Military Technology News Network

SENAPAN SPR 4 | SENJATA BARU UNTUK PARA SNIPER TNI

... hem.. Sebenarnya bukan berita baru mengenai senapan yang satu ini, hanya saja admin ingin mengulas kembali mengenai keunggulan Senapan SPR 4 buatan pindad termasuk admin ingin melengkapi database di dalam website ini.. hehehee.. soalnya admin sudah lama menidurkan website ini.. ok langsung aja ya kita ulas kembali.. cek idot

Sebelum kita mengulas lebih dalam admin ini bertanya terlebih dahulu apa sih kepanjangan dari Senapan berjenis "SPR" dan berapa Jumlah Senapan SPR yang pindad telah produksi..? hayo ada yang bisa jawab ?... ..
Share:

BELL V-280 VALOR | HELIKOPTER GENERASI TERBARU MILITER AMERIKA

Masih ingat dengan helikopter Bell V-22 Osprey..? kalau masih ingat... kini perusahaan Bell kembali meluncurkan helikopter varian barunya bernama V-280 Valor, helikopter ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan program Joint Multi-Role-Technology Demonstrator atau yang disingkat JMR-TD, yang mengusung konsep Future Vertical Lift (FVL) bagi tentara angkatan udara Amerika.

BELL-V22 OSPREY

BELL V-280 VALOR
Teknologi yang diusung sama dengan varian terdahulunya, menggunakan tilt rotor namun V-280 Valor tampil lebih fururistik dengan mengintegrasikan ekor V dan badan pesawat yang terbuat dari bahan baja komposit serta sayap dibuat menggunakan lapisan inti karbon.  

Share:

KHIBINY ELECTRONIC COUNTERMEASURE SISTEM PERANG ELEKTRONIK BUATAN RUSIA

Ditengah konflik yang menerjang negara Rusia, kini memaksa Negara tersebut mengembangkan Teknologi dan senjata elektronik secara besar besaran untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Salah satu pengembangan terbaru dari Rusia adalah kemunculan senjata Electronic Countermeasure bernama “Khibiny”. 

Senjata ini diklaim negara barat turut dipakai Rusia menyerang dan mengusir kapal perang Amerika Donald Cook yang mencoba memasuki perairan laut hitam, Begitu dahsyatnya radiasi dari perangkat Khibiny mengakibatkan lumpuhnya  system elektronik pertahanan kapal perang tersebut. 


Share:

KUB SA-6 | BUK SA-11 & BUK M1 | BUK SA-17&BUK M2E |BUK M-22 SHATIL-1 VARIAN SISTEM PERTAHANAN UDARA SOVIET

Sistem peluncur rudal BUK adalah varian dari sistem pertahanan permukaan ke udara yang dikembangkan unisoviet dan negara penggantinya yakni Negara Rusia. Buk diambil dari kata "Бук" yang artinya Pohon. Senjata ini diklaim paling efektif dalam sistem persenjataan pertahanan udara (antipesawat). Namun, pengoperasiannya tergolong rumit pada dasarnya BUK terdiri dari truk komando, truk TAR (target acquisition radar), truk TELAR (transporter erector launcher and radar). Fungsi BUK antara lain menghancurkan rudal balistik dan melumpuhkan obyek udara. 


Berikut adalah varian BUK dari masa kemasa berikut spesifikasinya:

1.    KUB/BUK SA-6  
KUB/ BUK SA-6
BUK SA-6 pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967 mengusung rudal 3M9 berdaya jangkau 22km dengan ketinggian maksimal 7000 meter. Rudal 3M9 mempunyai berat 599 Kg dan mampu menghatam sasaran pada kecepatan 2.8 march. Target utama yang disasar rudal ini adalah Pesawat tempur.  

