi, mengambil sejumlah gambar di ketinggian yang tidak mampu dijangkau peluru kendali dan pesawat tempur Uni Soviet. Proyek ini dikerjakan dengan penuh rahasia. Para staf dan tekhnisi pun diwanti-wanti untuk tak bicara kepada siapa pun termasuk istri mengenai proyek ini. Pembiayaannya melalui jalur inkonvensional seperti mengirim cek via pos dan sebagainya. 

 

Foto Pakaian Pilot U-2 CIA

U-2 dirancang untuk melakukan misi mata-mata diketinggian 70.000 kaki atau sekitar 21 kilometer diatas permukaan laut.  Kenapa harus 70.000 kaki ? Karena rudal darat ke udara yang sering menjadi ancaman pesawat  terbang tak bisa melesat lebih tinggi dari 60.000 kaki, demikian penjelasan para insinyur Lockheed. Sayapnya merentang sepanjang 80 kaki yang mampu menyimpan 1.350 galon bahan bakar. Sedangkan mesinnya dikerjakan oleh Prat & Whitney, sebuah perusahaan pembuat mesin pesawat di Hartford, Connecticut. Pakaian pilotnya pun khas, dan mirip seragam astronot berwarna oranye yang dilengkapi lifevest, oksigen darurat, dan sebagainya, begitu pula dengan helmnya. Berbicara mengenai “matanya”, pesawat dilengkapi kamera eletro optik beresolusi tinggi yang tersimpan dibagian perut. U-2 sendiri memiliki bermacam-macam kamera untuk berbagai keperluan. Versi orisinil dari deretan kamera U-2 adalah “B-camera”  yang dirancang khusus oleh Dr. Edwin Land, penemu kamera polaroid, serta astronom Harvard, Dr.James Baker pencipta lensa supersensitif.

Gambaran dari keunggulan B-camera yaitu dapat memotret obyek seukuran koran dengan resolusi yang amat jelas dari ketinggian jelajah 70.000 kaki. Proyek pembuatan U-2 dan instalasi mata-matanya dikerjakan di hangar Lockheed di Burbank dengan kode sandi Aquanote. Pesawatnya sendiri diberi kode The Angel. Dikerjakan oleh 23 enjinir yang dipimpin oleh Benjamin Rich dengan penanggung jawab proyek Clarence “Kelly” Johnson.  Proyek ini dinamakan Skunk Works. U-2 uji coba terbang pertama pada tanggal 2 Agustus 1955, namun baru pada tanggal 4 Agustus dapat benar-benar terbang hingga ketinggian 8.000 kaki dengan pilot Tony Le Vier yang merupakan kepala pilot penguji pada Skunk Works.


Gambar Bangkai pesawat U-2 di Musium Soviet a.k.a Russia

 U-2 terbang dengan misi perdana pada tanggal 4 Juli 1956, bertepatan dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Pilot pertama misi ini adalah Harven Stockman, dari CIA. Detasemen pertama pesawat ini dinamakan “The First Weather Reconnaisance Squadron” , pura-pura untuk meneliti cuaca. Berlokasi di pojok yang tersembunyi  lanud Weisbaden, Jerman Barat dengan penjagaan ketat CIA bersenjata. U-2 terbang melintasi Polandia bagian utara, masuk ke wilayah Belarussia, melewati kota Minsk kemudian berbelok kiri memasuki kota Leningrad (sekarang dikenal dengan St. Petersburg).

Sejak penerbangan perdananya rupanya Uni Sovyet sudah dapat mengendus dengan radarnya. Tapi mujur pesawat-pesawat U-2 masih dapat kembali ke pangkalannya dengan selamat. Hingga pada 1 Mei 1960 misi mata-mata U-2 berlanjut lagi dan naas pun menimpa skuadron ini.


Pada tanggal 1 Mei 1960, sebuah peluru kendali yang ditembakkan dari darat mampu menembak dan menjatuhkan pesawat U2 dari angkasa. Peristiwa itu sontak menjadi sorotan utama dan dapat mempengaruhi hubungan internasional dan kebijakan di AS dan Uni Soviet selama bertahun-tahun. "Saya ingat komandan menoleh pada saya dan mengatakan bahwa saya harus bersiap-siap menghadapi target nyata," kenang Mikhail Voronov, seorang purnawirawan perwira Tentara Merah Soviet.

