Military Technology News Network

PERISTIWA TERTEMBAKNYA PESAWAT MATA-MATA U2 CIA DI LANGIT SOVIET

Gambar Pesawat Lockheed U-2 CIA.
Sudah 54 Tahun telah berlalu sejak pesawat yang dikemudikan pilot AS, Francis Gary Powers ditembak jatuh di atas langit Uni Soviet dan menjadi titik balik dalam Perang Dingin, namun kabut misteri masih menyelimuti kejadian itu hingga saat ini. Sebuah pesawat mata-mata U2 AS kala itu tengah menjalankan misi untuk merekam tampak atas pangkalan-pangkalan militer Uni Soviet. Di tengah berlangsungnya misi, mendadak pesawat tersebut dihantam oleh peluru kendali darat Uni Soviet.

Padahal, CIA sempat menyebut pesawat itu sebagai "pesawat kebal" alias tak dapat dijatuhkan. U2 adalah pesawat amat rahasia dan merupakan mahakarya teknologi dirgantara pada zamannya. Pesawat tersebut dirancang untuk dapat terbang melintasi wilayah Uni Soviet tanpa terdeteksi, mengambil sejumlah gambar di ketinggian yang tidak mampu dijangkau peluru kendali dan pesawat tempur Uni Soviet. Proyek ini dikerjakan dengan penuh rahasia. Para staf dan tekhnisi pun diwanti-wanti untuk tak bicara kepada siapa pun termasuk istri mengenai proyek ini. Pembiayaannya melalui jalur inkonvensional seperti mengirim cek via pos dan sebagainya. 

 

Foto Pakaian Pilot U-2 CIA

U-2 dirancang untuk melakukan misi mata-mata diketinggian 70.000 kaki atau sekitar 21 kilometer diatas permukaan laut.  Kenapa harus 70.000 kaki ? Karena rudal darat ke udara yang sering menjadi ancaman pesawat  terbang tak bisa melesat lebih tinggi dari 60.000 kaki, demikian penjelasan para insinyur Lockheed. Sayapnya merentang sepanjang 80 kaki yang mampu menyimpan 1.350 galon bahan bakar. Sedangkan mesinnya dikerjakan oleh Prat & Whitney, sebuah perusahaan pembuat mesin pesawat di Hartford, Connecticut. Pakaian pilotnya pun khas, dan mirip seragam astronot berwarna oranye yang dilengkapi lifevest, oksigen darurat, dan sebagainya, begitu pula dengan helmnya. Berbicara mengenai “matanya”, pesawat dilengkapi kamera eletro optik beresolusi tinggi yang tersimpan dibagian perut. U-2 sendiri memiliki bermacam-macam kamera untuk berbagai keperluan. Versi orisinil dari deretan kamera U-2 adalah “B-camera”  yang dirancang khusus oleh Dr. Edwin Land, penemu kamera polaroid, serta astronom Harvard, Dr.James Baker pencipta lensa supersensitif.

Gambaran dari keunggulan B-camera yaitu dapat memotret obyek seukuran koran dengan resolusi yang amat jelas dari ketinggian jelajah 70.000 kaki. Proyek pembuatan U-2 dan instalasi mata-matanya dikerjakan di hangar Lockheed di Burbank dengan kode sandi Aquanote. Pesawatnya sendiri diberi kode The Angel. Dikerjakan oleh 23 enjinir yang dipimpin oleh Benjamin Rich dengan penanggung jawab proyek Clarence “Kelly” Johnson.  Proyek ini dinamakan Skunk Works. U-2 uji coba terbang pertama pada tanggal 2 Agustus 1955, namun baru pada tanggal 4 Agustus dapat benar-benar terbang hingga ketinggian 8.000 kaki dengan pilot Tony Le Vier yang merupakan kepala pilot penguji pada Skunk Works.


Gambar Bangkai pesawat U-2 di Musium Soviet a.k.a Russia

 U-2 terbang dengan misi perdana pada tanggal 4 Juli 1956, bertepatan dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Pilot pertama misi ini adalah Harven Stockman, dari CIA. Detasemen pertama pesawat ini dinamakan “The First Weather Reconnaisance Squadron” , pura-pura untuk meneliti cuaca. Berlokasi di pojok yang tersembunyi  lanud Weisbaden, Jerman Barat dengan penjagaan ketat CIA bersenjata. U-2 terbang melintasi Polandia bagian utara, masuk ke wilayah Belarussia, melewati kota Minsk kemudian berbelok kiri memasuki kota Leningrad (sekarang dikenal dengan St. Petersburg).

Sejak penerbangan perdananya rupanya Uni Sovyet sudah dapat mengendus dengan radarnya. Tapi mujur pesawat-pesawat U-2 masih dapat kembali ke pangkalannya dengan selamat. Hingga pada 1 Mei 1960 misi mata-mata U-2 berlanjut lagi dan naas pun menimpa skuadron ini.


Pada tanggal 1 Mei 1960, sebuah peluru kendali yang ditembakkan dari darat mampu menembak dan menjatuhkan pesawat U2 dari angkasa. Peristiwa itu sontak menjadi sorotan utama dan dapat mempengaruhi hubungan internasional dan kebijakan di AS dan Uni Soviet selama bertahun-tahun. "Saya ingat komandan menoleh pada saya dan mengatakan bahwa saya harus bersiap-siap menghadapi target nyata," kenang Mikhail Voronov, seorang purnawirawan perwira Tentara Merah Soviet.

"Biasanya, ketegangan amat sangat terasa. Kami tidak tahu pasti bahwa pesawat itu hanya pesawat mata-mata. Bagaimana jika pesawat itu mengangkut bom? Ketika pesawat itu jatuh, kami semua merasakan kemenangan."

Begitu pesawat itu tertembak, sang pilot, Francis Gary Powers, mampu menyelamatkan diri. Ia turun dengan parasut dan ditangkap sesaat setelah mendarat di wilayah Uni Soviet. Powers, yang bertolak dari sebuah pangkalan militer AS di dekat kota Peshawar, Pakistan, berhenti sejenak di pangkalan udara Incirlik Turki sebelum menuju pegunungan Ural, ia ditembak jatuh di atas kawasan Sverdlovsk.

AS berasumsi bahwa pilot tersebut tewas dan pesawat itu dihancurkan, AS kemudian mengeluarkan pernyataan terperinci yang mengklaim bahwa penyebab jatuhnya pesawat mata-mata tersebut adalah masalah udara karena sang pilot "kesulitan mendapat oksigen." Tapi, itu adalah kebohongan yang berisiko.CIA yakin benar bahwa Powers telah tewas. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Lincoln White berupaya menciptakan kesan bahwa penerbangan itu adalah sebuah misi penerbangan sipil yang keluar jalur. "Amat mungkin bahwa pesawat itu memasuki mode pilot otomatis dan menempuh jarak yang jauh, lalu secara tidak sengaja melanggar wilayah udara Uni Soviet," kata White kala itu.