2.    BUK SA-11 & BUK M1
 
BUK M-1

Pada tahun 1980 Peluncur Rudal baru diperkenalkan yakni BUK SA-11 untuk mengupgrade rudal pendahulunya SA-6. Buk SA-11 dipersenjatai rudal jenis 9M38 berdaya jangkau 30Km dengan ketinggian maksimal 20.000 meter. Rudal 3M38 mempunyai berat 690 Kg dan mampu menghatam sasaran dengan kecepatan 3 mach.  kemudian berselang 3 tahun soviet mengupgrade kembali kemampuan rudal barunya agar mampu mencapai ketinggian 22.000 meter dan rudal tersebut diberinama 9М38M1 mulai pada saat itu, tepatnya tahun 1983 BUK-M1 resmi di perkenalkan.  BUK M-1 bertugas melindungi pasukan maupun instalasi/bangunan dari ancaman serangan udara termasuk pesawat tempur dan helicopter taktis maupun rudal jelajah

3.    BUK M1-2 SA-17 & BUK M2E

BUK M2E dengan Sasis Truck
Diperkenalkan pada tahun 1998 sistem rudal buk mendapat pembaharuan dengan adanya rudal 9М38M2/9M317 berbobot 720kg . Rudal tersebut mampu memburu target pada jarak 50km pada ketingian 25.000m namun menyoal kecepatan rudal ini masih sama dari pendahulunya yakni 3 mach. Pada tahun yang sama soviet membuat BUK versi ekspor yang diberinama BUK-M2E dengan menyuguhkan kemampuan upgrade aerodinamik sehingga memaksimalkan kecapatan rudal 9K317E menjadi 4mach . Buk-M2E dibuat untuk menetralisir serangan masif dari pesawat tempur taktis maupun strategis, rudal balistik taktis, rudal jelajah, rudal pesawat tempur, bom pintar, helikopter, termasuk hovering rotorcraft, UAV, meski Buk-M2E mendapatkan serangan electronic countermeasures yang gencar

4.    M-22/Shatil-1 aka SA-N-12

BUK M-22 aka SA-N-12 Versi Angkatan Laut

Shatil-1 adalah varian terakhir dari BUK yang diperkenalkan pada tahun 2004 namun ternyata spesialisasinya berbeda dari varian BUK lainnya. Shatil-1 diproduksi untuk memburu target laut yang biasa disematkan pada kapal perang.  Shatil-1 menggotong rudal 9M317ME berbobot 581kg pada jarak 50km dengan ketinggian 15000 meter namun rudal shatil sangat berbahaya karena mampu menabrak target pada kecepatan 4.5 mach. 

Kecanggihan BUK ini telah banyak diakui oleh beberapa Negara pentolan soviet yang tentu memanfaatkan jasanya untuk perkuatan armada perangnya mulai dari India, Korea Utara, Venezuela bahkan Syiria yang pada tahun 2011 membeli BUK Varian M2E. 

  • Jika dilihat dari perjalanan tempurnya BUK sudah banyak makan korban mulai dari tertembaknya Drone Georgia pada awal mei 2008 oleh otoritas Abkhazia . Abkhazia adalah sebuah negara republik yang secara de facto merdeka, seluas 8.600 km², terletak di Kaukasus. Georgia mengklaim Abkhazia sebagai wilayah kedaulatannya. Kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional, kecuali Rusia yang mengakuinya pada 26 Agustus 2008 bersamaan dengan pengakuan kedaulatan Ossetia Selatan. Abkhazia terletak di pantai timur Laut Hitam, berbatasan dengan Federasi Rusia di utara. Dengan Georgia, perbatasannya pada daerah Samegrelo-Zemo Svaneti di sebelah timur.
  • Penembakan tiga pesawat tempur Su25 dan satu pesawat pembom TU22m oleh Georgia pada perang Ossetia Selatan.  Analis menyimpulkan bahwa sistem rudal Georgia Buk bertanggung jawab, hilangnya empat pesawat ini menimbulkan kerugian besar Rusia yang disebabkan oleh Negara kecil sekelas Georgia
  • Pada 29 Januari 2013, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara terhadap sebuah konvoi di Suriah diyakini memiliki rudal SA-17 BUK-M2E yang ditujukan untuk Hizbullah di Lebanon. Pemerintah Suriah membantah bahwa pengiriman senjata telah terjadi. Angkatan Udara Israel pada tanggal 7 Desember 2013 untuk ketigakalinya menyerang Suriah. Israel telah menolak untuk berkomentar. Namun Israel kali ini merugi karena Suriah mengklaim bahwa UAVnya ditembak ditembak jatuh oleh BUK. 
  • Terakhir Sistem ini diduga telah digunakan dalam jatuhnya Malaysia Airlines Penerbangan 17 (Boeing 777-200ER) pada 17 Juli 2014 dengan 298 kematian di timur Ukraina.|||0|||0