"Biasanya, ketegangan amat sangat terasa. Kami tidak tahu pasti bahwa pesawat itu hanya pesawat mata-mata. Bagaimana jika pesawat itu mengangkut bom? Ketika pesawat itu jatuh, kami semua merasakan kemenangan."

Begitu pesawat itu tertembak, sang pilot, Francis Gary Powers, mampu menyelamatkan diri. Ia turun dengan parasut dan ditangkap sesaat setelah mendarat di wilayah Uni Soviet. Powers, yang bertolak dari sebuah pangkalan militer AS di dekat kota Peshawar, Pakistan, berhenti sejenak di pangkalan udara Incirlik Turki sebelum menuju pegunungan Ural, ia ditembak jatuh di atas kawasan Sverdlovsk.

AS berasumsi bahwa pilot tersebut tewas dan pesawat itu dihancurkan, AS kemudian mengeluarkan pernyataan terperinci yang mengklaim bahwa penyebab jatuhnya pesawat mata-mata tersebut adalah masalah udara karena sang pilot "kesulitan mendapat oksigen." Tapi, itu adalah kebohongan yang berisiko.CIA yakin benar bahwa Powers telah tewas. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Lincoln White berupaya menciptakan kesan bahwa penerbangan itu adalah sebuah misi penerbangan sipil yang keluar jalur. "Amat mungkin bahwa pesawat itu memasuki mode pilot otomatis dan menempuh jarak yang jauh, lalu secara tidak sengaja melanggar wilayah udara Uni Soviet," kata White kala itu.

Foto dari Francis Gary Powers saat tertangkap oleh Russia

Gambar Francis Gary Powers bersama Pesawat U-2 sebelum Take Off

Yang tidak disadari AS, bukan hanya Powers - sang pilot - masih hidup dan diinterogasi Uni Soviet, namun masih banyak bagian-bagian pesawat mata-mata tersebut yang masih utuh, lengkap dengan perlengkapan spionse, termasuk sebuah kamera pengintai untuk mengambil gambar. Kejadian tersebut memperburuk hubungan AS - Uni Soviet dan membuat pemerintahan Eisesnhower malu besar karena tertangkap basah membohongi publik. Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev mengumumkan penangkapan tersebut dalam pidato di hadapan parlemen Uni Soviet. Ia mengancam AS jika tidak bersedia menghentikan misi mata-mata CIA-nya.

"Jangan coba-coba terbang ke Uni Soviet! Jangan coba-coba terbang ke negara sosialis!" kata Krushchev. "Hormatilah kedaulatan negara dan ketahuilah batasan kalian! Karena jika tidak, kami akan menyerang!"

Powers pada akhirnya dijatuhi hukuman kurungan 10 tahun karena kegiatan spionase, namun ia ditukarkan dengan seorang tahanan KGB (intelijen Uni Soviet) beberapa tahun kemudian dalam sebuah pertukaran tahanan mata-mata tingkat tinggi.Sekembalinya ke Amerika Serikat, Powers tidak disambut layaknya sambutan yang diberikan pada seorang pahlawan, sebagian besar dikarenakan kesalahan informasi yang dikeluarkan kedua belah pihak.


"Ketika ayah saya pulang ke rumah, dia amat terkejut saat membaca bahwa ada banyak tulisan editorial di media massa yang menyebutkan bahwa beliau telah membelot (kepada Uni Soviet)," kenang Francis Gary Powers Jr.

"Beliau mendaratkan pesawat itu dengan utuh. Mereka kira ayah saya kehilangan nyali dan memberitahukan segalanya kepada Soviet. Jadi, ayah saya sedikit terkejut ketika mengetahui hal itu. Beliau kecewa kala itu, karena pemerintah Amerika tidak membantu memperbaiki citranya," tambah Powers Jr. Powers adalah seorang veteran Perang Korea, dia adalah salah satu pilot pertama yang melakukan misi pengintaian AS kala itu. Powers memiliki jam terbang cukup tinggi sebelum ditembak jatuh pada 1960. Putranya, Francis Gary Powers Jr. dilahirkan lima tahun setelah ayahnya ditangkap Uni Soviet. Powers Jr. mengatakan bahwa ayahnya adalah sosok pria sederhana.