Foto dari Francis Gary Powers saat tertangkap oleh Russia

Gambar Francis Gary Powers bersama Pesawat U-2 sebelum Take Off

Yang tidak disadari AS, bukan hanya Powers - sang pilot - masih hidup dan diinterogasi Uni Soviet, namun masih banyak bagian-bagian pesawat mata-mata tersebut yang masih utuh, lengkap dengan perlengkapan spionse, termasuk sebuah kamera pengintai untuk mengambil gambar. Kejadian tersebut memperburuk hubungan AS - Uni Soviet dan membuat pemerintahan Eisesnhower malu besar karena tertangkap basah membohongi publik. Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev mengumumkan penangkapan tersebut dalam pidato di hadapan parlemen Uni Soviet. Ia mengancam AS jika tidak bersedia menghentikan misi mata-mata CIA-nya.

"Jangan coba-coba terbang ke Uni Soviet! Jangan coba-coba terbang ke negara sosialis!" kata Krushchev. "Hormatilah kedaulatan negara dan ketahuilah batasan kalian! Karena jika tidak, kami akan menyerang!"

Powers pada akhirnya dijatuhi hukuman kurungan 10 tahun karena kegiatan spionase, namun ia ditukarkan dengan seorang tahanan KGB (intelijen Uni Soviet) beberapa tahun kemudian dalam sebuah pertukaran tahanan mata-mata tingkat tinggi.Sekembalinya ke Amerika Serikat, Powers tidak disambut layaknya sambutan yang diberikan pada seorang pahlawan, sebagian besar dikarenakan kesalahan informasi yang dikeluarkan kedua belah pihak.


"Ketika ayah saya pulang ke rumah, dia amat terkejut saat membaca bahwa ada banyak tulisan editorial di media massa yang menyebutkan bahwa beliau telah membelot (kepada Uni Soviet)," kenang Francis Gary Powers Jr.

"Beliau mendaratkan pesawat itu dengan utuh. Mereka kira ayah saya kehilangan nyali dan memberitahukan segalanya kepada Soviet. Jadi, ayah saya sedikit terkejut ketika mengetahui hal itu. Beliau kecewa kala itu, karena pemerintah Amerika tidak membantu memperbaiki citranya," tambah Powers Jr. Powers adalah seorang veteran Perang Korea, dia adalah salah satu pilot pertama yang melakukan misi pengintaian AS kala itu. Powers memiliki jam terbang cukup tinggi sebelum ditembak jatuh pada 1960. Putranya, Francis Gary Powers Jr. dilahirkan lima tahun setelah ayahnya ditangkap Uni Soviet. Powers Jr. mengatakan bahwa ayahnya adalah sosok pria sederhana.

"Ayah saya adalah orang biasa. Beliau dibesarkan di sebelah barat daya Virginia. Beliau adalah anggota pertama keluarga saya yang berkuliah. Beliau ingin menjadi penerbang sejak usia kecil, setelah lulus kuliah pada 1950, beliau mendaftar masuk Angkatan Udara," kata Francis Gary Powers Jr.

"Ayah saya sedikit pemalu, orang yang tertutup. Beliau tidak suka berbicara di hadapan banyak orang. Namun, itu semua berubah ketika beliau ditembak jatuh dan disidang di Uni Soviet, lalu pulang dan berceramah dan tampil di hadapan umum. Tapi, beliau kebanyakan lebih suka sendirian atau dikelilingi kawan-kawan dekat."

Powers Jr. menjabarkan apa yang mendorong ayahnya, yang waktu itu masih muda, untuk meninggalkan Angkatan Udara dan mulai bekerja untuk CIA.

"Ayah mengisyaratkan bahwa beliau menyukai tugas sebagai pilot Angkatan Udara dan misi-misinya. Namun, ketika beliau didekati CIA dan diminta menerbangkan pesawat baru yang amat rahasia, melakukan sesuatu yang patriotik untuk negara dan dibayar lebih dari gaji di AU, beliau menjadi termotivasi untuk mencalonkan diri sebagai sukarelawan program U2.

50 tahun berlalu, kejadian itu masih menimbulkan intrik besar. Kisah nyata mengenai mata-mata, dusta dan keberhasilan Uni Soviet yang dikenang sepanjang zaman. |||0|||0
Share:

SUPER TUCANO, PESAWAT TEMPUR RINGAN BUATAN NEGARA SAMBA BRAZIL

Foto Pesawat Tempur Super Tucano
Wajahnya sangar dengan gigi yang menyeringai inilah sosok pesawat tempur ringan dan latih TNI AU sebut saja pesawat ini dengan nama Super Tucano buatan negara samba Brazil. Nama Super Tucano sebenarnya  melejit berkat Operasi Phoenix Angkatan Udara Kolombia pada 2008 yang berhasil menewaskan pimpinan pemberontak FARC, Raul Reyes, dalam suatu serangan lintas perbatasan ke Venezuela.

Super Tucano buatan Empresa Braziliera de Aeronotica (Embraer) SA itu merupakan pengembangan dari EMB-312 Tucano, yang programnya diluncurkan pada 1995 sejalan program Sistema de Vigilancia da Amazonia (SIVAM) yang menghendaki Angkatan Udara Brazil memiliki pesawat terbang patroli dengan kemampuan penyerbuan darat dan pengintaian serta anti gerilya.

Sejatinya pesawat ini dilengkapi dengan mesin tunggal turboprop namun mampu melakukan manuver -3,5g hingga  +7g  dengan kecepatan maksimal 590 km/jam pada ketinggian maks 31.000 kaki. Mesin yang menjadi pendorong juga mudah dirawat, yaitu Pratt & Whitney PT6A-68A yang membangkitkan 1.600 shp disuplai tangki internal 695 liter avtur sehingga mampu menerbangkan dia pada radius 1.500 kilometer alias terbang selama 6,5 jam. 
Foto Pesawat Super Tucano Landing di Bandara Syamsudin Noor

Sedangkan kalau berbicara masalah sistem persenjataan, pesawat memiliki 2 senapan mesin yang berada di sayap kiri dan kanan dengan kemampuan menyemburkan maksimal 1.100 peluru permenit. ditambah  5 buah cantelan dengan komposisi masing-masing 2 buah di sayap kiri dan kanan dan 1 buah di badan pesawat dengan beban total 1550 kg.
Pesawat ini juga dilengkapi Self Protection System terdiri dari RWR (Radar Warning Receiver), MAWS (Missile Approach Warning System) dan Chaff & Flare Dispensers.

