Military Technology News Network

ARTI GENERASI PADA KELAS PESAWAT TEMPUR

(Su Pak Fa Rusian Aircraft Gen-V)
Pesawat tempur Amerika terbaru, F-22 Raptor dan F-35 JSF atau T-50 Rusia sering disebut-sebut sebagai pesawat tempur generasi kelima. Ada juga generasi 4 atau 4,5 seperti beberapa varian Sukhoi dan F-18 Super Hornet. Kali ini kita akan membahas pengertian istilah “generasi” pada pesawat tempur dan tipe-tipe pesawat yang temasuk di dalamnya.

Istilah “generasi” pada pesawat tempur mengacu pada fitur yang terdapat pada pesawat tempur tersebut, dimana pesawat tempur dari sebuah generasi tertentu memiliki tipe mesin, avionik dll tertentu dan pesawat tempur generasi berikutnya bisa dipastikan memiliki tipe mesin, avionik dll yang lebih unggul (superior)

Terminologi tidak resmi mengenai istilah generasi ini dikemukakan oleh Richard P. Hallion, seorang senior adviser mengenai isu kedirgantaraan di Pentagon, Amerika Serikat. Tidak ada pusat register yang mengkualifikasi sebuah jet tempur itu masuk generasi mana, dan pengkategorion “generasi” ini juga tidak selalu tepat. Terkadang masih banyak terdapat perbedaan pendapat diantara analis-analis kedirgantaraan.

Setiap generasi pesawat tempur biasanya dua kali lebih mahal (rata-rata, dalam dolar konstan) dari generasi sebelumnya. Namun, setiap generasi juga sekitar dua kali lebih aman untuk terbang dan lebih mudah dioperasikan. Tentu, setiap generasi dua kali lebih efektif seperti sebelumnya.

Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi ini meliputi semua pesawat tempur awal sampai dengan pesawat tempur yang digunakan dalam Perang Korea. Model awalnya serupa dengan kontruksi pendahulunya, yaitu menggunakan mesin turbojet generasi 1 dan 2. Pesawat-pesawat dari generasi pertama ini cukup sulit untuk diterbangkan dan mesinnya masih belum bisa diandalkan.

Pesawat tempur generasi pertama antara lain Messerschmitt Me 262 Jerman dan Meteor Gloster Inggris saat Perang Dunia II. Pada saat Perang Korea, pesawat generasi pertama yang digunakan adalah MiG 15 yang berhadapan dengan F-86 Sabre.

Jerman : Messerschmitt Me 262, Heinkel He 162
Inggris : Gloster Meteor, de Havilland Vampire, Hawker Sea Hawk, Supermarine Attacker
Perancis : Dassault Ouragan
Amerika Serikat : Bell P-59 Airacomet, Lockheed P-80 Shooting Star, McDonnell FH Phantom, Ryan Aeronautical FR Fireball
Uni Soviet : Mikoyan-Gurevich MiG-9 ‘Fargo’, Yakovlev Yak-15/17 ‘Feather’

Generasi Kedua (1950-1965)
Pesawat tempur generasi kedua sudah lebih handal namun masih berbahaya untuk mengoperasikannya. Pesawat tempur generasi ini mulai menggunakan radar onboard dan rudal passive-homing infrared-guided (IR). Tingkat sensor rudal IR ini masih rendah dan bidang pandangnya sangat sempit (biasanya tidak lebih dari 30 °). Yang termasuk di generasi ini, antara lain F-104 dan MiG-21.

F-105 Thunderchief
F-105 Thunderchief Amerika Serikat (Foto : AlfvanBeem)