"Ayah saya adalah orang biasa. Beliau dibesarkan di sebelah barat daya Virginia. Beliau adalah anggota pertama keluarga saya yang berkuliah. Beliau ingin menjadi penerbang sejak usia kecil, setelah lulus kuliah pada 1950, beliau mendaftar masuk Angkatan Udara," kata Francis Gary Powers Jr.

"Ayah saya sedikit pemalu, orang yang tertutup. Beliau tidak suka berbicara di hadapan banyak orang. Namun, itu semua berubah ketika beliau ditembak jatuh dan disidang di Uni Soviet, lalu pulang dan berceramah dan tampil di hadapan umum. Tapi, beliau kebanyakan lebih suka sendirian atau dikelilingi kawan-kawan dekat."

Powers Jr. menjabarkan apa yang mendorong ayahnya, yang waktu itu masih muda, untuk meninggalkan Angkatan Udara dan mulai bekerja untuk CIA.

"Ayah mengisyaratkan bahwa beliau menyukai tugas sebagai pilot Angkatan Udara dan misi-misinya. Namun, ketika beliau didekati CIA dan diminta menerbangkan pesawat baru yang amat rahasia, melakukan sesuatu yang patriotik untuk negara dan dibayar lebih dari gaji di AU, beliau menjadi termotivasi untuk mencalonkan diri sebagai sukarelawan program U2.

50 tahun berlalu, kejadian itu masih menimbulkan intrik besar. Kisah nyata mengenai mata-mata, dusta dan keberhasilan Uni Soviet yang dikenang sepanjang zaman. |||0|||0
Share:

CELURIT, OPERASI INTELIJEN PEMBERANTASAN KEJAHATAN

Foto sebagai Ilustrasi.
Dalam sejarah Indonesia Orde Baru, militer secara tersembunyi pernah menyatakan perang terhadap kejahatan, yang semestinya merupkan urusan polisi dan lembaga-lembaga peradilan. Pernyataan perang itu muncul dalam bentuk pembinasaan para pelaku atau yang disangka sebagai pelaku, tidak kejahatan pembinasaan tersembunyi yang berlangsung dari awal 1983 hingga awal 1985 yang konon menelan korban 10.000 jiwa. Ini lazim disebut penembakan misterius (petrus) .

Pada tahun 1983 ketika pertumbuhan ekonomi indonesia merosot tajam akibat dari berakhirnya bonaza minyak sementara arus migrasi ke kota kota besar semakin meningkat, angka pengangguran di perkotaan menjadi cukup tinggi, angka pengangguran di perkotaan menjadi cukup tinggi. Kondisi sosial ekonomi semacam ini merupakan faktor utama meningkatnya angka kejahatan di perkotaan Tingkat.

Kriminalitas yang terjadi pada waktu itu, yang bentuknya semakin menarah pada kejahatan dengan kekerasan, semakin meresahkan masyarakat . Rasa tidak aman kian merasuk ke dalam kehidupan sehari hari masyarakat kota kota besar. Mungkin karena dihadapkan pada situasi yang demikian inilah masyarakat menyambut petrus secara positif dengan kata lain ada macam dukungan publik terhadap petrus.

Dampak langsung dan nyata dari petrus memang dirasakan segera masayrakat, yakni menurunnya angka kejahatan dan semakin pulihnya kembali rasa aman. Ini berarti aktivitas petrus mendapat pengakuan sosial, ini berarti pula keterlibatan militer dalam mengatasi masalah kejahatan dengan menggunakan kekerasan secara di luar prosedur hukum memperoleh semacam legitimasi sosial. Dengan kata lain penanganan masalahg sosial secara militeristik, yang senantiasa melihat setiap masalah dari sudut “keamanan” semata mata, telah diterima sebagai suatu yang sah, padahall masalah ini memiliki dimensi yang sangat kompleks.

Operasi di Yogyakarta
Pada tahun 1980-an suasana kota Yogyakarta tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Para preman yang selama dikenal sebagai gabungan anak liar (gali) dan menguasai berbagai wilayah operasi tiba-tiba diburu tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OM) yang kemudiart dikenal sebagai penembak misterius (Petrus). Ketika melakukan aksinya tak jarang suara letusan senjata para penembak misterius terdengar oleh masyarakat sehingga suasana tambah mencekam. Mayat para korban penembakan atau pembunuhan misterius itu umunya mengalami luka di kepala serta leher dan dibuang di lokasi yang mudah ditemukan penduduk. Ketika ditemukan, mayat biasanya langsung dikerumuni penduduk dan menjadi head line media massa yang terbit di Yogyakarta.