Share:

DVI POLRI, BUKAN SATUAN ELIT POLRI MELAINKAN TIM KHUSUS DOKPOL POLRI

Foto TIM DVI Polda Jatim dalam Kasus QZ8501
DVI atau Disaster Victim Identification nama Tim bentukan Polri ini sekarang lagi banyak di perbincangkan, mereka bukanlah satuan elit melainkan Tim mereka terdiri orang orang yang perannya sangat diperlukan untuk melakukan suatu proses indentifikasi Korban bencana.  Tim DVI terdiri dari dokter spesialis forensik, dokter gigi, ahli anthropology (ilmu yang mempelajari tulang), kepolisian, fotografi, dan ada yang berasal dari masyarakat juga. Tugasnya adalah mengidentifikasi korban.

Identifikasi korban bencana diperlukan sebagai perwujudan Hak Azasi Manusia dan penghormatan kepada orang meninggal dan ahli warisnya yaitu mengenali, merawat, mendoakan, menguburkan sesuai dengan agama dan keyakinan, adat istiadat dan menyerahkan kepada keluarganya. Identifikasi mutlak diperoleh untuk menentukan secara hukum masih hidup atau matinya seseorang, juga berkaitan dengan bidang santunan, warisan, asuransi jiwa, hak pensiun, kemungkinan untuk menikah lagi bagi pasangan yang ditinggalkan dan membantu kepolisian dalam rangka proses Penyidikan. Agar benar dan diakui dalam proses kerja berdasar ilmia

Tingginya tuntutan masyarakat terhadap kepastian hukum dan hak asasi manusia serta makin meningkatnya ancaman teror bom dan bencana yang pada saat ini dapat terjadi setiap saat dan merupakan tantangan yang akan dihadapi Polri di masa mendatang, sehingga di dalam mengantisipasi hal tersebut di atas Polri dituntut mempunyai kemampuan yang memerlukan dukungan ilmu pengetahuan dan tehnologi dari berbagai disiplin ilmu Kedokteran Kepolisian seperti tercantum di dalam Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 adalah merupakan upaya penerapan ilmu pengetahuan dan tehnologi kedokteran untuk kepentingan pelaksanaan tugas operasional kepolisian yang perlu dikembangkan secara optimal dalam mengantisipasi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
Foto Tim DVI Polri
Salah satu bentuk  kemampuan dari Kedokteran Kepolisian dalam kepentingan pelaksanaan terhadap tugas-tugas operasional kepolisian adalah Disaster Victim Identification (DVI).