Pesawat tempur generasi kedua, antara lain :
Perancis : Dassault Super Mystère, Dassault Étendard IV, Dassault Mirage III/Dassault Mirage 5
India : HAL HF-24 Marut
Israel : IAI Nesher
RRC : Shenyang J-6, Chengdu J-7
Uni Soviet : Mikoyan-Gurevich MiG-19, Mikoyan-Gurevich MiG-2, Sukhoi Su-7, Sukhoi Su-9/Sukhoi Su-11, Yakovlev Yak-38 (AL)
Swedia : Saab 32 Lansen, Saab 35 Draken
Inggris : De Havilland Sea Vixen (AL), English Electric Lightning, Gloster Javelin, Hawker Hunter, Supermarine Scimitar (AL), Supermarine Swift
Amerika Serikat : Chance Vought F-8 Crusader (AL), Convair F-102 Delta Dagger, Convair F-106 Delta Dart, Douglas Aircraft Company F4D Skyray (AL), Grumman F-11 Tiger (AL), Lockheed Corporation F-104 Starfighter, McDonnell Aircraft F-101 Voodoo, North American Aviation F-100 Super Sabre, North American Aviation FJ-4 Fury (AL), Republic Aviation Company F-105 Thunderchief

Generasi Ketiga (1965-1975)

Pola dasar dari pesawat tempur generasi ini adalah McDonnell Douglas F-4 Phantom II, merupakan pesawat tempur AS dengan jumlah produksi terbanyak sampai saat ini. Fiturnya antara lain :

Peningkatan sistem rudal udara-ke-udara
Peningkatan sistem radar
Avionik lebih baik
Perlengkapan standar senjata
Rudal udara-ke-udara menjadi senjata utama, menggunakan radar yang lebih canggih dan rudal jarak menengah RF AAMs untuk hasil yang lebih baik
Rudal pandu udara-ke-darat
Avionik untuk serangan darat ditingkatkan
Terrain-avoidance systems
Rudal udara-ke-permukaan (ASM) yang dilengkapi dengan elektro optik (EO) pencari kontras menjadi senjata standar
Peningkatan laser-guided bombs (LGBs)

Mitsubishi F-1 Jepang
Mitsubishi F-1 Jepang (Foto: Taisyo/Wikipedia User)

Pesawat tempur generasi ketiga, antara lain :
Perancis : Dassault Mirage F1, Dassault-Breguet Super Étendard (AL)
Iran : HESA Azarakhsh, HESA Saeqeh
Israel : IAI Kfir
Italia : Aeritalia F-104S
Jepang : Mitsubishi F-1
RRC : Chengdu J-7E/G, Shenyang J-8/Shenyang J-8II
Afrika Selatan : Atlas Cheetah
Uni Soviet : Mikoyan-Gurevich MiG-21bis, Mikoyan-Gurevich MiG-23, Mikoyan-Gurevich MiG-25, Sukhoi Su-15, Sukhoi Su-17, Tupolev Tu-28
Swedia : Saab 37 Viggen
Inggris : British Aerospace Sea Harrier (AL), BAE Harrier II (AL)
Amerika Serikat : McDonnell Douglas F-4 Phantom II, Northrop F-5

Generasi Keempat (1970-2010)
Desain pesawat generasi keempat sangat dipengaruhi dari “pelajaran” yang diperoleh pada pesawat generasi ketiga. Pesawat tempur generasi ini antara lain F-14, F-15, F-16 dan F-18 dengan fitur:

Manuver jauh lebih baik karena stabilitas statis yang rendah
Kemajuan dalam komputer digital dan teknik integrasi sistem
Upgrade sistem radar seperti AESA, digital avionics buses dan IRST

Generasi 4,5

Analis kedirgantaraan Amerika Serikat mendefinisikan pesawat tempur generasi 4,5 adalah pesawat tempur yang menggunakan radar AESA, kapasitas data-link yang tinggi, upgrade avionik dan kemampuan untuk menggunakan senjata canggih yang ada saat ini dan masa depan.

Sukhoi Su-35, Su-34 terbang bersama T-50
Sukhoi Su-35, Su-34 terbang bersama T-50 (Foto: Alex Beltyukov/Wikipedia)