Berita tentang terbunuh-nya para tokoh gali itu sontak menjadi heboh dan menjadi bahan pembicaraan di semua wilayah DIY hingga ke pelosok-pelosok kampung. Meskipun merupakan pembunuhan misterius, hampir semua penduduk Yogyakarta saat itu paham bahwa pelaku atau eksekutornya adalah aparat militer dan sasarannya adalah para gali terkenal. Disebut sebagai gali terkenal karena tokoh di dunia kejahatan itu secara terang-terangan menguasai satu lokasi, memungut uang dari lokasi yang menjadi kekuasaannya, bisa seenak hati menganiaya orang yang dianggap melawan, merampok atau melakukan kejahatan lainnya secara terang-terangan, dan kadang-kadang polisi setempat tidak berani bertindak karena pengaruh si tokoh gali demilcian besar. Terbunuhnya para tokoh gali secara misterius sebenarnya membuat warga senang tapi para gali yang hanya memakai status itu sebagai ajang gagah-gagahan menjadi sangat ketakutan.

Aparat keamanan di Yogyakarta memang mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan OPK (Operasi Penumpasan Kejahatan) terhadap para gali, tapi siapa tim OPK yang menjalankan tugas tidak pernah diberi tahu dan hingga kini masih tetap misterius. Aparat militer di Yogyakarta saat itu terpaksa turun tangan untuk melakukan pembersihan mengingat tindak kejahatan para gali sudah keterlaluan bahkan masyarakat cenderung lebih takut terhadap para gali dibandingkan aparat kepolisian. Turunnya aparat militer dalam operasi OPK itu diakui sendiri oleh Letkol M. Hasbi yang saat itu menjabat sebagai komandan Kodim 0734 yang juga merangkap Kepala Staf Garnisun Yogyakarta. Meskipun cara kerja tim OPK itu tidak pernah diumumkan, modus operandinya mudah ditebak. Tim OPK melakukan briefing terlebih dahulu, menentukan sasaran yang akan disikat, melaksanakan penyergapan pada saat yang paling tepat, saat korban berhasil ditemukan langsung ditembak mati atau dibawa ke suatu tempat dan dieksekusi. Mayat korban yang tewas biasanya langsung dimasukkan karung atau dilempar ke lokasi yang mudah ditemukan. Hari berikutnya tim OPK bisa dipastikan akan mengecek hasil operasinya lewat surat kabar yang terbit hari itu sambil memberikan penilaian terhadap kehebohan yang berlangsung di masyarakat.

Aksi OPK melalui modus Petrus itu dengan cepat menimbulkan ketegangan dan teror bagi para pelaku kejahatan secara nasional karena korban OPK di kota-kota lainnya juga mulai berjatuhan. OPK yang berlangsung secara rahasia itu secara psikologis justru merupakan tindakan menekan angka kriminalitas yang dilaksanakan terang-terangan. Di tingkat nasional sendiri operasi rahasia untuk menumpas para bromocorah itu malah bisa dirunut secara jelas meskipun pelakunya tetap misterius. Pada tahun 1982 misalnya, Presiden Soeharto memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya saat itu, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keberhasilannya membongkar aksi perampokan yang meresahkan masyarakat. Selain mampu membongkar aksi perampokan, Anton Soedjarwo juga dinilai sukses dalam melancarkan aksi OPK.

