Military Technology News Network

PROFILE Y-20 PESAWAT ANGKUT MILITER TERBESAR CHINA

Y-20 CINA
Negara Tirai Bambu  terus menunjukkan ambisi mereka dalam industri militer setelah berhasil membuat dua pesawat siluman, kini negara tersebut berhasil kembali menerbangkan pesawat angkut militer terbesarnya yang diberi nama Pesawat Xian Y-20, Proyek ini dikembangkan Xi'an Aircraft Industrial Corporation dan secara resmi diluncurkan pada tahun 2006 serta menjalani uji terbang pertama pada Akhir Januari 2013.

Pesawat angkut strategis Y-20 yang diberi sandi "Kunpeng" Pesawat ini lepas landas dari Markas Udara Yanliang di dekat Xi'an di barat laut Provinsi Shaanxi, Cina, yang merupakan lokasi pengembang utama pesawat tersebut.

Pesawat Y-20 memiliki panjang badan 47 meter, rentang sayap 45 meter, dan tinggi 15 meter. Pesawat tersebut mampu beroperasi dalam kondisi cuaca yang sangat buruk, demikian menurut laporan di situs web kementerian pertahanan negara China.

Tiga anggota awak diperlukan untuk mengoperasikan Y-20, pesawat Y-20 memiliki daya angkut maksimal 66 metrik ton dan berat lepas landas maksimal lebih dari 200 ton. Pesawat ini mampu mengangkut berbagai jenis kendaraan lapis baja milik PLA, termasuk tank terberat, seri Tipe 99. Disebutkan bahwa Y-20 memiliki kecepatan maksimum 800 kilometer per jam dan jarak jangkauan hampir 4.500 kilometer.

Pesawat Y-20, yang menggunakan empat mesin turbojet buatan Rusia D-30, memiliki ukuran hampir sama dengan pesawat angkut Ilyushin IL-76 milik Rusia namun lebih kecil daripada C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara AS.
Y-20 Pre loaded
Dua purwarupa Y-20 sudah diproduksi - satu untuk uji terbang dan yang satunya lagi untuk uji statis - dan Y-20 disebutkan "memiliki kemiripan konfigurasi yang kontroversial dengan Boeing C-17," dalam laporan Aviation International News Online

Banyak peristiwa spionase yang dilakukan Negara China dalam pengembangan Y-20 salah satunya pembocoran rincian teknis pesawat C-17 Globemaster milik Amerika oleh warga keturunan China Dongfan "Greg" Chung, yang bekerja sebagai insinyur di Boeing dan tertangkap dan dijerat hukuman 15 tahun penjara oleh AS.

Cina sejauh ini tidak banyak mempublikasi pengembangan peralatan militer. Pemerintah Cina kabarnya baru menargetkan 100 pesawat Y 20, bila jumlahnya mencapai 300 pesawat maka sudah setara pesawat cargo pasukan Amerika.
Share:

DENDAM KESUMAT SNIPER WANITA PEMBERONTAK SURIAH

"Guevara" Sniper Wanita
Ketelitian dan ketepatan,  umumnya wanitalah yang lebih unggul dari pada  laki-laki bayangkan saja kalau sifat ini digunakan untuk membunuh ! inilah yang terjadi pada seorang ibu yang dimana anaknya menjadi korban konflik perang saudara dinegara Suriah, Mengenakan jaket loreng, celana kargo khaki, dan bersepatu boot, wanita 36 tahun ini tidak kenal takut. Menyandang senapan sniper, dia siap meledakkan kepala-kepala tentara pembantaian suruhan rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Dikenal dengan nama hanya "Guevara", wanita di kota Aleppo ini seakan menentang anggapan umum: Wanita jangan dekat-dekat medan perang. Bertindak sebagai penembak jitu alias sniper, Guevara menjadi andalan pemberontak di kota baratlaut Suriah itu untuk membunuh para tentara Assad.