DVI adalah suatu prosedur yang telah ditentukan untuk mengidentifikasi korban (mati ) secara ilmiah dalam sebuah insiden atau bencana masal berbasarkan Protokol INTERPOL. merupakan suatu prosedur yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat dan hukum.
  • Dapat merupakan bagian dari suatu investigasi
  • Dapat bermanfaat dalam merekontruksi tentang sebab bencana
  • Diperlukan untuk proses identifikasi positif sehingga segala kepentingan hukum yang menyangkut kematian seseorang dapat terselesaikan, misalnya yang menyangkut kepentingan civil legal aspect (asuransi, warisan, status, dll).
Posko DVI Antem Mortem
DVI sangat diperlukan karena pada banyak kasus identifikasi secara visual tidak dapat diterapkan karena kondisi korban yang sudah rusak tidak mungkin lagi dikenali. berikut adalah dasar dasar dari proses identifikasi :

Dasar Identifikasi dalam DVI:
1. Dasar Primer / Primary Identifier
    A. Sidik Jari/ Fingerprint
    B. Hasil Pemeriksaan Gigi Geligi/ Dental Record
    C. DNA

2.Dasar Skunder/ Secondary Identifier
   A.Barang kepemilikan/ Property
   B.Data medis/ Medical

Struktur Organisasi DVI Propinsi
Penasehat :
1. Gubernur
2. Kapolda

 
Ketua          : Kabiddokkes Polda
Wakil ketua    : Kadinkes Propinsi
Sekretaris 1   : Kasubid Dukkes Biddokkes Polda
Sekretaris 2   : Dir.RSUD Propinsi
Seksi Operasi  : Kaur Dokpol Biddokkes Polda

Dalam rangka optimalisasi peran dukungan Kedokteran Kepolisian dan juga sebagai upaya perwujudan pelaksanaan kegiatan Kedokteran Kepolisian yang profesional serta meningkatkan kinerja personil Polri dengan intansi terkait lainnya di dalam melaksanakan kegiatan khususnya.

 

Operasi DVI Dibagi 5 phase:
1. TKP (Initial Action at the Disaster Site)
Merupakan tindakan awal yang dilakukan di tempat kejadian peristiwa (TKP) bencana. Ketika suatu bencana terjadi, prioritas yang paling utama adalah untuk mengetahui seberapa luas jangkauan bencana

2. Post Mortem
Pengumpulan data post-mortem atau data yang diperoleh paska kematian dilakukan oleh post-mortem unit yang diberi wewenang oleh organisasi yang memimpin komando DVI. Pada fase ini dilakukan berbagai pemeriksaan yang kesemuanya dilakukan untuk memperoleh dan mencatat data selengkap – lengkapnya mengenai korban

3. Ante Mortem
pengumpulan data mengenai jenazah sebelum kematian. Data ini biasanya diperoleh dari keluarga jenazah maupun orang yang terdekat dengan jenazah. Data yang diperoleh dapat berupa foto korban semasa hidup, interpretasi ciri – ciri spesifik jenazah (tattoo, tindikan, bekas luka, dll), rekaman pemeriksaan gigi korban, data sidik jari korban semasa hidup, sampel DNA orang tua maupun kerabat korban, serta informasi – informasi lain yang relevan dan dapat digunakan untuk kepentingan identifikasi, misalnya informasi mengenai pakaian terakhir yang dikenakan korban

4. Rekonsiliasi
pembandingan data post mortem dengan data ante mortem. Ahli forensik dan profesional lain yang terkait dalam proses identifikasi menentukan apakah temuan post mortem pada jenazah sesuai dengan data ante mortem milik korban yang dicurigai sebagai jenazah. Apabila data yang dibandingkan terbukti cocok maka dikatakan identifikasi positif atau telah tegak. Apabila data yang dibandingkan ternyata tidak cocok maka identifikasi dianggap negatif dan data post mortem jenazah tetap disimpan sampai ditemukan data ante mortem yang sesuai dengan temuan post mortem jenazah.

5. analisa dan evaluasi (debriefing)
Korban yang telah diidentifikasi direkonstruksi hingga didapatkan kondisi kosmetik terbaik kemudian dikembalikan pada keluarganya untuk dimakamkan. Apabila korban tidak teridentifikasi maka data post mortem jenazah tetap disimpan sampai ditemukan data ante mortem yang sesuai dengan temuan post mortem jenazah, dan pemakaman jenazah menjadi tanggung jawab organisasi yang memimpin komando DVI. Sertifikasi jenazah dan kepentingan mediko-legal serta administrative untuk penguburan menjadi tanggung jawab pihak yang menguburkan jenazah. 