Pesawat tempur generasi 4 dan 4,5, antara lain :
Perancis : Dassault Mirage 2000/N/D, Dassault Rafale
India : India, HAL Tejas
Rusia : Sukhoi Su-30MKI
Israel : IAI Kfir (C.10 and C.12)
RRC : Chengdu J-10, Shenyang J-11, Shenyang J-15 (proposed for AL), Shenyang J-16, AIDC F-CK-1 Ching-kuo
Pakistan : JF-17 Thunder
Uni Soviet – Rusia : Mikoyan MiG-29/MiG-29M/MiG-35, Mikoyan MiG-29K (AL), Mikoyan MiG-31, Sukhoi Su-27/Su-30/Su-35, Sukhoi Su-33 (AL), Sukhoi Su-34, Sukhoi Su-30
Korea Selatan : KAI FA-50
Swedia : Saab JAS 39 Gripen
Inggris (Join) : Eurofighter Typhoon
Italia (Join) : Panavia Tornado ADV
Amerika Serikat : General Dynamics/Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon, Grumman F-14 Tomcat (AL), McDonnell Douglas F/A-18 Hornet/F/A-18E/F Super Hornet (AL), McDonnell Douglas/Boeing F-15 Eagle/F-15E Strike Eagle/F-15SE Silent Eagle
Jepang (Join) : Mitsubishi F-2

Generasi Kelima (1995 – 2025)
Desain pesawat generasi kelima ini umumnya lebi terfokus pada radar cross-section (RCS), body terbuat dari bahan komposit guna menghasilkan fitur siluman dan mengurangi bobot pesawat dan prosessor utama mengontrol semua sensor dan menggunakan mesin berkinerja tinggi.

Pesawat tempur generasi kelima, antara lain :
Amerika Serikat : Lockheed Martin/Boeing F-22 Raptor (Production – 195 aircraft), Lockheed Martin F-35 Lightning II (Join) masih dalam tahap pengembangan.
Rusia : Sukhoi PAK FA T-50, Mikoyan LMFS (masih dikembangkan)RRC : J-20, J-31 (masih dikembangkan)
India : Advanced Medium Combat Aircraft (masih dikembangkan)
Korea/ Indonesia : KAI KF-X – 2020 (masih dikembangkan)
Rusia/ India : Sukhoi/HAL FGFA (masih dikembangkan)
Jepang : Mitsubishi F-3 – 2027 (masih dikembangkan)

Generasi Keenam (Rencana)
Pesawat tempur generasi keenam ini belum pernah ada, masih konseptual. Namun Amerika Serikat menargetkan pesawat generasi keenam sudah akan memperkuat Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS pada rentang 2025-2030.

Berbicara mengenai Rusia, hingga kini negara ini masih mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5 mereka, meskipun beberapa turunan dari Su-27 setidaknya sudah generasi 4,5. Salah satu penyebab Uni Soviet runtuh adalah kenyataan bahwa mereka kala itu tidak mampu mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5 untuk tetap kompetitif dengan Amerika.

Uni Soviet banyak memilki ide menarik di papan gambar dan dalam pengembangan industri kedirgantaaraan, namun kebangkrutan sebagian besar industri penerbangan militer mereka selama tahun 1990-an telah menghancurkan segalanya. Saat ini Rusia sedang berencana untuk membuat pesawat tempur generasi ke-6 yang kemungkinan akan diawaki oleh robot. Kita tunggu saja.

Sumber : 
Pesawatterbang.net
Share:

HELICOPTER TEMPUR AH-64 APACHE BLOCK III/E TERBARU AMERIKA

AH-64 Apache Bloc III
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) telah memberi lampu hijau kepada Angkatan Darat AS untuk memulai produksi penuh generasi terbaru helikopter serbu AH-64 Apache. Varian terbaru ini dinamai AH-64E, dan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pendahulunya, AH-64D.Persetujuan produksi generasi terbaru Apache tersebut diumumkan pada 24 Oktober lalu di Washington DC, AS.Menurut para pejabat yang berwenang, Dewan Akuisisi Pertahanan AS telah mengeluarkan izin produksi itu sejak Agustus.

Pada saat itu, dewan tersebut resmi memberi nama heli baru ini dengan AH-64E. Sebelumnya, heli tersebut hanya disebut sebagai proyek AH-64D Block III. Demikian diwartakan majalah pertahanan IHS Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 31 Oktober 2012.

Heli yang akan diproduksi pabrikan Boeing itu termasuk kategori heli serbu berat, yang memiliki transmisi lebih baik dibanding seri D. Apache E ini juga menggunakan baling-baling dari bahan komposit, yang membuatnya bisa terbang dengan kecepatan 25 knot (46,3 kilometer per jam) lebih cepat dibanding Apache D Block II.