Yang menarik, kelima hardpoint itu bisa dipakai untuk bom berpenuntun alias bom pintar udara-ke-darat atau udara-ke-udara, selain bom konvensional Mk-82 atau Mk-84 udara-ke-darat. Brazil memasang misil buatan sendiri, MAA-1 Piranha berpenuntun infra merah dari Orbita; yang mendapat pasokan data dari turet radar AN/AAQ-22 SAFIRE di sebelah FLIR/DLIR-nya.
Gambar Cockpit Pilot dan Perwira Persenjataan

Kinerja tempur pilot dan perwira persenjataan dijamin berkat fitur OBOGS (on-board oxygen generated systems), dan pengendalian dari tuas kemudi tunggal HOTAS (hands-on throttle and stick control) disuplai dari Northrop Grumman. Jadi, feel mengemudikan Super Tucano dan mengoperasikan sistem persenjataannya sangat identik dengan pesawat tempur jet canggih.
Dari semua kecanggihan dan keunggulanya wajar pesawat ini menjadi rebutan sejumlah negara di Amerika latin sebut saja  Republik Dominika, Kolombia, Ekuador, dan Chile. Selain Indonesia, Brasil pun mengekspor pesawat ini ke Angola, Burkina Faso, dan Mauritania.

Tambahan : 
Super Tucano memiliki 2 varian yakni Super Tucano A-29A (single Seater)satu penerbang  dan A-29B (Twin Single Seater) dua penerbang duduk secara tandem. |||0|||0
Share:

XSTAT, TEKNOLOGI PENYUMBAT PEMBULUH DARAH UNTUK TENTARA AMERIKA YANG TERKENA TEMBAK


Ketika seorang tentara terkena tembakan di medan perang, pengobatan darurat bisa tampak sama brutalnya dengan cedera itu sendiri. Biasanya petugas medis dalam keadaan darurat menghentikan pendarahan harus memasukkan kasa steril langsung kedalam rongga luka, terkadang sedalam 5 inci ke dalam tubuh untuk menghentikan pendarahan arteri.

Bagi prajurit yang sudah mengalaminya tentu pengobatan atau tindakan medis semacam ini adalah proses yang sama menyakitkan jika perdarahan tidak berhenti setelah tiga menit maka dokter harus mengeluarkan semua kain kasa yang tertanam di dalam tubuh. Bahkan dengan perawatan darurat ini, banyak tentara yang mati karena mengalami pendarahan serius sebagai penyebab utama kematian di medan perang.

Foto elemen dasar dari Xstat
Terilhami dari peristiwa tersebut para peneliti dari RevMedx Amerika menemukan suatu cara efektif dalam menghentikan pendarahan yakni dengan cara memodifikasi alat suntik agar mampu menyuntikkan busa/spons khusus ke dalam luka teknik semacam ini dinamakan Xstat. Xtat dinilai dapat lebih efektif menghentikan pendarahan luka  hanya dalam 15 detik bahkan mampu bekerja pada luka tembak ataupun luka pecahan peluru bahkan luka berat sekalipun.

spons Xtat memiliki ukuran satu sentimeter dengan diameter seukuran aspirin atau parasetamol tablet yang mempunyai karakter seperti spons jika di suntikan dapat mengembang untuk menutupi luka dan menciptakan tekanan yang cukup untuk menghentikan pendarahan.

Foto Penggunaan Xstat Revmedx.
spons ini terbuat dari bubur kayu yang  dilapisi dengan zat antimikroba dan  kitosan (pembeku darah) yang berasal dari cangkang udang. sedangkan untuk memastikan bahwa tidak ada spons yang tertinggal mereka menambahkan penanda berbentuk X yang membuat setiap spons terlihat pada gambar x-ray.

XStat dinilai mampu  menggantikan lima gulungan besar kasa dalam satu ampul. RevMedx juga merancang versi yang lebih kecil dengan diameter 12 milimeter yang digunakan untuk luka kecil. Setiap XStat mungkin akan menelan biaya sekitar $ 100,tapi harga mungkin turun jika  RevMedx meningkatkan manufaktur dan bekerja sama dengan FDA (Food and Drug Administration) atau Badan yang bertugas mengatur makanan, suplemen makanan, obat-obatan, produk biofarmasi, transfusi darah, piranti medis, piranti untuk terapi dengan radiasi, produk kedokteran hewan, dan kosmetik di Amerika Serikat

RevMedx awalnya melakukan percobaan pada luka hewan. Setelah sukses, perusahaan Revmedx berhasil mendapatkan pendanaan sebesar  $ 5 juta dalam mengembangkan produk jadi untuk US Army
Share:

IRON DOME, MENGENAL SECARA DETIL KUBAH BESI ANDALAN ISRAEL

Foto Kinerja Iron Dome.
Iron Dome merupakan sebuah sistem pertahanan udara taktis yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan roket jarak pendek dan artileri dengan rudal pencegat. Sistem itu diciptakan sebagai sebuah tindakan defensif terhadap ancaman roket-roket Hamaz & Hizbullah yang ditembakkan secara serampangan dan tentu mengancam penduduk sipil Israel.  Sistem tersebut dibuat dengan bantuan prakarsa sang negara adidaya yakni Amerika Serikat.

Iron Dome sebenarnya terdiri dari tiga elemen dasar seperti  radar pencari dan pengendus target (DTR = Detection & Tracking Radar) yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Pertahanan Israel, ELta. sedangkan  mPrest Systems bekerja sama dengan Rafael bertugas untuk membuat  software dan sistem kontrol senjata (BMC=Battle Management & Weapon Control ) dan terakhir sistem unit  peluncur rudal (Missile Firing Unit=MFU) dengan  tiga alat peluncur yang masing-masing dilengkapi dengan 20 rudal yang diberinama Tamir dibangun oleh Rafael.

Rudal tamir memiliki sayap kemudi serta sensor elektro optik untuk menambah kemampuan manuver  selain itu rudal di lengkapi dengan hulu ledak khusus yang mampu meledakkan benda apapun di udara. Rudal ini memiliki panjang tiga meter dengan diameter 15 cm dan berat 90 kilogramm. 
Foto Iron Dome System

Sistem kerja iron dome terbilang sangat taktis, Setelah radar mendeteksi dan memonitor adanya ancaman roket , maka sistem di dalam BMC akan melihat arah lintasan vertikal roket apakah membahayakan atau tidak jika lintasan roket tersebut membahayakan maka akan dilanjutkan kepada proses inteceptor dengan menembakkan rudal pencegat tamir.

Iron Dome dinyatakan berfungsi dan mulai dikerahkan pada Maret 2011. Pada bulan berikutnya Iron Dome bisa mencegat roket Grad, untuk pertama kalinya, yang diluncurkan dari Gaza.

Keunggulan Iron Dome  terutama terletak pada mobilitasnya yang tinggi , Sistem ini dapat berpindah tempat dalam hitungan jam. Sejauh ini ada empat peluncur dan tiga yang beroperasi. Harga per unitnya diperkirakan mencapai 1,3 juta poundsterling (Rp 19,8 miliar) dan rudal-rudalnya masing-masing berharaga 25.000 pounds (Rp 381 juta).
Share:

KORVET F511 & FRIGAT F-512 KELAS MILGEM, KAPAL PERANG TERBARU NEGARA TURKI

Foto Korvet Kelas Milgem F511 Heybeliada
"Milgem" adalah program kapal perang nasional Turki yang meliputi Delapan korvet kelas ADA dan empat frigat kelas F100 sesuai rencana akan selesai pada tahun 2020.