Mengambil nama tokoh revolusi Argentina, bekas guru bahasa Inggris ini sering bertempur bersama dengan sekitar 30 orang pria menghadapi tentara yang beringas.

Dia tergerak turun ke medan juang setelah dua anaknya yang berusia 10 dan tujuh tahun tewas terbunuh beberapa bulan lalu. Saat itu, rumahnya digempur jet tempur pemerintah Suriah. Guevara ingin menuntut balas.

Dia mengatakan, sangat ingin membunuh para tentara Suriah di kotanya. "Saya suka berperang. Ketika saya melihat teman saya di katiba (salah satu divisi pemberontak) terbunuh, saya ingin mengambil senjata dan balas dendam," kata Guevara kepada Telegraph, Rabu 6 Februari 2013.

Posnya adalah di berbagai gedung yang telah kosong di Aleppo. Dengan senapan di tangan dan mata setajam elang, Guevara membidik calon korbannya.

Tugas ini, ujarnya, membutuhkan kesabaran, kecepatan dan kecerdasan. Dia mengaku harus duduk berjam-jam menunggu warga sipil menyingkir dari jalan dan tentara Suriah masuk dalam kekerannya. Masuk dalam jangkauan tembak, pelatuk ditarik, beberapa tentara tertembus peluru.

Guevara mengatakan dia telah menembak sedikitnya empat atau lima orang tentara. "Ini membuat kami senang. Ketika tembakan saya mengenai salah satu dari mereka, saya teriak 'Yes!'," kata dia.

Guevara Sedang Membidik Target
Wanita cantik ini berasal dari Palestina dan pernah menjalani latihan militer yang digelar Hamas di Lebanon. Dia bahkan tergabung dengan partai bawah tanah warga Palestina untuk menggulingkan Bashar al-Assad.

Pernikahannya dengan suaminya yang pertama gagal karena dia menganggap lelaki itu kurang militan. Dia juga mengancam meninggalkan suaminya yang baru, seorang komandan brigade tempur pemberontak, jika tidak diizinkan terjun berperang.

Walaupun terlihat garang dan tegar, namun Guevara tetaplah seorang wanita yang penuh kelembutan. Dia mengaku sering bangun malam hari dan menangis jika mengingat kematian dua anaknya dan kengerian yang disaksikannya setiap hari di Suriah.

Dia pernah melihat lebih dari 100 mayat dalam beberapa bulan terakhir. Dia sendiri sering bersinggungan dengan malaikat maut. Salah satunya saat sebuah bom meledak dekat mobil yang dikendarainya beberapa waktu lalu.

PBB mencatat, lebih dari dua tahun konflik Suriah berlangsung, korban tewas melampaui 60.000 orang. Bashar al-Assad bersikeras tidak akan turun tahta dan tetap menggempur warga sipil, dengan dalih mencari pemberontak. Sementara itu upaya komunitas internasional juga belum membuahkan hasil. (umi)
Share:

GRANAT PEMBLOKIR SINYAL MADE IN ISRAEL

Gambaran Granat Pemblokir Sinyal
Pertempuran modern sekarang tentara dituntut harus berjibaku dengan teknologi, baik teknologi yang bersifat teknis ataupun non teknis dalam mendukung kesuksesan dalam pertempuran karena mengandalkan skill saja tidak cukup, inilah yang menjadi pemikiran para dedengkot militer Israel, padahal Negara Israel mempunyai pasukan elit kedua terhebat di dunia. Salah satu inovasi temuan Ilmuan Israel  adalah Granat Pemblokir Sinyal yang dibuat Perusahaan Netline Communication Technologies berbasis di Tel Aviv. Perusahaan itulah mengenalkan alat pemblokir sinyal (jammers) terkecil yang pernah dibuat mirip seperti Granat fungsinya adalah untuk menghentikan piranti pemicu bom rakitan.