Heli baru ini juga dilengkapi sistem avionik dengan arsitektur terbuka sehingga memudahkan dalam proses modernisasi di masa depan. Selain itu, Apache E juga dilengkapi kemampuan mengendalikan pesawat nirawak (drone) dari dalam kokpitnya sehingga akan meningkatkan kemampuan baik dalam pengawasan maupun tempur.

 

Unmanned Aircraft Systems (UAS)
AD AS berencana membeli 690 Apache E untuk mengganti seluruh armada Apache-nya yang lebih tua. Para pejabat Boeing menyatakan, kapasitas produksinya masih mampu mengakomodasi pesanan tambahan, baik dari AD AS maupun dari pembeli potensial di luar negeri.
Share:

PESAWAT TEMPUR GENERASI KE LIMA JEPANG MITSUBISHI ATD-X

Concept ATD-X Stealth Fighter Generation 5
Saat semua negara berlomba-lomba membuat pesawat tempur generasi ke-5, negara Jepang pun tidak mau ketinggalan salah satunya mereka sudah mempersiapkan konsep desain pesawat tempur generasi kelima yang memiliki kemampuan "anti pesawat siluman" (counterstealth).

 
Pesawat tempur generasi ke-5 ini akan dibangun berdasarkan konsep yang dirancang sebelumnya bernama ATD-X (Advanced Technology Demonstrator-X) yang di umumkan secara resmi pada Juli 2007. Sedangkan Kemhan Jepang sudah menyiapkan anggaran senilai 39,2 miliar yen (sekitar Rp4,5 triliun) dari 2009 hingga 2016.

Pengembangan pesawat tempur generasi ke lima Jepang dikembangkan oleh Technical Reaearch and Defalopment Institute (TRDI) dengan tujuan menciptakan pesawat tempur siluman yang potensial di masa depan menggantikan pesawat tempur sebelumnya Mitsubishi F-2. selain itu, Jepang menghawatirkan Rencana penggelaran pesawat tempur generasi kelima berteknologi canggih seperti F35 Lighting Amerika, Chengdu J-20 oleh China dan Sukhoi PAK-FA T-50 oleh Rusia, ini yang membuat Jepang memandang proyek pengembangan pesawat tempur siluman sangat mendesak.

Pemerintah Jepang masih merahasiakan detil dari pesawat ini, tetapi isu yang dihembuskan Basis Pesawat ini lebih beracuan kepada i3 (informed, intelligent, instantaneous) dengan mengusung desain pesawat siluman Amerika F-22 Raptor.  sedangkan dimensi pesawat  Jepang lebih dekat ke Saab Gripen, untuk  pembuatan mesin Jepang mempercayakan kepada  IHH  (Ishikawajima-Harima Heavy) bertugas mengembangkan turbofan XF5-1 yang di klaim mampu  menyamai M88 Francis dengan daya dorong 44,5-89 kN (10.000 hingga 20.000 lb), 

Pesawat tempur ATD-X rencananya dilengkapi fly-by-optik dengan menggantikan serat optik sehingga memungkinkan data yang akan ditransfer lebih cepat dan aman terhadap gangguan serangan elektromagnetik, Bukan hanya itu saja Pesawat tempur ATD-X ini akan dilengkapi dengan radar buatan dalam negeri yang diklaim mampu menyamai radar pesawat tempur yang di buat Nortrop Grumman.F35 AN/APG-81 (AESA)  beserta dukungan Electromagnetic Countermeasures (ECM) dan anti jamming sebagai dukungan kemampuan stealth pesawat.