Korvet dalam project ini memiliki kemampuan multi misi serta dukungan teknologi canggih lainnya seperti mampu melakukan pencarian, penyelamatan, patroli, observasi amfibi dan operasi perang anti-kapal-Pesawat. Dua kapal pertama dibangun pada galangan kapal Shipyard Command Istanbul dan kapal yang tersisa akan dibangun di galangan kapal lainnya di negara Turki. 

Sistem Radar dan Manajemen Tempur, Kelas ADA pada Project Milgem

Korvet milgem dibuat dengan struktur lambung baja komposit yang mampu menyembunyikan dari tangkapan radar baik inframerah, magnetik ataupun radar akustik. Konsep dan desain profil Milgem mirip dengan kapal tempur pesisir (LCS-1) yang dikembangkan oleh Lockheed Martin.
 
Selain itu Korvet juga dilengkapi dengan sistem menejemen kontrol dan pertempuran terpadu UNIMACS 3000, sistem ini terbagi menjadi dua yakni sistem menejemen daya (IPMS) yang berfungsi sebagai memonitor sistem kontrol mesin, sistem pembantu dan pembangkit tenaga listrik termasuk juga didalamnya sistem deteksi kebakaran, pemadam kebakaran dan sistem kontrol Kerusakan, sistem CCTV dan sistem kontrol stabilitas. sedangkan sistem berikutnya berfungsi sebagai sistem Komando manajemen tempur yang didalamnya terdiri dari  konsol operator (OPCON) dan konsol taktis (Tacon).
 
Dalam menunjang daya gempurnya Korvet dilengkapi dengan kombinasi diesel dan gas (CODAG) yang terdiri dari gas-turbin dan dua mesin diesel dengan semburan tenaga sekitar 30.000 kW. Jika di konversi maka kapal ini dapat melesat pada kecepatan maksimum 29kt.

Keberhasilan Turki membangun kapal perang canggih membuat AL Kanada, AL Pakistan, AL Ukraina dan angkatan laut dari negara-negara Amerika Selatan telah menunjukkan minatnya terhadap kapal perang kelas Milgem.

Karakteristik:
Berat Kapal dalam Muatan Penuh : 2300 tons
Ukuran Kapal : 99 x 14.4 x 3.75 meter
Kecepatan dan Jarak Jelajah : 15 knots @3500 Miles  up to 29+ knots maximum
Awak Kapal : 93 orang termasuk operator helicopter

Persenjataan :
Meriam Oto Malera Caliber  1 x 76mm dan Meriam Aselan Caliber 2 x 12,7mm with electro optik
Rudal Anti Permukaan:  8 x Harpoon SSM
Rudal Anti Pesawat  :Mk-144 Guided Missile Launcher: 21 x RAM SAM
Torpedo : 2 x 324 mm Mk 32 triple launcher for Mk 46 Mod 5; anti-submarine torpedoes.
Helicopters: 1 x S-70-B2 Seahawk OR UAV

Sensors:

Radars: SMART-S Mk2 3D air/surface search; Sting fire control; ALPER navigation
Sonars: Search/attack
Other: ASELFLIR 300D, ARES-2N ESM system

Catatan : 
TCG Heybeliada (F-511)diluncurkan 27 September 2008 dan mulai bertugas pada 27 September 2011
TCG Büyükada (F-512)diluncurkan 27 September 2011 dan mulai bertugas pada 27 september 2013    



Korvet merupakan jenis kapal perang yang lebih kecil dari fregat dan lebih besar dari kapal patroli pantai, walaupun banyak desain terbaru yang menyamai fregat dalam ukuran dan tugas.
Share:

BOEING 737 SURVEILLANCE, PESAWAT PENGINTAI TNI AU

Foto B-737-200 Surveillance TNI AU
Nama "Camar Emas" mungkin sangat membekas bagi Angkatan Laut Amerika, inilah nama pesawat TNI AU yang sukses mengintai Kapal Induk USS Carl Vinson Amerika karena melanggar perbatasan Indonesia tanpa izin atas dasar itulah Data-data yang didapat dari pesawat pengintai Indonesia diajukan sebagai dasar keberatan diplomatik terhadap Amerika. Sebenarnya nama Camar Emas adalah sebutan bagi pesawat pengintai Boing 737 TNI AU , sejatinya pesawat ini adalah pengembangan dari versi pesawat komersial B737 yang dialih fungsikan sebagai kepentingan intelijen bahkan Amerika pernah menyebut B737-200 TNI AU adalah Adik dari Pesawat Pengintai Poseidon P-8A


Mengusung 2 mesin turbofan buatan Pratt and Whitney JT8D, pesawat ini mampu melalukan patroli sejauh 1.900 mil laut (3.500 km) dengan dibantu dengan dua radar yaitu Radar FB (M) buatan Bendix, AS yang berfungsi mendeteksi target permukaan sejauh 300 NM atau sekitar 550 kilometer serta APS-504 (V) Airborne Radar System buatan Litton System, Kanada yang berfungsi mendeteksi sasaran permukaan sejauh 200 NM atau sekitar 370 kilometer.  selain berfungsi konvensional, radar ini bisa diset mendeteksi sasaran di permukaan atau di udara.

Foto B737 TNI AU dalam Pencarian Pesawat Malaysia MH370

Selain itu Boeing 737 Surveillance  dilengkapi Mission Consoles yang terdiri atas konsol SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multimission Radar) yang mampu mendeteksi sasaran di samping pesawat sejauh 100 nautical miles (NM) atau sekitar 180 kilometer, konsol Search Radar, konsol Mission Commander dan konsol Navigation Communication dengan DPDS (Data Proccessing Display System).

Piranti lainnya adalah GPS (Global Positioning System) Litton  dan IFF(Identification Friend of Foe) Interrogator. Boeing 737 Surveiller ini juga dilengkapi kamera berkemampuan optic zoom 20x dengan focus length 200 milimeter, FLIR (Forward Looking Infra Red) dengan zoom 22,5x memiliki focus length 20-450 milimeter dilengkapi autotrack video, laser pointer, image video processor, dan GPS. Kamera ini bisa merekam target dan mencetaknya.

 
Konsul Dalam Pesawat B737 TNI AU
Dalam melaksanakan tugasnya, Maritime Patrol didukung 64 kru, yang terdiri dari dua orang instruktur/kapten pilot, 12 co-pilot, 16 juru mesin udara (engineering), lima juru muat udara (load master), 10 operator console, 14 observer, tiga juru foto udara, dan dua flight surgeon.

TNI AU mengoperasikan 3 pesawat dan ditempatkan di Skadron Udara 5 Pangkalan Udara (lanud) Hasanuddin, Makassar.
Share:

RATNIK, PERLENGKAPAN TEMPUR PRAJURIT MASA DEPAN RUSIA

Ratnik atau warrior adalah salah satu program Pemerintah Rusia untuk merancang prajurit tempur masa depan dengan memadukan beberapa kombinasi fiture canggih . fiture tersebut terdiri dari dari 40 komponen, termasuk persenjataan, logam pelindung, perangkat komunikasi dan navigasi, sistem pendukung kehidupan, serta pelindung kaki dan tangan. Ratnik dapat digunakan oleh personil infanteri, operator peluncur roket/senapan mesin, pengemudi kendaraan tempur, dan petugas lapangan lainnya. Seragam tempur prajurit masa depan itu juga tersedia untuk varian musim panas dan musim dingin.