Editor : |||0|||0
Referensi : Berbagai Sumber 
Foto : diambil dari Antara.com
Share:

REFUELING BAHAN BAKAR PESAWAT TEMPUR


Air Refueling yang dilakukan pesawat tanker C130 KC pada dua pesawat Sukhoi 30MK
Dalam kondisi pertempuran pengisian bahan bakar pesawat terdapat aturan dimana radius tempur adalah sepertiga jarak kemampuan tempuh pesawat yang terisi bahan bakar penuh dalam suatu garis lurus, jika disederhanakan perjalanan pulang dan pergi ditambah sepertiga dari bahan bakar untuk operasi tempur.

Namun jika kita lihat metode pengisian bahan bakar pesawat yang lazim digunakan baik itu pengisian bahan bakar di darat ataupun di udara sedikit banyak memberikan tujuan tersendiri suatu operasi pertempuran jika radius tempur masuk dalam jangkauan maka pengisian bahan bakar melalui darat lebih sering di gunakan namun jika menjalankan misi yang lumyan kompleks maka pengisian bahan bakar di udara adalah pilihan yang tepat karena pada saat take off pesawat mampu membawa bom secara maksimal dengan mengurangi tekanan pada tangki bahan bakar namun setelahnya maka kemudian sudah pasti di hadang oleh pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar secara penuh.


Bahan bakar jet atau jet fuel atau aviation turbine fuel (ATF) atau avtur (aviation turbine) merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas (external combution) Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling umum adalah Jet A dan Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam perlengkapan spesifikasi yang terstandardisasi secara internasional. Satu-satunya bahan bakar jet yang umum digunakan dalam penerbangan bermesin turbin disebut Jet B dan digunakan untuk menghadapi cuaca dingin.



Pengisian bahan bakar di Darat Fasilitas DPPU 
(Depot Pengisian Pesawat Udara)



merupakan fasiltas vital dalam pelayanan di Bandar Udara, untuk menunjang operasi pelayanan pengisian bahan bakar pesawat, seiring dengan kemajuan dunia penerbangan dan padatnya rute penerbangan dalam pelayanan maka di Bandar Udara terutama pada Bandar sipil ataupun militer terpasang fasiltas untuk pengisian bahan bakar pesawat. Fasilitas pengisian bahan bakar pesawat menurut tipenya sekarang terdapat 2 (dua) tipe pengisian yaitu 

Pipeline Jalur Pipa
Metode pengisian di darat menggunakan Pipeline at
 
pengisian menggunakan jalur pipa (pipeline) dibawah apron  Penggunaan jalur pipa (pipeline) dibawah apron banyak digunakan pada Bandar Udara komersial namun hanya sedikit di gunakan dalam bandar udara militer karena melihat faktor keamanan bandara ketika diserang musuh namun metode semacam ini mampu mengatasi tingkat kesibukan penerbangan yang cukup tinggi. 

Mobil Bridger
sedangkan untuk penggunaan mobil bridger biasanya digunakan pada bandar udara kecil yang mempunyai tingkat kesibukan penerbangan yang tidak terlalu tinggi.