Pada bulan Maret tahun yang sama pada acara khusus yang membahas masalah pertahanan dan keamanan, Rapim ABRI, Presiden Soeharto bahkan meminta kepada Polri (masih menjadi bagian dari ABRI) untuk mengambil langkah pemberantasan yang efektif dalam upaya menekan angka kriminalitas. Keseriusan Soeharto agar Polri/ ABRI menggencarkan operasi yang efektif untuk menekan angka kriminalitas bahkan kembali diulangi dalam pidato kenegaraan yang berlangsung pada 16 Agustus 1982. Karena permintaan atau perintah Soeharto disampaikan pada acara kenegaraan yang istimewa, sambutan yang dilaksanakan oleh petinggi aparat keamanan pun sangat serius. Permintaan Soeharto itu sontak disambut oleh Pangkopkamtib Laksamana Soedomo melalui rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta yang berlangsung di Markas Kodam Metro Jaya 19 Januari 1983. Dalam rapat yang membahas tentang keamanan di ibukota itu kemudian diputuskan untuk melaksanakan operasi untuk menumpas kejahatan bersandi Operasi Celurit di Jakarta dan sekitarnya. Operasi Celurit itu selanjutnya diikuti oleh Polri/ABRI di masing-masing kota serta provinsi lainnya. Para korban Operasi Celurit pun mulai berjatuhan. Salah satu modus untuk melumpuhkan penjahat yang dilaksanakan oleh tim OPK adalah menyuruh preman yang sudah ditangkap untuk lari dan kemudian baru ditembak. Preman yang lari kadang diteriaki sebagai maling sehingga menjadi sasaran amuk massa.

Selama sebulan OPK di Yogyakarta, paling tidak enam tokoh peniahat tewas terbunuh. Para korban OPK yang ditemukan tewas itu rata-rata dengan luka tembak mematikan di kepala dan lehernva. Dua di antara korban OPK yang berhasil diidentifikasi adalah mavat Budi alias Tentrem (29) dan Samudi Blekok alias Black Sam (28). Mayat Budi yang dulu ditakuti dan dikenal lewat geng Mawar Ireng-nya ditemukan dalam parit di tepi jalan di daerah Bantul, Selatan Yogyakarta, tepat pada awal tahun 1985. Sedangkan mayat Black Sam diketemukan tergeletak di semak belukar di kawasan Kotagede yang tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Dari cara membuang mayatnya, jelas ada semacam pesan yang ditujukan kepada para bromocorah di Yogyakarta, agar segera menyerahkan diri atau menemui ajal seperti rekan-rekannya. Selama OPK paling tidak ada 60 bromocorah Yogyakarta yang menjadi korban Petrus. Sebagian besar tewas tertembak dan beberapa di antaranya terbunuh oleh senjata tajam. Sejumlah korban bahkan diumumkan oleh aparat keamanan tewas akibat keroyokan massa. Salah satu korban yang diklaim aparat keamanan tewas akibat keroyokan massa adalah bromocorah bernama Ismoyo.

Selama hidupnya Ismoyo dikenal sebagai gali elite karena lulusan Fakultas Sosial Politik UGM dan berstatus PNS. Sebagai ketua kelompok preman yang sering memalak angkutan kota di daerah kekuasaannya, gali elite itu kemudian diambil oleh aparat keamanan untuk diinterogasi. Namun, menurut versi aparat, Ismoyo mencoba lari dan kemudian tewas dikeroyok massa. Modus menyuruh bromocorah lari lalu diteriaki maling atau kemudian malah dihujani tembakan merupakan cara standar bagi tim OPK untuk menuntaskan tugas membereskan buruannya. Cara lain untuk memberikan shock therapy kepada kaum bromocorah adalah dengan menembak korbannya puluhan kali. Cara ini diterapkan tim OPK saat menghabisi pentolan gali Yogyakarta, Slamet Gaplek. Berdasar informasi, Slamet konon kebal peluru. Slamet Gaplek sempat mencoba melarikan diri dengan cara mematahkan borgol namun akhirnya tersungkur setelah diterjang lebih dari 20 peluru di tubuhnya. Korban yang tewas dengan cara mengenaskan itu kemudian dibuang di tempat yang mudah ditemukan sehingga esoknya langsung menjadi berita besar di surat kabar sehinga efek shock therapy-nya bisa berpengaruh secara maksimal.