Meskipun " Ratnik " terdiri dari 40 item komponen dan bertotal berat total 20 kilogram, ternyata dengan berat seperti itu seorang prajurit hanya membutuhkan waktu dalam hitungan detik untuk melepaskannya. Ratnik secara dramatis meningkatkan efisiensi unit , misalnya  di daerah-daerah konflik lokal , atau dalam operasi melawan teroris . serta 50 fasilitas produksi Rusia terlibat dalam memproduksi " Ratnik "

 

1. Cloating / Pakaian
Pakaian dibuat dengan menggunakan bahan sintetis anti bakteri yang dapat digunakan selama dua hari tanpa melepasnya. Salah satu basis teknologi untuk menciptakan material baru tersebut adalah sistem pembuatan kain yang sangat halus menggunakan electrospinning. Bahan tersebut dapat menyamarkan sekaligus melindungi para tentara, tanpa mengurangi kemampuan tempur merek. Menteri Industri dan Energi Saratov Oblast Sergey Lisovsky menjelaskan, para ilmuwan Saratov sedang merancang material canggih yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti melindungi tubuh tentara dari ledakan senjata api dan menyamarkan kehadiran tentara dalam spektrum radiasi tertentu. Sistem Ratnik juga memiliki fitur serupa. Pakaian pelindung Ratnik dapat memblokir radiasi dalam spektrum ultraviolet dan inframerah, sehingga tentara tak akan terlihat oleh sensor termal. Kini, ilmuwan tengah menyusun material yang dapat memperkuat fitur tersebut.

2. Reconnaissance and Navigation System / Perangkat Pengintaian dan Sistem Navigasi
Untuk perangkat pengintaian rusia melengkapi tentaranya dengan teropong inframerah, compas, Glonass, peralatan pendeteksi ranjau, Helm kamera Multi Fungsi dll

3. Communication system / Sistem Komunikasi
Sistem komunikasi rusia mengintegrasikan antara navigasi satelit GLONASS dengan media penerima transmisi informasi  guna memudahkan dalam mengintegrasikan pasukan dan pelacakan pasukan

4. Individual First AId Kit / Pelatan Medis
perlengkapan standar keselamatan yang berisi berbagai macam obat-obatan, serta peralatan medis inovatif untuk para prajurit yang terluka dalam latihan tempur ataupun pertempuran yang mengakibatkan cedera. 

5. Weapone / Persenjataan
Persenjataan Rusia  berencana melengkapinya dengan varian AK12 terbaru dengan alat bidik thermal inframerah yang terintegrasi dengan Helm Berkamera sehingga bisa dengan mudah menembak pada sudut yang sulit sekalipun tanpa harus menembak secara konvensional atau  sejajar dengan tubuh 

6.7. Water & Food Rations / Ransum Makanan dan Minuman 

8. Spesial Element/ Peralatan Pendukung Utama 

Terdiri dari bayonet, magazen, dan peralatan pendukung penting lainnya biasanya di tempatkan pada bagian yang mudah di gapai oleh tangan.

9. Individual pretection means / Perlindungan Diri Tambahan
seperti Mask Gas, Sarung Tangan, syal dan sebagainya

10. 11. Modular Bag Equipment & Camping Equipment
terdiri dari tas modular besar yang bisa di isi dengan berbagai perlengkapan tempur pendukung seperti Drone Portable (iskatel) dan alat komunikasi canggih lainnya serta yang paling tidak ketinggalan adalah Perlatan camping seperti sleeping bag dan lain sebagainya.

Ratnik telah diuji coba pada pelaksanaan latihan Caucasus-2012, juga diuji coba di Alabina yang berada di luar Moskow.Perlengkapan standar Ratnik pertama kali dipakai Rusia untuk menduduki krimea pada 26 Februari 2014. |||0|||0
Share:

CELURIT, OPERASI INTELIJEN PEMBERANTASAN KEJAHATAN

Foto sebagai Ilustrasi.
Dalam sejarah Indonesia Orde Baru, militer secara tersembunyi pernah menyatakan perang terhadap kejahatan, yang semestinya merupkan urusan polisi dan lembaga-lembaga peradilan. Pernyataan perang itu muncul dalam bentuk pembinasaan para pelaku atau yang disangka sebagai pelaku, tidak kejahatan pembinasaan tersembunyi yang berlangsung dari awal 1983 hingga awal 1985 yang konon menelan korban 10.000 jiwa. Ini lazim disebut penembakan misterius (petrus) .

Pada tahun 1983 ketika pertumbuhan ekonomi indonesia merosot tajam akibat dari berakhirnya bonaza minyak sementara arus migrasi ke kota kota besar semakin meningkat, angka pengangguran di perkotaan menjadi cukup tinggi, angka pengangguran di perkotaan menjadi cukup tinggi. Kondisi sosial ekonomi semacam ini merupakan faktor utama meningkatnya angka kejahatan di perkotaan Tingkat.

Kriminalitas yang terjadi pada waktu itu, yang bentuknya semakin menarah pada kejahatan dengan kekerasan, semakin meresahkan masyarakat . Rasa tidak aman kian merasuk ke dalam kehidupan sehari hari masyarakat kota kota besar. Mungkin karena dihadapkan pada situasi yang demikian inilah masyarakat menyambut petrus secara positif dengan kata lain ada macam dukungan publik terhadap petrus.

Dampak langsung dan nyata dari petrus memang dirasakan segera masayrakat, yakni menurunnya angka kejahatan dan semakin pulihnya kembali rasa aman. Ini berarti aktivitas petrus mendapat pengakuan sosial, ini berarti pula keterlibatan militer dalam mengatasi masalah kejahatan dengan menggunakan kekerasan secara di luar prosedur hukum memperoleh semacam legitimasi sosial. Dengan kata lain penanganan masalahg sosial secara militeristik, yang senantiasa melihat setiap masalah dari sudut “keamanan” semata mata, telah diterima sebagai suatu yang sah, padahall masalah ini memiliki dimensi yang sangat kompleks.

Operasi di Yogyakarta
Pada tahun 1980-an suasana kota Yogyakarta tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Para preman yang selama dikenal sebagai gabungan anak liar (gali) dan menguasai berbagai wilayah operasi tiba-tiba diburu tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OM) yang kemudiart dikenal sebagai penembak misterius (Petrus). Ketika melakukan aksinya tak jarang suara letusan senjata para penembak misterius terdengar oleh masyarakat sehingga suasana tambah mencekam. Mayat para korban penembakan atau pembunuhan misterius itu umunya mengalami luka di kepala serta leher dan dibuang di lokasi yang mudah ditemukan penduduk. Ketika ditemukan, mayat biasanya langsung dikerumuni penduduk dan menjadi head line media massa yang terbit di Yogyakarta.