Alat yang dinamai Portable Jammer Pack (PJP), berupa obyek bulat dengan ukuran dan bentuk mirip granat pot era pertengahan, didesain untuk digunakan di area urban. "Operasi di area perkotaan sangat rumit karena masalah akses terkait kerumunan orang yang berlalu-lalang di jalanan dan juga lokasi bangunan kadang berimpitan sehingga kebutuhan jammers diperlukan di tempat-tempat tadi di mana piranti biasa dengan antena biasa tak bisa menjangkau sinyal," papar eksekutif Netline, Loreen Haim Cayzer.

PJP dapat dilemparkan dengan pelontar granat, Mark I, lewat kaca jendela, misal sebelum penyerbuan ke dalam bangunan dilakukan atau di gang-gang (sesaat sebelum patroli). Namun jika sebuat tim harus begerak di antara blok-blok bangunan atau bangunan tingkat tiga, cara terbaik ialah memasukkan seorang berkemampuan bak pitcher (julukan pelempar bola dalam skuat baseball), karena berat piranti itu cukup lumayan, 1,2 kg.

Netline mengembangkan PJP setelah pelanggan dari NATO meminta  jammer 'seukuran tangan' yang bisa dibawa unit pasukan elite dalam operasi urban. Demi memproduksi sesuatu yang cukup kecil untuk dikaitkan ke sabut, para insinyur perlu meminiaturkan modul pemblokir yang telah ada dan menyalin serta mencetak susunan antena ke papan sirkuit di dalam versi miniatur.

Perancang membalut jammers dengan karet untuk menyerap guncangan. Karena piranti itu bisa meledak dalam waktu rata-rata 30 menit setelah baterainya diisi ulang, karena masalah panas, maka desainer menambahkan elemen penyerap panas dalam kompartemen baterai internalnya.

Cara kerja di lapangan, pengguna cukup menarik cincing pengamannya, seperti halnya granat betulan. Setelah dilempar dan mendarat, si jammer akan bergoyang dan bergetar atas-bawah lalu melemparkan partikel gelombang untuk mengganggu piranti komunikasi terdekat, seperti kendali jarak jauh pemicu peledak dan juga ponsel.

Pendukung teknis sebelumnya akan memprogram untuk memblokir saluran khusus dan memastikan parameter yang dibutuhkan dalam misi. Jika semua berjalan lancar, pengguna dapat mengambil piranti itu lagi, membawanya pulang dan diprogram ulang untuk misi berikut.

Paling tidak itu teorinya. PJP saat ini tengah menjalani tes operasi, ujar Haim-Cayzer. Saat ditanya berapa radius efektif piranti tersebut dan risiko komunikasi lain yang dibutuhkan ikut terganggu, Netline menolak menjawab lebih detil.
Share:

PESAWAT TEMPUR IRAN QAHER F-313 YANG KONTROVERISONAL

Qaher F-313
Tak ada habisnya inilah Negara Iran, setelah sebelumnya negara Iran berhasil membuat trobosan dengan menciptakan Senjata Sniper Kelas berat, baru-baru ini Iran berhasil kembali menciptakan MockUp Pesawat Tempur yang diklaim mempunyai teknologi Stealth yang diberi nama Qaher F-313, pesawat tempur stealth ringan Iran pertama kali dipublikasikan di media masa pada akhir bulan Januari 2013. Iran Mendapatkan teknologi stealth sangat berdasar pasalnya negara Iran berhasil menyadap dan membajak teknologi canggih dari pesawat mata-mata stealth tanpa awak UAV RQ 170 dan Scan Agle  dari musuh  bebuyutannya yakni Amerika yang tertangkap menerobos perbatasan negara iran.