OPK di Semarang
Operasi Pemberantasan Kejahatan yang berlangsung di Semarang (1983) bisa menunjukkan bahwa para preman yang dahulu pernah diorganisir untuk kepentingan politik, seperti sebagai pendukung partai politik tertentu, ternyata tetap menjadi sasaran Petrus ketika dianggap sudah tak berguna. Sebagai salah satu contoh adalah tokoh preman bernama Bathi Mulyono. Di dunia hitam mantan preman yang pernah malang-melintang di Semarang ini sudah sangat terkenal sehinga saat keluar dari penjara, Bathi langsung menduduki jabatan ketua Yayasan Fajar Menyingsing. Organisasi massa itu menghimpun ribuan residivis dan pemuda yang berada di kawasan Jawa Tengah. Yayasan Fajar Menyingsing secara politik cukup berpengaruh dan di-beking oleh para petinggi Jawa Tengah waktu itu seperti Gubernur Supardjo Rustam, Ketua DPRD Jawa Tengah Widarto dan pengusaha Soetikno Widjoyo. Berkat restu para elite penguasa daerah itu Bathi bisa menjalankan bisnisnya secara lancar mulai dari jasa broker keamanan hingga menguasai lahan parkir di wilayah Jawa Tengah. Walau mantan bromocorah, Bathi bisa hidup makmur dan sehari-hari mengendarai mobil jeep Toyota Hardtop.

Hubungan yang dibangun antara elite dengan para preman pun bergerak’lebih jauh dan tidak hanya sekadar relasi bisnis belaka Para elite politik mulai menggunakan para preman yang sudah terbiasa berkecimpung di dunia kekerasan itu. Para preman dari Fajar Menyingsing pun mulai digunakan sebagai kelompokkelompok milisi yang diberdayakan pada saat musim kampanye pemilu tiba. Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai generator politik Orde Baru banyak menggunakan jasa para preman untuk menggalang massa dan mengamankan jalannya kampanye. Peran Bathi dan kawan-kawannya sebagai salah satu kelompok massa yang digunakan oleh Golkar adalah dalam kampanye Pemilu yang berlangsung pada tahun 1982. Tugas Bathi dan rekannya adalah memprovokasi massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sedang berkampanye di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, agar muncul kerusuhan. Insiden kekerasan pun pecah dan sejumlah korban jatuh. Beberapa orang yang dianggap sebagai perusuh ditangkap tapi Bathi dan sejumlah rekannya lolos. Insiden itu bahkan membuat Presiden Soeharto marah dan menyalahkan petinggi Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) waktu itu, All Moertopo.

Modus untuk melumpuhkan tokoh gali kadang kerap dilaksanakan ditempat seperti eksekusi saat si "gali" sedang nongkrong di warung. Eksekusi semacam itu hanya bisa dilakukan oleh penembak terlatih dan berpengalaman.

Berkat perlindungan para elite politik Bathi merasa aman, bahkan ketika OPK mulai berlangsung di kota Semarang. Namun rasa aman Bathi mulai memudar ketika OPK yang digelar di Semarang ternyata menyasar pada rekan-rekan dekatnya sebagai pengurus Yayasan Fajar Menyingsing. Rekan-rekan Bathi yang kemudian hilang secara misterius dan diyakini sebagai korban Petrus antara lain Edy Menpor dan Agus TGW. Rasa aman Bathi benar-benar buyar pada suatu malam di bulan Juli 1983, ketika sedang mengemudikan mobilnya melintas di Jalan Kawi, Semarang, tiba-tiba dua motor menyalip sambil melepaskan tembakan. Dua peluru yang berhasil menembus mobil ternyata tak mengenai tubuh Bathi. Sadar bahwa dirinya telah menjadi target OPK, Bathi segera tancap gas melarikan diri dan kemudian bersembunyi di Gunung Lawu. Bathi baru berani turun gunung setelah OPK mereda. Bathi menjadi salah satu target OPK yang masih hidup hingga kini.

Selama dalam pelariannya Bathi bahkan mengalami kejadian konyol yang berkaitan erat dengan OPK. Suatu kali Bathi menyetop kendaraan pick up terbuka dan kemudian duduk di antara sejumlah karung yang tergeletak di lantai bak mobil. Sejumlah orang tampak duduk di belakang dan dalam kondisi diam. Secara tak sengaja Bathi sempat menduduki salah satu karung dan kemudian kaget setengah mati karena mendengar suara mengaduh dari dalam karung itu. Bathi mulai berpikir tentang suara mengaduh dari dalam karung dan yakin bahwa mobil pick up sedang membawa korban yang menjadi target OPK. Bathi merasa mujur karena orangorang yang berada di dalam pick up tak mengenali dirinya. Sebelum jati dirinya terungkap, Bathi minta turun dan kemudian menghilang ke dalam hutan sambil sesekali melihat pergerakan mobil pick up tersebut. Tak lama kemudian Bathi mendengar serentetan ternbakan dan yakin para eksekutor tengah menghabisi korbannya.