Berita tentang terbunuh-nya para tokoh gali itu sontak menjadi heboh dan menjadi bahan pembicaraan di semua wilayah DIY hingga ke pelosok-pelosok kampung. Meskipun merupakan pembunuhan misterius, hampir semua penduduk Yogyakarta saat itu paham bahwa pelaku atau eksekutornya adalah aparat militer dan sasarannya adalah para gali terkenal. Disebut sebagai gali terkenal karena tokoh di dunia kejahatan itu secara terang-terangan menguasai satu lokasi, memungut uang dari lokasi yang menjadi kekuasaannya, bisa seenak hati menganiaya orang yang dianggap melawan, merampok atau melakukan kejahatan lainnya secara terang-terangan, dan kadang-kadang polisi setempat tidak berani bertindak karena pengaruh si tokoh gali demilcian besar. Terbunuhnya para tokoh gali secara misterius sebenarnya membuat warga senang tapi para gali yang hanya memakai status itu sebagai ajang gagah-gagahan menjadi sangat ketakutan.

Aparat keamanan di Yogyakarta memang mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan OPK (Operasi Penumpasan Kejahatan) terhadap para gali, tapi siapa tim OPK yang menjalankan tugas tidak pernah diberi tahu dan hingga kini masih tetap misterius. Aparat militer di Yogyakarta saat itu terpaksa turun tangan untuk melakukan pembersihan mengingat tindak kejahatan para gali sudah keterlaluan bahkan masyarakat cenderung lebih takut terhadap para gali dibandingkan aparat kepolisian. Turunnya aparat militer dalam operasi OPK itu diakui sendiri oleh Letkol M. Hasbi yang saat itu menjabat sebagai komandan Kodim 0734 yang juga merangkap Kepala Staf Garnisun Yogyakarta. Meskipun cara kerja tim OPK itu tidak pernah diumumkan, modus operandinya mudah ditebak. Tim OPK melakukan briefing terlebih dahulu, menentukan sasaran yang akan disikat, melaksanakan penyergapan pada saat yang paling tepat, saat korban berhasil ditemukan langsung ditembak mati atau dibawa ke suatu tempat dan dieksekusi. Mayat korban yang tewas biasanya langsung dimasukkan karung atau dilempar ke lokasi yang mudah ditemukan. Hari berikutnya tim OPK bisa dipastikan akan mengecek hasil operasinya lewat surat kabar yang terbit hari itu sambil memberikan penilaian terhadap kehebohan yang berlangsung di masyarakat.

Aksi OPK melalui modus Petrus itu dengan cepat menimbulkan ketegangan dan teror bagi para pelaku kejahatan secara nasional karena korban OPK di kota-kota lainnya juga mulai berjatuhan. OPK yang berlangsung secara rahasia itu secara psikologis justru merupakan tindakan menekan angka kriminalitas yang dilaksanakan terang-terangan. Di tingkat nasional sendiri operasi rahasia untuk menumpas para bromocorah itu malah bisa dirunut secara jelas meskipun pelakunya tetap misterius. Pada tahun 1982 misalnya, Presiden Soeharto memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya saat itu, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keberhasilannya membongkar aksi perampokan yang meresahkan masyarakat. Selain mampu membongkar aksi perampokan, Anton Soedjarwo juga dinilai sukses dalam melancarkan aksi OPK.

Pada bulan Maret tahun yang sama pada acara khusus yang membahas masalah pertahanan dan keamanan, Rapim ABRI, Presiden Soeharto bahkan meminta kepada Polri (masih menjadi bagian dari ABRI) untuk mengambil langkah pemberantasan yang efektif dalam upaya menekan angka kriminalitas. Keseriusan Soeharto agar Polri/ ABRI menggencarkan operasi yang efektif untuk menekan angka kriminalitas bahkan kembali diulangi dalam pidato kenegaraan yang berlangsung pada 16 Agustus 1982. Karena permintaan atau perintah Soeharto disampaikan pada acara kenegaraan yang istimewa, sambutan yang dilaksanakan oleh petinggi aparat keamanan pun sangat serius. Permintaan Soeharto itu sontak disambut oleh Pangkopkamtib Laksamana Soedomo melalui rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta yang berlangsung di Markas Kodam Metro Jaya 19 Januari 1983. Dalam rapat yang membahas tentang keamanan di ibukota itu kemudian diputuskan untuk melaksanakan operasi untuk menumpas kejahatan bersandi Operasi Celurit di Jakarta dan sekitarnya. Operasi Celurit itu selanjutnya diikuti oleh Polri/ABRI di masing-masing kota serta provinsi lainnya. Para korban Operasi Celurit pun mulai berjatuhan. Salah satu modus untuk melumpuhkan penjahat yang dilaksanakan oleh tim OPK adalah menyuruh preman yang sudah ditangkap untuk lari dan kemudian baru ditembak. Preman yang lari kadang diteriaki sebagai maling sehingga menjadi sasaran amuk massa.

Selama sebulan OPK di Yogyakarta, paling tidak enam tokoh peniahat tewas terbunuh. Para korban OPK yang ditemukan tewas itu rata-rata dengan luka tembak mematikan di kepala dan lehernva. Dua di antara korban OPK yang berhasil diidentifikasi adalah mavat Budi alias Tentrem (29) dan Samudi Blekok alias Black Sam (28). Mayat Budi yang dulu ditakuti dan dikenal lewat geng Mawar Ireng-nya ditemukan dalam parit di tepi jalan di daerah Bantul, Selatan Yogyakarta, tepat pada awal tahun 1985. Sedangkan mayat Black Sam diketemukan tergeletak di semak belukar di kawasan Kotagede yang tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Dari cara membuang mayatnya, jelas ada semacam pesan yang ditujukan kepada para bromocorah di Yogyakarta, agar segera menyerahkan diri atau menemui ajal seperti rekan-rekannya. Selama OPK paling tidak ada 60 bromocorah Yogyakarta yang menjadi korban Petrus. Sebagian besar tewas tertembak dan beberapa di antaranya terbunuh oleh senjata tajam. Sejumlah korban bahkan diumumkan oleh aparat keamanan tewas akibat keroyokan massa. Salah satu korban yang diklaim aparat keamanan tewas akibat keroyokan massa adalah bromocorah bernama Ismoyo.