Pengisian bahan bakar di Udara
Air Refeuling 
Pengisian bahan bakar di udara atau istilahnya kerennya air refueling, aerial tanking, in-flight refueling (IFR), air-to-air refueling (AAR) adalah proses pengisian bahan bakar dari pesawat tanker (pembawa bahan bakar) ke pesawat lain (yang akan diisi bahan bakarnya) selama di udara. Prosedur ini membuat pesawat yang sedang dalam misi penerbangan dapat terbang dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pesawat yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara adalah pesawat angkut yang telah dimodifikasi atau seringkali disebut pesawat tanker


Biasa juga disebut “Flying Boom”
Metode Pengisian Flaying Boom pada Pesawat F35 Lightning
Sistem ini memakai pipa yang kaku, memiliki sistem kamera yang dikendalikan oleh dua sayap kecil yang oleh operator yang berada di pesawat tanker akan diulur dan dimasukkan ke lubang tangki bahan bakar pada pesawat penerima. Penerbang pada pesawat penerima harus memposisikan pesawat dan kecepatannya sedemikian rupa sehingga tepat posisinya dan proses pengisian bahan bakar bisa dilakukan. Untuk keamanan dan ketepatan dalam pengisian bahan bakar, kamera pada sisi sayap pipa digunakan untuk memandu operator mengulurkan dan memasukkan pipa bahan bakar ke pesawat penerima. Selain itu, pesawat tanker dan pipa dilengkapi dengan lampu yang berfungsi untuk melakukan pengisian bahan bakar pada malam hari.

Probe and Drogue
Metode pengisian dengan Probe and Drogue pada F35 lightning

Sistem ini memakai pipa yang fleksibel. Bentuk drogue-nya mirip sekali dengan shuttlecock badminton yang tersambung dengan pipa bahan bakar. Fungsi drogue ini untuk menstabilkan pipa selama di udara dan menyediakan saluran untuk menjadi jalur masuknya bahan bakar ke dalam pipa. Pipa tersebut terhubung dengan Hose Drum Unit (HDU), kalau tidak terpakai biasanya pipa akan tergulung di HDU. Cara kerjanya: Pesawat tanker dan pesawat penerima harus berada pada posisi sejajar horizontal di mana pesawat tanker berada di depan pesawat penerima. Kedua pesawat itu terbang pada kecepatan yang sama. Setelah kedua pesawat ini siap, pilot pesawat tanker akan menjulurkan drogue ke arah pesawat penerima. Setelah terjulur, pilot pesawat penerima akan mengeluarkan alat yang disebut probe. Yaitu semacam "mulut" penerima bahan bakar yang ada di pesawat tersebut, kemudan pilot pesawat penerima mengatur pesawatnya hingga posisi probe masuk ke dalam lubang drogue. Di sinilah pengisian bahan bakar mulai dilakukan
Share:

BOOMERANG, KONSEP KENDARAAN ANGKUT PERSONIL MASA DEPAN RUSIA

Foto APC Boomerang.
Setelah Rusia dilengkapi dengan Kapal induk terbarunya. kini Rusia juga mempersiapkan kendaraan angkut personil 8x8 yang sedang di kembangkan Rusia dengan kerahasiaan yang amat tinggi . Kendaraan APC tersebut dikenal dengan nama sandi Boomerang. Kendaraan angkut personil ini akan menjadi dasar konsep  kendaraan tempur militer masa depan Rusia pada tahun 2015. 

Kendaraan pengangkut personel ini disebut-sebut akan berbeda sama sekali dengan kendaraan pengangkut personel modern buatan negara lain. Pada dasarnya konsep yang diusung Rusia dalam membangun APC Bumerang tidak jauh berbeda dengan konsep BTR 90-82 hanya saja konsep tersebut menyempurnakan kekurangan dari APC seri BTR 90-82. Salah satunya adalah mengadopsi penempatan posisi mesin pada bagian depan, sehingga droping pasukan dapat secara aman dilakukan menggunakan pintu belakang.


Boomerang APC

Seri BTR
Berbeda dengan varian sejenisnya seri BTR 90-82, mesin di tempatkan pada bagian belakang dengan droping pasukan menggunakan pintu samping hal inilah yang didinilai beberapa pengamat militer akan mengancam keselamatan pasukan. Selain itu guna menghindari tembakan langsung dan pecahan serpihan granat maka boomerang akan dilengkapi dengan baju baja keramik teknologi terbaru.