Meski tak akan mengalami hambatan dalam hal teknologi, Jepang diperkirakan harus menghadapi rintangan politik dari sekutu utamanya, Amerika yang dimana selama ini selalu keberatan Jepang mengembangkan rancang bangun pesawat tempurnya sendiri. Salah satu alternatif yang akan ditempuh adalah mengajak Amerika mengembangkan bersama pesawat tempur generasi kelima ini 

 
 XF5-1 Turbofan engine technology 

  
Multi Function RF Sensor, Dan Advanced Active Electronically Scanned Array (AESA) technology 


TRDI new ransmit-receive modules being developed to support its new AESA radar.
GENERAL CHARACTERISTIC
    Crew: 1
    Length: 14.174 meters (46.50 feet)
    Wingspan: 9.099 meters (29.85 feet)
    Height: 4.514 meters (14.80 feet)
    Max takeoff weight:
    8 tonnes max takeoff weight alt = 17,636 pounds ()
    Powerplant: 2× IHI XF5-1.
    Dry thrust: 10 tonnes (22,046 pounds) each
    Thrust with afterburner: 15 tonnes (33,069 pounds) eac


Share:

HELICOPTER SERBU RAH-66 COMANCHE AMERIKA

Gambar Helicopter RAH-66 Comanche
Helikopter RAH-66 Comanche adalah helikopter terbaru Angkatan Perang AS untuk menggantikan helikopter yang telah uzur seperti UH-1, AH-1 Cobra, OH-6 dan OH-58 Kiowa. RAH-66 didesain sebagai helikopter berkemampuan "stealth" pertama di dunia dan diklasifikasikan sebagai helikopter "light attack". Heli ini beroperasi dengan internal bay dan dilengkapi dengan misil anti serangan udara ke udara dan udara kedarat .

Kemampuan stealth Helicopter ini didukung oleh lapisan pelindung pada tubuh helikopter yang dirancang khusus untuk mengaburkan tangkapan radar selain itu penggunaan cross section yang dimana berfungsi membelokkan tangkapam radar dimana teknologi ini diambil dari desain pesawat pengebom F-117 Nighthawk

Desain Helikopter RAH-66 Comanche tempur ini terdapat sistem rotor dengan 5 baling-baling (blade) dan rotor yang kecil pada bagian ekornya yang terlindung, seperti halnya heli Gazelle milik Perancis. Heli ini mempunyai penyimpanan senjata internal dan sayap opsional yang memungkinkan penambahan stabilitas persenjataan, dengan resiko (jika sayap opsional dipasang) maka akan lebih terdeteksi oleh radar. Persenjataan standar heli ini adalah meriam General Electric tiga barel 20mm dalam sebuah sistem turret Giat. Pilot dan co-pilot (gunner) duduk bersebelahan pada kokpit dengan visibilitas yang baik guna memudahkan dalam sistem penembakan.
Gambar Optional Helicopter RAH-66 Comanche


Sistem penerbangan dan kontrol pada Helikopter RAH-66 Comanche terdiri dari kontrol "helmet-mounted", kontrol siklik "sidestick", display peta 3D, sistem fly-by-wire dengan sebuah fitur "triple redundancy", pelacak Laser dan FLIR serta radar gelombang milimeter yang ditiru Apache Longbow.

Pada simulasi medan pertempuran, sistem Helikopter RAH-66 Comanche akan sangat mendukung pertempuran dengan menembak kendaraan lapis baja dan pesawat musuh pada jarak jangkaunya. Akan tetapi proyek heli ini dihentikan oleh AS karena dana pengembangan yang terlalu besar, sehingga dana tersebut digunakan untuk pengembangan pesawat tanpa awak Amerik (UAV)
 
Karakteristik umum
    Kru: 2 orang
    Panjang: 46.85 kaki
    Lebar sayap: 39.04 kaki
    Tinggi: 11.06 kaki
    Luas sayap: 1,197 kaki²
    Bobot kosong: 8,690 pon
    Bobot terisi: 10,597 pon
    Bobot maksimum lepas landas: 17,175 ponFuselage length: 43.31 ft (13.20 m)
    Rotor systems: 5 baling-baling pada rotor utama

Kinerja
    Laju maksimum: 175 knot (201 mph, 324 km/h)
    Laju jelajah: 165 knots (190 mph, 306 km/h)
    Jarak jangkau: 262 nmi (bahan bakar internal)
    Jarak jangkau ferri: 1,260 nmi
    Batas tertinggi servis: 14,980 kaki
    Laju panjat: 1,418 kaki/menit

Persenjataan
    1× 20 mm XM301 meriam tiga laras (kapasitas 500 rentetan)
    Internal bays: 6 Hellfires or 6 Stingers (ATAS) or 24 Hydra 70 2.75 in (70 mm) roket udara-darat
    Optional stub wings: 8 Hellfire, 16 Stinger or 56 x Hydra 70 roket udara-darat
Share:

RUDAL AGM-114M, API NERAKA YANG MAMPU LELEHKAN KAVELERI LAPIS BAJA MUSUH

Rudal Hellfire
Hellfire adalah sebutan bagi rudal udara ke permukaan yang biasa digunakan oleh Helikopter tempur Amerika guna membabat habis tank musuh, bunker, bangunan dan apapun yang menjadi sasarannya. Meski namanya sesuai dengan peruntukannya, laksana api neraka (hellfire) yang mampu melelehkan baja, Hellfire sebenarnya merupakan singkatan dari “HELicopter Launched FIRE-and-forget” yang dibuat oleh perusahaan besar Lookhead Martin.

Pilot dapat meluncurkan Hellfire kemudian sepenuhnya mempercayakan kendali pada sistem pintar yang terpasang pada rudal ini untuk mencapai sasarannya. Saat ini, Hellfire merupakan sistem rudal komprehensif yang mampu diluncurkan dari helikopter, pesawat, maupun dari fasilitas darat.

Ada empat varian Hellfire yang telah dikembangkan:
1. “High-explosive anti-tank (HEAT) missile”, dikenal juga sebagai AGM-114K dengan kemampuan melumpuhkan semua target lapis baja.

2. AGM-114M, merupakan fragmentation missile yang efektif digunakan menghancurkan sasaran seperti kapal, bangunan, bunker, dan lapis baja ringan.

3. “Metal augmented charge missile” atau AGM-114N, yang mampu menembus benteng atau tempat persembunyian musuh seperti gua, rumah, atau bunker.

4. AGM-114K-A, HEAT dengan kemampuan fragmentation missile yang mampu menghancurkan target non-lapis baja di tempat terbuka.

5. MH 60R Seahawk and Hellfire AGM 114 Hellfire: Rudal Api Neraka Pemusnah Lapis Baja

Hellfire dapat diluncurkan melalui dua cara. Pertama disebut sebagai Lock-on Before Launch (LOBL). Dalam teknik ini sasaran mesti dibidik dan dikunci dulu dengan pencari laser (laser seeker). Karena telah terkunci, rudal memiliki peluang hampir sempurna untuk mengenai sasaran dengan tepat. Kelemahannya, pilot jadi terekspos dengan resiko lebih besar. Ini disebabkan mereka harus berada cukup dekat dengan sasaran agar dapat membidiknya dengan tepat.

Metode kedua disebut Lock-on After Lauch-Direct (LOAL-DIR). Teknik ini memungkinkan sasaran dikunci setelah peluncuran. Helikopter dapat meluncurkan Hellfire dari balik bukit tanpa harus terdeteksi oleh musuh.Kelemahannya, tingkat akurasi cara ini berada dibawah teknik yang pertama.


Rudal Hellfire yang terpasang pada Helicopter Tempur Amerika

Sejak dioperasikan, Hellfire telah menunjukkan efektivitasnya pada berbagai operasi militer seperti “Operation Just Cause” di Panama, “Operation Desert Storm” di kawasan teluk, “Operation Allied Force” di Yugoslavia, dan yang paling terakhir “Operation Iraqi Freedom” . Dalam berbagai operasi tersebut, Hellfire sukses ditembakkan dari helikoper tempur seperti Apache dan Cobra, maupun pesawat tak berawak semacam Predator.

Berikut daftar beberapa helikopter yang mampu dicanteli Hellfire:
  •     AH-1W SuperCobra
  •     AH-1Z Viper
  •     AH-64 Apache
  •     Agusta A129 Mangusta
  •     Eurocopter Tiger ARH
  •     SH-60 / MH-60R / MH-60S Seahawk
  •     RAH-66 Comanche
  •     UH-60 Blackhawk
  •     Westland WAH-64 Apache
Share:

TU-PAK DA, SOSOK PESAWAT PEMBOM TERBARU GENERASI KE V RUSSIA

Gambar Pesawat Pembom TU-PAK DA
Ngomongin teknologi militer memang tak ada habisnya, setiap waktu terus berinovasi  dan makin cepat makin mematikan, salah satunya adalah inovasi terbaru Rusia yang akan resmi dioperasikan tahun 2020 yakni pesawat siluman pembom strategis generasi ke V bercode name PAK DA, pesawat ini dikembangkan untuk menggantikan pesawat pembom TU95MS, T22M3 dan TU 160 untuk lebih jelasnya kita akan obrak-abrik penjelasnnya.