Pesawat Tempur Stealth pertama Iran ini mempunyai desain unik terutama pada bagian canard pesawat yang mampu terbang pada ketinggian sangat rendah bahkan dirancang mampu take off pada landasan pacu yang sangat pendek sebagaimana lazim dipakai oleh pesawat tempur pendukung kapal Induk. Pesawat Tempur Qaher F-313 diklaim mempunyai kemiripan dengan pesawat tempur prototype Amerika bird of Pray era 1970an milik lockhead martin, bahkan ada yang menyebutkan pesawat tempur Iran hanyalah modifikasi dari pesawat tempur  Northorop F5 Tiger mengingat mesin menggunakan general Electrik J85 milik F5 Tiger, mengingat kecilnya pesawat analis barat bahkan menyebut pesawat Qaher F-313 dengan pesawat radio kontrol hasil tipuan iran, kecurigaan negara berat ini sanga

Pesawat Bird Of Prey
berdasar karena dilihat dari berbagai kejanggalan atas pesawat Qaher F-313 seperti kanopi pesawat yang terlihat seperti plastik,kemudian intake udara yang terlalu kecil serta mesin turbojet pendorong yang tidak menggunakan teknologi afterburner dan terkesan melanggar pakem aerodinamika, sedangkan Video yang di realease Iran mengenai pesawat tempur Qaher F-313 yang terkesan ditutup-tutupi secara keseluruhan tidak seperti louncing pesawat tempur pada umumnya,  Bahkan analis kedirgantaraan Israel menyebutkan pesawat yang ditampilkan jelas adalah prototype Mockup yang sengaja ditampilkan ke publik, tapi analis israel tersebut mengakui bahwa fiture siluman dari pesawat Qaher 313 apabila terwujud adalah salah satu inovasi terbesar dalam aerodinamika penerbangan dunia dan Iran harus berusaha lebih keras agar pesawat tempur tersebut bisa mengudara.

Walaupun banyak dicerca dunia internasional mengenai pesawat tempurnya, Iran membuktikan bahwa negaranya mampu bertahan dan menunjukan sanggup berdikari ditenggah embargo dunia walaupun berjalan terpincang-pincang tapi penuh semangat untuk menantang masa depan.



Desain Pesawat Mirip Pesawat Bird Of Pray Amerika dengan modifikasi canard tambahan

 Desain pesawat yang terbuat seperti viberglass atau bahkan serat karbon
Turbo Engine Pesawat yang tidak lazim bahkan terkesan seperti knalpot motor dan tidak menggunakan teknologi afterburner dan tentunya akan menimbulkan masalah serius pembakaran dan tempratur panas, apalagi engine disokong oleh General Electric J85 milik pesawat F5 tiger
   
Kualitas Kaca Penutup terlihat seperti Plastik ,tidak adanya panel pendukung radar atau head up display sebagai pendeteksi peringatan dini IFF dan lain-lain, bahkan terkesan menggunakan radio frekuensi rendah atau yang tidak lazim dipakai pesawat tempur berteknologi stealth pada umumnya   






Share:

SHAHER SENJATA SNIPER ANTI MATERIAL DENGAN JARAK TEMBAK MAKSIMAL 4000 METER BUATAN IRAN

Shaher Sniper Rifle Made In Iran
Ditengah sanksi embargo PBB, Iran lagi-lagi membuat terobosan dalam dunia militernya yakni membuat Senjata yang dirancang khusus untuk keperluan sniper yang diberi nama “Shaher”,  produk terbaru ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Jihad Berdikari Angkatan Darat Republik Islam Iran dan  baru-baru ini ditampilkan di depan publik.

Senapan khusus sniper Kaliber 14,5 milimeter “Shaher” memiliki daya jangkau yang tergolong mampuni bahkan mempunyai keefektifan tembakan sejauh 3.000 meter dan daya jangkau maksimum sejauh 4.000 meter. Senapan ini memiliki berat setara dengan 22 kg dan panjang 185 cm. Bahkan senjata ini diklaim memiliki jarak jangkau yang tergolong sangar dari senjata sniper anti material yang sudah ada sekarang, seperti contoh adalah NTW 20 buatan Afrika Selatan yang hanya memiliki jarak tembak efektif 2800 meter, sayang ada rumor yang menyatakan senjata “Shaher” dicontek dari rekan sejawat Iran yakni Azerbaijani yang kita tau selama ini dikenal memproduksi senjata sniper “Istiglal” dengan jarak tembak hampir sama dengan “Shaher” 3000 meter sampai 4000 meter.