Mock up Model Boomerang APC
 
Foto APC Boomerang tampak belakang dengan menampakkan pintu & dua waterjets

Berbicara masalah daya gebernya Boomerang tidak jauh berbeda dengan BTR seri 90-82 yakni di sokong oleh mesin disel turbocharged bertenaga 500hp dengan konfirgurasi 8x8, karena konstruksi boomerang diambil dari BTR maka jelas  dilengkapi kemampuan kemampuan amfibinya dengan menyertakan dua waterjets.

Boomerang dapat mengangkut 10 personil, 3diantaranya berisikan komandan, penembak dan sopir, sedangkan sisanya di isi oleh pasukan. sedangkan pada bagian persenjataan boomerang akan dilengkapi dengan sistem kendali senjata otomatis meriam kaliber 30mm atau meriam kalinber 12.7mm dan senapan mesin koaxsial 7.62 mm serta beberapa peluncur rudal anti tank.

Foto BTR 82
Foto BTR 90
Foto Boomerang
Tampaknya dengan kendaraan ini Rusia berencana untuk membekali militernya agar mampu bergerak cepat dan gesit mirip dengan US Stryker brigade yang sukses mengganyang Irak .|||0|||0
Share:

MISTRAL | VLADIVOSTOK | SEVASTOPOL, KAPAL INDUK HELIKOPTER SERBU AMFIBI NEGARA RUSIA BUATAN FRANCIS

Foto Kapal Induk Kelas Mistral Francis.
Sepanjang sejarah, Tak pernah terbayangkan Rusia akan mengimpor alat utama sistem persenjataannya dengan cara transfer of technology. Rusia memutuskan membeli dua kapal perang kelas Mistral dari Perancis. Pembelian kapal induk helikopter Perancis  oleh Rusia itu adalah transaksi perdagangan senjata terbesar antara Moskwa dan negara anggota NATO dalam sejarah. 

Kelas Mistral adalah kapal perang terbesar dalam Angkatan Laut Perancis setelah kapal induk Charles Ed Gaulle,ia menggantikan LSD kelas Ouragan. Namun keduanya (Mistral dan Charles de Gaulle) mempunyai ketinggian batas air yang sama. Sebenarnya Konsep Desain awal kapal perang amfibi (Mistral Class) pertama kali diumumkan ke publik pada event Euronaval 1998.

Kapal ini dilengkapi dengan empat landing craft mekanik atau dua hovercraft di dek buritan untuk membawa pasukan dan kendaraan tempur darat.dengan demikian ia dapat membawa batalyon tank penuh dengan 40 MBT atau sampai dengan 70 kendaraan tempur ringan.Kapal juga menyediakan akomodasi untuk 450 marinir dan kapasitas tambahan hingga 900 orang tergantung misinya. pada bagian hanggar debarkasi basah mempunyai luas 885 meter persegi, mampu menampung empat kapal pendarat atau dua kapal pendarat jenis hovercraft 

Spesifikasi Kapal Induk Mistral

LHD kelas Mistral ini memiliki enam helipad,hanggar untuk helikopter dapat menampung 30 helikopter seperti serang Ka-52K Aligator, heli angkut Ka-29 Helik-B dan Ka-27 Anti kapal selam. Dek landasan helikopter mempunyai luas sekitar 6.400 meter persegi dengan enam titik pendaratan, dimana salah satunya mampu menopang berat helikopter berbobot 33 ton. sedangkan Untuk operasi peluncuran dan pendaratan dilengkapi dengan radar pendaratan DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 dan Optikal Landing System digunakan. Di bawahnya terdapat dek hanggar helikopter seluas 1.800 meter persegi, di hanggar ini perawatan heli dilakukan. Untuk mempermudah perawatan hanggar ini telah dilengkapi dengan overhead crane.