Selama hidupnya Ismoyo dikenal sebagai gali elite karena lulusan Fakultas Sosial Politik UGM dan berstatus PNS. Sebagai ketua kelompok preman yang sering memalak angkutan kota di daerah kekuasaannya, gali elite itu kemudian diambil oleh aparat keamanan untuk diinterogasi. Namun, menurut versi aparat, Ismoyo mencoba lari dan kemudian tewas dikeroyok massa. Modus menyuruh bromocorah lari lalu diteriaki maling atau kemudian malah dihujani tembakan merupakan cara standar bagi tim OPK untuk menuntaskan tugas membereskan buruannya. Cara lain untuk memberikan shock therapy kepada kaum bromocorah adalah dengan menembak korbannya puluhan kali. Cara ini diterapkan tim OPK saat menghabisi pentolan gali Yogyakarta, Slamet Gaplek. Berdasar informasi, Slamet konon kebal peluru. Slamet Gaplek sempat mencoba melarikan diri dengan cara mematahkan borgol namun akhirnya tersungkur setelah diterjang lebih dari 20 peluru di tubuhnya. Korban yang tewas dengan cara mengenaskan itu kemudian dibuang di tempat yang mudah ditemukan sehingga esoknya langsung menjadi berita besar di surat kabar sehinga efek shock therapy-nya bisa berpengaruh secara maksimal.

OPK di Semarang
Operasi Pemberantasan Kejahatan yang berlangsung di Semarang (1983) bisa menunjukkan bahwa para preman yang dahulu pernah diorganisir untuk kepentingan politik, seperti sebagai pendukung partai politik tertentu, ternyata tetap menjadi sasaran Petrus ketika dianggap sudah tak berguna. Sebagai salah satu contoh adalah tokoh preman bernama Bathi Mulyono. Di dunia hitam mantan preman yang pernah malang-melintang di Semarang ini sudah sangat terkenal sehinga saat keluar dari penjara, Bathi langsung menduduki jabatan ketua Yayasan Fajar Menyingsing. Organisasi massa itu menghimpun ribuan residivis dan pemuda yang berada di kawasan Jawa Tengah. Yayasan Fajar Menyingsing secara politik cukup berpengaruh dan di-beking oleh para petinggi Jawa Tengah waktu itu seperti Gubernur Supardjo Rustam, Ketua DPRD Jawa Tengah Widarto dan pengusaha Soetikno Widjoyo. Berkat restu para elite penguasa daerah itu Bathi bisa menjalankan bisnisnya secara lancar mulai dari jasa broker keamanan hingga menguasai lahan parkir di wilayah Jawa Tengah. Walau mantan bromocorah, Bathi bisa hidup makmur dan sehari-hari mengendarai mobil jeep Toyota Hardtop.

Hubungan yang dibangun antara elite dengan para preman pun bergerak’lebih jauh dan tidak hanya sekadar relasi bisnis belaka Para elite politik mulai menggunakan para preman yang sudah terbiasa berkecimpung di dunia kekerasan itu. Para preman dari Fajar Menyingsing pun mulai digunakan sebagai kelompokkelompok milisi yang diberdayakan pada saat musim kampanye pemilu tiba. Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai generator politik Orde Baru banyak menggunakan jasa para preman untuk menggalang massa dan mengamankan jalannya kampanye. Peran Bathi dan kawan-kawannya sebagai salah satu kelompok massa yang digunakan oleh Golkar adalah dalam kampanye Pemilu yang berlangsung pada tahun 1982. Tugas Bathi dan rekannya adalah memprovokasi massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sedang berkampanye di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, agar muncul kerusuhan. Insiden kekerasan pun pecah dan sejumlah korban jatuh. Beberapa orang yang dianggap sebagai perusuh ditangkap tapi Bathi dan sejumlah rekannya lolos. Insiden itu bahkan membuat Presiden Soeharto marah dan menyalahkan petinggi Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) waktu itu, All Moertopo.

Modus untuk melumpuhkan tokoh gali kadang kerap dilaksanakan ditempat seperti eksekusi saat si "gali" sedang nongkrong di warung. Eksekusi semacam itu hanya bisa dilakukan oleh penembak terlatih dan berpengalaman.

Berkat perlindungan para elite politik Bathi merasa aman, bahkan ketika OPK mulai berlangsung di kota Semarang. Namun rasa aman Bathi mulai memudar ketika OPK yang digelar di Semarang ternyata menyasar pada rekan-rekan dekatnya sebagai pengurus Yayasan Fajar Menyingsing. Rekan-rekan Bathi yang kemudian hilang secara misterius dan diyakini sebagai korban Petrus antara lain Edy Menpor dan Agus TGW. Rasa aman Bathi benar-benar buyar pada suatu malam di bulan Juli 1983, ketika sedang mengemudikan mobilnya melintas di Jalan Kawi, Semarang, tiba-tiba dua motor menyalip sambil melepaskan tembakan. Dua peluru yang berhasil menembus mobil ternyata tak mengenai tubuh Bathi. Sadar bahwa dirinya telah menjadi target OPK, Bathi segera tancap gas melarikan diri dan kemudian bersembunyi di Gunung Lawu. Bathi baru berani turun gunung setelah OPK mereda. Bathi menjadi salah satu target OPK yang masih hidup hingga kini.

Selama dalam pelariannya Bathi bahkan mengalami kejadian konyol yang berkaitan erat dengan OPK. Suatu kali Bathi menyetop kendaraan pick up terbuka dan kemudian duduk di antara sejumlah karung yang tergeletak di lantai bak mobil. Sejumlah orang tampak duduk di belakang dan dalam kondisi diam. Secara tak sengaja Bathi sempat menduduki salah satu karung dan kemudian kaget setengah mati karena mendengar suara mengaduh dari dalam karung itu. Bathi mulai berpikir tentang suara mengaduh dari dalam karung dan yakin bahwa mobil pick up sedang membawa korban yang menjadi target OPK. Bathi merasa mujur karena orangorang yang berada di dalam pick up tak mengenali dirinya. Sebelum jati dirinya terungkap, Bathi minta turun dan kemudian menghilang ke dalam hutan sambil sesekali melihat pergerakan mobil pick up tersebut. Tak lama kemudian Bathi mendengar serentetan ternbakan dan yakin para eksekutor tengah menghabisi korbannya.

Jakarta dan kola lainnya

Korban OPK di kota Jakarta tak kalah banyak karena mayatmayat korban pembunuhan yang ditemukan di berbagai tempat terus saja menjadi berita suratsurat kabar dan buah bibir warga Ibukota. Mayat yang tewas dalam kondisi kepala atau dada ditembus peluru itu memiliki tanda khusus berupa sejumlah tato di tubuhnya. Ciri khas mayat yang ditemukan di Jakarta adalah mengambang di dalam karung yang hanyut di sungai dan saat dibuka korbannya pasti terikat tangannya serta memiliki tato di tubuhnya. Penemuan mayatmayat korban OPK juga terjadi di kota-kota besar lainnya dan fakta ini menunjukkan bahwa OPK memang dilancarkan secara nasional. Dilihat dari para korban OPK yang ata, bisa dikatakan Operasi Celurit untuk menumpas angka kejahatan cukup berhasil.