Foto Senjata Sniper Shaher Iran


Foto Senjata Sniper Istiglal buatan Azerbaijani

Dalam peruntukannya Senjata “Shaher” digunakan untuk menghancurkan bunker-bunker beton, kendaraan lapis baja, helikopter dan titik-titik pusat berkumpulnya musuh serta memenuhi kebutuhan taktis AD Iran yang sepenuhnya di produksi dalam negeri. Senjata ini juga mampu meningkatkan kemampuan tempur dan keakuratan tembak pasukan secara signifikan.     
Share:

DOOMSDAY PLANE PESAWAT KHUSUS AMERIKA DALAM MENGHADAPI KIAMAT

Doomsday Plane (Pesawat khusus anti kiamat versi Amerika )
Bertahan dari kiamat..? tak luput dari pemikiran para dedengkot ilmuan Amerika, ternyata negara Amerika sudah memikirkannya bertahun-tahun silam, tak ayal negara Adidaya ini sudah memiliki rencana strategis rahasia menghidar dari kiamat, bahkan arti kata “kiamat” menurut para ilmuan amerika bisa berarti perang nuklir, atau Bumi kejatuhan meteor. Tentu kehancuran total sudah membayang, separuh atau seluruh dunia dipastikan kiamat. Nah, dalam situasi itu, Presiden Amerika Serikat dan lingkaran dekatnya diskenariokan masih bisa menghindar, dengan menaiki pesawat yang dirancang khusus.

Skenario itulah yang sudah disiapkan Angkatan Udara Amerika Serikat dengan kehadiran pesawat yang dijuluki "pesawat kiamat" (doomsday plane),  demi menghadapi situasi terburuk, dengan total anggaran USD223 juta (sekitar Rp1,89 triliun).

 
Bagian-Bagian Pesawat Doomsday
Pesawat yang merupakan modifikasi Boeing 747 tersebut dilengkapi dengan perisai pelindung yang mampu menahan radiasi dan gelombang elektromagnetik, Keunggulan lainnya, saat ancaman datang, Presiden AS bisa segera meluncur ke udara dalam waktu lima menit, dan dipersiapkan bisa menanggulangi berbagai ancaman, termasuk serangan nuklir bahkan meteor dari luar angkasa.

Untuk itu, selain perisai pelindung di seluruh bagian pesawat, terdapat pula sistim pendingin khusus yang bisa menjamin semua perangkat elektronik di pesawat tetap bekerja normal dan efisien, meski di sekelilingnya terjadi panas yang luar biasa.

meski berukuran super jumbo - karena dimodifikasi dari Boeing 747 - pesawat khusus ini dapat terbang selama 4 hari tanpa harus mengisi bahan bakar, dengan kecepatan maksinal 620 mil per jam, yang berarti 40 mil per jam lebih cepat dari pesawat sejenis yang digunakan untuk komersial.

Sedangkan orang yang berada di pesawat dipastikan bisa berkomunikasi dengan siapapun  dan di manapun posisinya di darat. Bahkan, dengan kabel sepanjang lima mil yang berada di belakang pesawat, komunikasi dengan kapal selam di dasar lautan bisa dilakukan. "Kami turunkan kabel itu dan akan tertransmisi pesan sandi ke kapal selam kami," ungkap perwira AU, Kapten W Scott Ryder.

"Berikan kepada kami nomor telepon siapapun, kapanpun, di manapun di Bumi, kami bisa menghubungi mereka," tambah rekan Ryder, Sersan Joe Stuart.