Jakarta dan kola lainnya

Korban OPK di kota Jakarta tak kalah banyak karena mayatmayat korban pembunuhan yang ditemukan di berbagai tempat terus saja menjadi berita suratsurat kabar dan buah bibir warga Ibukota. Mayat yang tewas dalam kondisi kepala atau dada ditembus peluru itu memiliki tanda khusus berupa sejumlah tato di tubuhnya. Ciri khas mayat yang ditemukan di Jakarta adalah mengambang di dalam karung yang hanyut di sungai dan saat dibuka korbannya pasti terikat tangannya serta memiliki tato di tubuhnya. Penemuan mayatmayat korban OPK juga terjadi di kota-kota besar lainnya dan fakta ini menunjukkan bahwa OPK memang dilancarkan secara nasional. Dilihat dari para korban OPK yang ata, bisa dikatakan Operasi Celurit untuk menumpas angka kejahatan cukup berhasil.

Dari segi jumlah, Operasi Celurit yang notabene merupakan aksi Petrus itu, pada tahun 1983 berhasil menumbangkan 532 orang yang dituduh sebagai pelaku kriminal. Dari semua korban yang terbunuh, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 korban OPK yang tewas sebanyak 107 orang, tapi hanya 15 orang yang tewas oleh tembakan. Sementara tahun 1985, tercatat 74 korban OPK tewas dan 28 di antaranya tewas karena tembakan. Secara umum para korban Petrus saat ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat. Kebanyakan korban dimasukkan ke dalam karung dan ditinggal di tepi jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, hut, hutan, dan kebun. Yang pasti pelaku Petrus terkesan tidak mau bersusah-susah membuang korbannya karena bila mudah ditemukan efek shock therapy yang disampaikan akan lebih efektif. Sedangkan pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal atau dijemput aparat keamanan. Akibat berita yang demikian gencar mengenai OPK yang berhasil membereskan ratusan penjahat, para petinggi negara pun akhirnya berkomentar. Tercatat ada 11 provinsi yang menerapkan petrus, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. 

 Kendati sejumlah petingi negara telah melontarkan pendapatnya, toh Petrus yang beraksi secara rahasia itu tetap tidak tersibak misterinya.
Ketika pada 3 Mei 1983 di Jalan Sunan Kalijaga, Kebayoran Baru, Jakarta, terdengar letusan pistol pertama disusul tumbangnya dua penjahat Sulisno (23) dan Baginda Siregar (26) lalu disusul tewasnya Solichin di daerah Ciputat akibat tembakan orang tak dikenal, berita yang esoknya terpapar di surat kabar belum begitu mengejutkan massa. Tapi ketika berita serupa hampir tiap hari muncul di seantero Jakarta dan massa mulai membicarakan masalah penembakan misterius, Benny Moerdani sebagai Panglima Kopkamtib seusai menghadap Presiden Soeharto lalu memberi pernyataan kepada pers bahwa penembakan gelap yang terjadi mungkin timbul akibat perkelahiaan antar geng bandit. “Seiauh ini belum pernah ada perintah tembak di tempat bagi peniahat yang ditangkap” komentar Benny. Dan tak ada seorang pun wartawan yang saat itu berani melaniutkan pertanyaan kepada jenderal yang dikenal sangat tegas dan garang itu.

Kepala Bakin saat itu, Yoga Soegama juga memberikan pernyataan yang bernada enteng bahwa masyarakat tak perlu mempersoalkan para penjahat yang mati secara misterius. Tapi pernyataan yang dilontarkan man-tan Wapres H. Adam Malik justru bertolak belakang sehingga membuat kasus penembakan misterius tetap merupakan peristiwa serius dan harus diperhatikan oleh pemerintah RI yang selalu menjunjung tinggi hukum. “Jangan mentangmentang penjahat dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Jadi syarat sebagai negara hukum sudah terpenuhi,” kecam Adam Malik sambil menekankan, “Setiap usaha yang bertentangan dengan hukum akan membawa negara ini pada kehancuran.”