Landasan dan hanggar helikopter dihubungkan oleh dua unit lift yang mampu mengangkat bobot seberat 13 ton. Lift utama terletak di bagian belakang kapal dengan luas 225 meter persegi, lift ini cukup luas menampung helikopter tanpa harus melipat rotor heli. Pada lift kedua punya luas 120 meter persegi yang dilengkapi dengan alat bantu derek (crane) yang diletakkan di belakang superstruktur. perlu di sebutkan bahwa pada proses pengerjaannya rusia mengirimkan Helicopter KA-52 Alligator dan KA-29 Helik B Anti submarine untuk di ujicoba didaratkan diatas dek. 
Foto Ka-52 Alligator menjalani latihan Ujicoba pendaratan

Kapal juga dilengkapi dengan fasilitas medis Standar Role 3 NATO dengan 69 tempat tidur selain itu hanggar juga dapat dijadikan rumah sakit darurat.Penyakit apapun dapat diobati di dalam kapal, termasuk masalah-masalah rumit seperti operasi syaraf, melalui penggunaan sebuah sistem telemedicine berbasis- SYRACUSE. Role 3 Nato adalah standar Fasilitas Medis yang setara dengan fasilitas rumah sakit untuk 25.000 penduduk kota.

Kapal kelas Mistral dapat juga digunakan sebagai kapal komando dan kontrol, dengan Pusat Komando 850 meter persegi (9100 sq ft) yang dapat menjadi rumah hingga 150 personil. Informasi dari sensor kapal dipusatkan dalam sistem SENIT ((Système d’Exploitation Navale des Informations Tactiques, "System for Naval Usage of Tactical Information"), sebuah turunan dari Naval Tactical Data System (NTDS) milik AL AS.  SENIT 9 didasarkan pada Radar Multi-Peran MRR3D-NG 3Dimensi milik Thales, yang beroperasi pada band C dan juga memiliki kemampuan IFF (Identification of Friends or Foes). SENIT 9 juga akan terhubung ke format pertukaran data NATO melalui Link 11, Link 16 dan Link 22.

Foto Rekayasa 3D Visual Vladivostok

Untuk komunikasi, kapal kelas Mistral menggunakan sistem satelit SYRACUSE, berdasarkan Satelit Prancis SYRACUSE 3-A dan SYRACUSE 3-B yang menyediakan 45% komunikasi aman Frekuensi Super Tinggi NATO kemungkinan akan digantikan Glonass oleh Rusia.

Kapal yang juga berfungsi sebagai kapal induk helikopter itu aslinya dilengkapi dua sistem rudal Simbad (rudal permukaan ke udara) dan empat senapan mesin Browning M2-HB 12,7mm. Perlengkapan itu dinilai tidak mencukupi bahkan untuk sekadar mempertahankan diri. Namun ternyata rusia berniat memasang persenjataan yang lebih canggih buatan negaranya setelah tiba di negara rusia termasuk diantaranya senjata anti serangan Udara Kashtan M yang mengusung Senjata 2 Kanon Gatling caliber 30mm dan 2x4 tabung rudal anti pesawat berkemampuan melakukan tembakan secara simultan pada kecepatan supersonik, Meriam AK-630 Caliber 30mm selain itu Rusia nantinya akan mempersenjatainya dengan rudal-rudal yang dirancang khusus untuk kapal ini nantinya.

Berbicara masalah daya geber Mistral menggunakan thrusters azimut. Pendorongnya (Thruster) didukung oleh listrik dari lima diesel alternator V32, dan dapat berorientasi pada setiap sudut. Teknologi propulsi ini memberikan kemampuan manuver kapal yang signifikan. Daya dihasilkan oleh lima generator Diesel tersebut mencapai 20,8 MW.Kapal ini memiliki kisaran 10.700 mil laut ( 20.000 km ) dalam 14 knot.|||0|||0
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*