Selain perangkat serba modern dan berteknologi terkini, pesawat itu juga memiliki pasukan elite yang khusus yang menjadi satuan keamanan tersendiri di Angkatan Bersenjata AS. "Mereka adalah pihak pertama di pesawat dan menempatkan diri secara pantas di seluruh bagian pesawat," tambah Ryder.

Tapi tugas mereka hanya mengurusi dan melindungi pesawat, sebab untuk urusan pengamanan presiden, tetap ada tim tersendiri. Untuk tugas itu, tim pengaman pesawat itu wajib selalu berada di dekat pesawat. Sebab, dalam keadaan darurat, dalam tempo hanya lima menit pesawat harus bisa lepas landas. Misalnya pada kasus serangan 11 September 2001 silam.

"Jika pusat komando gagal mengatasi sebuah serangan tiba-tiba, kami segera bersiap tinggal landas. Kami dalam posisi siaga selama 24 jam, 7 hari sepekan, dan 365 hari pertahun."

Namun, sebagai pesawat darurat, tingkat kenyamanan tentu tak sebanding dengan Air Force One yang biasa digunakan Presiden Barack Obama melawat ke luar negeri. Toilet, misalnya, tak terlalu besar, meski masih bisa berendam. "Ini pesawat spartan, tanpa jendela atau apapun," ungkap perwira lainnya.

Tapi sebesar-besarnya pesawat Doomsday Amerika masih kalah besar dengan pesawat Russia AN-225 Mrya buatan Rusia tunggu ulasan berikutnya
Share:

DESSAULT RAFALE PESAWAT TEMPUR UNGGULAN FRANCIS GENERASI 4.5

Dessault Rafale Varian M
Rafale adalah wujud dari program standardisasi ambisius Militer Perancis untuk visi 2025-2030, yakni sebagai pengganti lima pesawat asyang bertugas di Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Laut Perancis. Dassault Rafale (dijuluki sebagai Squall dalam Bahasa Inggris) adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersayap delta asal Perancis yang dibuat oleh Dassault Aviation. Rafale dirancang sebagai pesawat berpangkalan di daratan maupun di kapal induk.

Rafale dapat diperlengkapi dengan senjata nuklir. Selain untuk digunakan di negara asalnya, pesawat ini juga dijual untuk kebutuhan ekspor. Meskipun beberapa negara menyatakan minatnya untuk memiliki Rafale, namun belum ada nota resmi pemesanan lintas-negara yang disepakati.

Rafale berfiturkan sayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi (dekat-berpasangan) untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 g atau -3 g) sambil memelihara kestabilan terbang, nilai maksimum 11 g dapat diraih dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot. Menurut sumber internal (Les essais en vol du Rafale) batas laju terendah adalah 100 kt tetapi 80 kt kadang-kadang diperagakan pada pameran dirgantara oleh pilot untuk mengungkapkan mutu laju rendah pesawat ini. "Batas minimum 15 kt dapat dicapai pada saat simulasi tempur melawan Mirage 2000 oleh seorang pilot agresif." Pesawat ini dapat dioperasikan dari landas pacu yang hanya berpanjang 400 meter.
Bagian dasar pesawat tempur Rafale

Rafale diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut Spectra yang, dikembangkan oleh Thales dan EADS Perancis karena perkembangan zaman sistem pertahanan elektronik inipun diganti dengan sistem radar AESA yang mutlak dipakai oleh pesawat tempur generasi 4-5, Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif AESA RBE2 AA buatan Thales digunakan untuk menggantikan Susunan Terpindai Pasif RBE2 yang terpasang. Thales mengirimkan radar baru itu pada bulan Agustus 2010 untuk digunakan pada tranche Rafale keempat. Seluruhnya ada 60 tranche, yang masing-masing tranche itu terdiri dari empat pesawat telah dipesan pada waktu itu. Skuadron pesawat yang diperlengkapi AESA ini diharapkan dapat dioperasionalkan pada tahun 2012. Thales juga mengaku bahwa radar AESA akan memperbaiki kemampuan operasional pesawat dalam hal jelajah, kemampuan mencegat, kemampuan membuntuti, dan penangkalan.