Tindakan tegas OPK pada akhirnya memang menyulut pro dan kontra. Pendapat yang pro, OPK pantas diterapkan kepada target yang memang jelas-jelas penjahat. Sebaliknya pendapat yang kontra menyatakan keberatannya jika sasaran OPK hanya penjahatkelas ten atau mereka yang hanya memiliki tato tapi bukan penjahat beneran. Pendapat atau komentar yang cukup kontroversial adalah yang dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Hans van den Broek, yang secara kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta pada awal Januari tahun 1984. Setelah bertemu dengan Menlu Mochtar Kusumaatmadja, Broek secara mengejutkan berharap bahwa pembunuhan yang telah mejnakan korban jiwa sebanyak 3.000 orang itu pada waktu mendatang diakhiri dan Indonesia juga diharapkan dapat melaksanakan konstitusi dengan tertib hukum. Menlu Mochtar sendiri menjawab bahwa peristiwa pembunuhan misterius itu terjadi akibat meningkatnya angka kejahatan yang mendekati tingkat terorisme sehingga masyarakat merasa tidak aman dan main hakim sendiri.

Atas pernyataan Menlu Belanda itu, Benny yang merasa kebakaran jenggot sekali lagi harus tampil untuk meluruskan tuduhan tadi. Ia kembali menegaskan bahwa pembunuhan yang terjadi karena perkelahian antar geng. “Ada orang-orang yang mati dengan luka peluru, tetapi itu akibat melawan petugas. Yang berbuat itu bukan pemerintah. Pembunuhan itu bukan kebijaksanaan pemerintah,” tegasnya. Namun persoalan penembakan itu akhirnya tidak lagi misterius meskipun para pelakunya hingga saat ini tetap misterius dan tidak terungkap. Beberapa tahun kemudian Presiden Soeharto justru memberikan uraian tentang latar belakang permasalahannya.

Tindakan keamanan tersebut memang terpaksa dilakukan sesudah aksi kejahatan yang terjadi di kota-kota besar Indonesia semakin brutal dan makin meluas. Seperti tertulis dalam bukunya Benny Moerdani hal 512-513 Pak Harto berujar : “Dengan sendirinya kita harus mengadakan treatment therapy, tindakan yang tegas. Tindakan tegas bagaimana? Ya harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor-dor! Begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya mau tidak mau harus ditembak. Karena melawan, maka mereka ditembak. Lalu ada yang mayatnya ditinggalkan begitu saja. Itu untuk shock therapy, terapi goncangan. Supaya orang banyak mengerti bahwa terhadap perbuatan jahat masih ada yang bisa bertindak dan mengatasinya. Tindakan itu dilakukan supaya bisa menumpas semua kejahatan yang sudah melampui batas perikemanusiaan. Maka kemudian redalah kejahatan-kejahatan yang menjijikkan itu”.

Mereka yang Lolos dari PETRUS
Ada banyak cara bagi para residivis atau mereka yang bertato dan sudah tidak lagi aktif di dunia kriminal untuk lolos dari OPK. Berbagai sumber yang diwawancarai Angkasa memaparkan cara bagaimana bisa lolos dari OPK tanpa harus kehilangan nyawa. Salah satu cara paling mudah tapi berisiko karena tidak ada yang menjamin adalah kabur ke daerah lain dan balik kembali ke daerah asal ketika aksi OPK sudah usai seperti yang pernah dilakukan oleh Bathi Mulyana.

Tapi bagi mereka yang memang merasa baik-baik saja namun dijadikan target hanya karena memiliki tato di tubuhnya atau pernah sesekali melakukan tindakan kriminal ringan, ia bisa minta surat jaminan dari tokoh masyarakat yang memiliki hubungan dekat dengan aparat keamanan. Biasanya orang yang menempuh cara itu akan lolos dari OPK dan hanya dikenai sanksi wajib lapor. Langkah serupa sebagai contoh pernah dilakukan oleh seorang penjaga sekolah di kawasan Bekasi. Karena memiliki tubuh sangar dan bertato serta tidak pernah melakukan tindakan kejahatan, orang tersebut menjadi kecut ketika tersebar berita simpang-siur bahwa dirinya menjadi target OPK. Agar aman orang tersebut kemudian minta jaminan surat kelakuan baik dari kepala sekolah dan mendapat tanggapan yang bagus dari aparat keamanan.

Daftar Pustaka
diambil dari berbagai sumber
Sunting kembali By. 
|||0|||0
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*

Labels