Dari segi jumlah, Operasi Celurit yang notabene merupakan aksi Petrus itu, pada tahun 1983 berhasil menumbangkan 532 orang yang dituduh sebagai pelaku kriminal. Dari semua korban yang terbunuh, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 korban OPK yang tewas sebanyak 107 orang, tapi hanya 15 orang yang tewas oleh tembakan. Sementara tahun 1985, tercatat 74 korban OPK tewas dan 28 di antaranya tewas karena tembakan. Secara umum para korban Petrus saat ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat. Kebanyakan korban dimasukkan ke dalam karung dan ditinggal di tepi jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, hut, hutan, dan kebun. Yang pasti pelaku Petrus terkesan tidak mau bersusah-susah membuang korbannya karena bila mudah ditemukan efek shock therapy yang disampaikan akan lebih efektif. Sedangkan pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal atau dijemput aparat keamanan. Akibat berita yang demikian gencar mengenai OPK yang berhasil membereskan ratusan penjahat, para petinggi negara pun akhirnya berkomentar. Tercatat ada 11 provinsi yang menerapkan petrus, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. 

 Kendati sejumlah petingi negara telah melontarkan pendapatnya, toh Petrus yang beraksi secara rahasia itu tetap tidak tersibak misterinya.
Ketika pada 3 Mei 1983 di Jalan Sunan Kalijaga, Kebayoran Baru, Jakarta, terdengar letusan pistol pertama disusul tumbangnya dua penjahat Sulisno (23) dan Baginda Siregar (26) lalu disusul tewasnya Solichin di daerah Ciputat akibat tembakan orang tak dikenal, berita yang esoknya terpapar di surat kabar belum begitu mengejutkan massa. Tapi ketika berita serupa hampir tiap hari muncul di seantero Jakarta dan massa mulai membicarakan masalah penembakan misterius, Benny Moerdani sebagai Panglima Kopkamtib seusai menghadap Presiden Soeharto lalu memberi pernyataan kepada pers bahwa penembakan gelap yang terjadi mungkin timbul akibat perkelahiaan antar geng bandit. “Seiauh ini belum pernah ada perintah tembak di tempat bagi peniahat yang ditangkap” komentar Benny. Dan tak ada seorang pun wartawan yang saat itu berani melaniutkan pertanyaan kepada jenderal yang dikenal sangat tegas dan garang itu.

Kepala Bakin saat itu, Yoga Soegama juga memberikan pernyataan yang bernada enteng bahwa masyarakat tak perlu mempersoalkan para penjahat yang mati secara misterius. Tapi pernyataan yang dilontarkan man-tan Wapres H. Adam Malik justru bertolak belakang sehingga membuat kasus penembakan misterius tetap merupakan peristiwa serius dan harus diperhatikan oleh pemerintah RI yang selalu menjunjung tinggi hukum. “Jangan mentangmentang penjahat dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Jadi syarat sebagai negara hukum sudah terpenuhi,” kecam Adam Malik sambil menekankan, “Setiap usaha yang bertentangan dengan hukum akan membawa negara ini pada kehancuran.”

Tindakan tegas OPK pada akhirnya memang menyulut pro dan kontra. Pendapat yang pro, OPK pantas diterapkan kepada target yang memang jelas-jelas penjahat. Sebaliknya pendapat yang kontra menyatakan keberatannya jika sasaran OPK hanya penjahatkelas ten atau mereka yang hanya memiliki tato tapi bukan penjahat beneran. Pendapat atau komentar yang cukup kontroversial adalah yang dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Hans van den Broek, yang secara kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta pada awal Januari tahun 1984. Setelah bertemu dengan Menlu Mochtar Kusumaatmadja, Broek secara mengejutkan berharap bahwa pembunuhan yang telah mejnakan korban jiwa sebanyak 3.000 orang itu pada waktu mendatang diakhiri dan Indonesia juga diharapkan dapat melaksanakan konstitusi dengan tertib hukum. Menlu Mochtar sendiri menjawab bahwa peristiwa pembunuhan misterius itu terjadi akibat meningkatnya angka kejahatan yang mendekati tingkat terorisme sehingga masyarakat merasa tidak aman dan main hakim sendiri.

Atas pernyataan Menlu Belanda itu, Benny yang merasa kebakaran jenggot sekali lagi harus tampil untuk meluruskan tuduhan tadi. Ia kembali menegaskan bahwa pembunuhan yang terjadi karena perkelahian antar geng. “Ada orang-orang yang mati dengan luka peluru, tetapi itu akibat melawan petugas. Yang berbuat itu bukan pemerintah. Pembunuhan itu bukan kebijaksanaan pemerintah,” tegasnya. Namun persoalan penembakan itu akhirnya tidak lagi misterius meskipun para pelakunya hingga saat ini tetap misterius dan tidak terungkap. Beberapa tahun kemudian Presiden Soeharto justru memberikan uraian tentang latar belakang permasalahannya.

Tindakan keamanan tersebut memang terpaksa dilakukan sesudah aksi kejahatan yang terjadi di kota-kota besar Indonesia semakin brutal dan makin meluas. Seperti tertulis dalam bukunya Benny Moerdani hal 512-513 Pak Harto berujar : “Dengan sendirinya kita harus mengadakan treatment therapy, tindakan yang tegas. Tindakan tegas bagaimana? Ya harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor-dor! Begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya mau tidak mau harus ditembak. Karena melawan, maka mereka ditembak. Lalu ada yang mayatnya ditinggalkan begitu saja. Itu untuk shock therapy, terapi goncangan. Supaya orang banyak mengerti bahwa terhadap perbuatan jahat masih ada yang bisa bertindak dan mengatasinya. Tindakan itu dilakukan supaya bisa menumpas semua kejahatan yang sudah melampui batas perikemanusiaan. Maka kemudian redalah kejahatan-kejahatan yang menjijikkan itu”.

Mereka yang Lolos dari PETRUS
Ada banyak cara bagi para residivis atau mereka yang bertato dan sudah tidak lagi aktif di dunia kriminal untuk lolos dari OPK. Berbagai sumber yang diwawancarai Angkasa memaparkan cara bagaimana bisa lolos dari OPK tanpa harus kehilangan nyawa. Salah satu cara paling mudah tapi berisiko karena tidak ada yang menjamin adalah kabur ke daerah lain dan balik kembali ke daerah asal ketika aksi OPK sudah usai seperti yang pernah dilakukan oleh Bathi Mulyana.

Tapi bagi mereka yang memang merasa baik-baik saja namun dijadikan target hanya karena memiliki tato di tubuhnya atau pernah sesekali melakukan tindakan kriminal ringan, ia bisa minta surat jaminan dari tokoh masyarakat yang memiliki hubungan dekat dengan aparat keamanan. Biasanya orang yang menempuh cara itu akan lolos dari OPK dan hanya dikenai sanksi wajib lapor. Langkah serupa sebagai contoh pernah dilakukan oleh seorang penjaga sekolah di kawasan Bekasi. Karena memiliki tubuh sangar dan bertato serta tidak pernah melakukan tindakan kejahatan, orang tersebut menjadi kecut ketika tersebar berita simpang-siur bahwa dirinya menjadi target OPK. Agar aman orang tersebut kemudian minta jaminan surat kelakuan baik dari kepala sekolah dan mendapat tanggapan yang bagus dari aparat keamanan.

Daftar Pustaka
diambil dari berbagai sumber
Sunting kembali By. 
|||0|||0
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*