Meskipun bukan sebagai pesawat siluman sejati, menurut Dassault, Rafale mampu mengaburkan pengenalan radar, sementara sebagian besar fitur desain siluman diklasifikasi, penggunaan bahan komposit dan pola bergerigi di tepian sayap dan kanard berjejak berperan untuk mengurangi daya pindai radar.

Dari sisi persenjataan pesawat tempur Rafale tergolong sangar yakni dilengkapi dengan Rudal Udara ke Udara seperti MICA IR/EM,  Magic II dan pada masa depan,  MBDA Meteor dan Rudal udara ke darat seperti MBDA Apache,  SCALP EG,  AASM, GBU-12 Paveway II, AM 39 Exocet, Rudal nuklir ASMP-A, sedangkan persenjataan sekundernya adalah Canon GIAT30/719B.
Foto pesawat tempur Dassault Rafale dari berbagai sudut

 

Dari semua kecanggihan pesawat tempur Rafale adalah mampu melakukan transfer bahan bakar di udara layaknya pesawat pengisi bahan bakar.

Karakteristik umum

    Kru: 1–2
    Panjang: 15,27 m
    Lebar sayap: 10,80 m
    Tinggi: 5,34 m
    Luas sayap: 45,7 m²
    Bobot kosong: 9.500 kg (C), 9.770 kg (B),[76] 10.196 kg (M)
    Bobot maksimum lepas landas: 
    24.500 kg (C/D), 22.200 kg (M)[77]
    Mesin: 2× Snecma M88-2 mesin turbofan
        Dorongan kering: 50,04 kN masing-masing
        Dorongan dengan pembakar lanjut: 75,62 kN dengan M88-Eco 
        (>90 kN setelah tahun 2010) masing-masing

Kinerja

    Laju maksimum:
        Ketinggian tinggi: 2.390 km/jam [76]
        Ketinggian rendah: 1.390 km/jam
    Jarak jangkau: 3.700+ km
    Radius tempur: 1.852+ km pada misi penetrasi
    Batas tertinggi servis: 16.800 m
    Laju panjat: 304,8+ m/s
    Beban sayap: 326 kg/m²
    Dorongan/berat: 1,13

Varian

Rafale A
Pesawat peraga teknologi, terbang perdana pada tahun 1986. Kini tidak lagi beroperasi.
 
Rafale D
Dassault menggunakan pesawat ini (D untuk diskret atau siluman) pada permulaan dasawarsa 1990-an untuk versi produksi bagi Angkatan Udara Perancis, untuk memperjelas fitur semi-siluman yang baru disertakan ke dalam pesawat ini.
 
Rafale B
Ini adalah versi dua kursi bagi Angkatan Udara Perancis; diserahkan kepada EC 330 pada tahun 2004.
 
Rafale C
Ini adalah versi satu kursi bagi Angkatan Udara Perancis; diserahkan kepada EC 330 pada bulan Juni 2004.
 
Rafale M
Ini adalah versi untuk dapat mendarat di kapal induk bagi Angkatan Laut Perancis, mulai bertugas pada tahun 2002. Rafale M berbobot sekira 500 kg lebih berat daripada Rafale C. Sangat menyamai Rafale C dalam tampilannya, M berbeda dalam hal-hal berikut ini:
  • Diperkokoh agar dapat stabil berkedudukan di atas kapal induk
  • Gir pendaratan yang lebih kuat
  • Lengan gir moncong yang lebih panjang untuk memberikan perilaku mendongak yang lebih baik untuk dapat diluncurkan menggunakan ketapel
  • Pilon tengah-depan dibuang (untuk memberi ruang untuk gir yang lebih panjang)
  • Tailhook yang lebih lebar antara dua mesin
  • Tangga pendaratan dengan daya terintegrasi
  • Sistem pendaratan gelombang mikro Kapal Induk
  • Platform referensi kelembaman "Telemir" yang dapat menerima perbaruan dari sistem kapal induk.

Rafale N
Rafale N, mulanya disebut Rafale BM, direncanakan berupa versi dua kursi untuk Angkatan Laut Perancis. Pengurangan anggaran dan biaya tambahan pelatihan kru telah menjadi penyebab pembatalan pengadaan jenis ini.

Share:

SITUASI KONFLIK ISRAEL MEMANFAATKANNYA DENGAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MILITER

Foto Robot Guardium patroli Daerah Perbatasan
Sadar terus berada dalam situasi konflik, Israel berupaya memperkuat militernya dengan teknologi robot. Robot militer buatan negara Yahudi itu kini dilaporkan telah dilibatkan dalam operasi di lapangan baik dalam pengamanan perbatasan ataupun yang sifatnya taktis lainnya

Juru bicara Teknologi Pertahanan Militer Israel (IDF) mengatakan :
"Kami mencoba membuat perangkat tanpa awak di medan perang. Kami bisa melakukan lebih banyak misi tanpa membuat para tentara kami berada dalam risiko," ujar Letkol Oren Berebbi.

Diprediksi dalam 10 sampai 15 tahun mendatang, sepertiga mesin robot milter Israel bisa beroperasi otomatis tanpa awak. "Kami sedang bergerak menuju era robot," tukas Giora Katz, wakil presiden Rafael Advanced Defense Systems Ltd, salah satu produsen senjata Israel.

Salah satu robot militer israel yang akan kita bahas adalah Robot Penjaga Perbatasan yang diberinama Guardium yang secara resmi sukses diuji coba pada tahun 2008 . Robot  Guardium dikembangkan oleh perusahaan besar G-Nius yang bekerja sama dengan Israel Aerospace Indistries dan Elbit. Robot guardium dirancang sebagai kendaraan darat tak berawak atau mampu beroperasi secara otonom (UGV Unmanned Ground Veicles), robot guardium dikendalikan dan di operasikan langsung  oleh Pusat Komando militer Israel.  Tugas keseharian Robot Guardium adalah melakukan patrol rutin daerah perbatasan untuk mengurangi terjadinya korban dari pihak tentara militer Israel. Bahkan robot guardium ini ditunjuk menjadi bagian dari system keamanan bandara Internasional Israel. 

Pusat Pengendali Terpadu

Robot Guardium dibuat menggunakan chasis mobil TomCar yang dirancang khusus dan diklaim mampu melahap segala medan dengan kecepatan maksimal 80km/jam, serta  mampu menggotong  muatan hingga 300 kg, bayangkan saja body dari robot ini dibuat dari kavelar lapis baja yang diperuntukkan untuk melindungi system otak dari robot , selain itu Robot Guardium dilengkapi berbagai macam sensor termasuk video dan kamera thermal yang mampu menangkap gerakan secara auto target, serta mikrofon super sensitive yang mampu menyadap gelombang radio dua arah, berbicara masalah persenjataan Robot Guardium dilengkapi dengan senjata otomatis caliber 5.56 x 21 mm standar nato  yang mampu menembak secara otomatis ataupun semi otomatis

Simulasi Tentara Israel beserta Robot Guardium dalam menghadapi setiap ancaman

Tapi namanya robot tentu ada kelemahan ataupun keterbatasan tapi pihak militer Israel menugaskan robot ini hanya untuk  melakukan kontra pertahanan sesaat sebelum  tentara Israel tiba untuk proses penangkapan, tetapi jangan coba diangap remeh Robot Guardium ini operator pengendali bisa saja memungkinkan melakukan tidakan agresif  dan mampu memusnahkan penyusup jika di inginkan.
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*