PAK DA adalah codename salah satu design Pesawat Pembom Generasi ke V Russia yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan rusia yakni Tupolev, PAK DA adalah singkatan dari Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dalney Aviatsyi  yang kalau diartikan ke indonesia adalah Desain Pesawat Pembom Jarak Jauh Masa Depan untuk Angkatan Udara Strategis .

Pada awalnya Design Pembuatan Pesawat Boomber PAK DA ini didasarkan pada pesawat Boomber supersonik terdahulu yakni TU-160 namun spekulasi dilapangan pesawat Boomber PAK DA ini mirip dengan Desain pesawat tempur siluman Amerika B-2 Spirit.
Sketsa Pesawat Pembom TU-PAK DA
Sketsa Gambar TU-PAK DA tampak Samping

Sesuai rencana pesawat Boomber PAK DA ini akan memiliki kemampuan stealth layaknya pesawat generasi ke V guna mengelak dari jangkauan radar musuh, serta mampu memuat bom setara 100-120 Ton baik bom konvensional ataupun nuklear, serta memiliki radius tempur 3.500 kilometer, sedangkan untuk penggerak pada pesawat boomber ini tidak lagi menggunakaan acuan pemikiran turboprop yang lazim dipakai pesawat boomber TU-95 ataupun TU-160 Supersonik, Konsep mesin penggerak pesawat boomber PAK DA ini dirancng khusus mampu terbang dengan ketinggian Stratosfer atau setara 50.000 meter dengan keceptan hypersonik yang diklaim mencocokan kecepatan tercept pesawat tempur amerika saat ini untuk sistem avionik pesawat boomber ini tidak segan-segan menggunakan peralatan pesawat tempur T-50 Pak Fa. Bahkan pernyataan ambisius dan gila Jendral Anatoly Zhikharev “Pesawat Boomber PAK DA ini akan mampu dioperasikan dengan sistem tak berawak atau kendali jarak jauh layaknya yang kita kenal UAV. Bahkan menurutnya pembuatan pesawat ini adlah proyek paling ambisius pemerintah Russia.
Share:

TANK IFV MARDER, INILAH PASANGAN DUET SANG LEOPARD

Marder IA3
Dealnya pembelian Tank MBT Leopard Jerman oleh Pemerintah Indonesia berdampak strategis bagi kerjasama militer antar kedua negara, bukan hanya tank tempur utama leopard yang akan didatangkan Indonesia dari Jerman tapi juga Tank Tempur IFV (Infantri Fighting Vehicle/ Tank Tempur Infntri)jenis Marder yang diklaim sangat cocok dengan iklim di indonesia.


Marder 1A3 adalah salah satu varian dari tank medium atau yang lebih tepat disebut sebagai kendaraan tempur infanteri (IFV / Infantry Fighting Vehicle) Marder 1 yang diproduksi oleh perusahaan Rheinmetall Landsysteme.


Tank tempur Infantri IFV Marder dibuat dari  chassis yang dirancang khusus pada awal tahun 1960, tank ini diciptakan untuk sebuah platform umum kendaraan lapis baja ringan yang efektif tanpa mengesampingkan perlindungan dan mobilitas dalam mendukung tank tempur utama yakni Leopard.
 
Sebagai kendaraan tempur infanteri lapis baja, Marder dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman sebagai senjata utama Panzergrenadiere (infanteri mekanik) dari tahun 1970-an sampai saat ini. Hingga sekarang Marder telah terbukti sebagai IFV yang tangguh. Oleh karena itu tidak salah jika Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memilih Marder berduet dengan rekan sejawatnya yakni MBT Leopard yang sudah lebih dulu menjadi arsenal tempur TNI. Menurut informasi dari Kemhan RI, penandatanganan kontrak pembelian 50 unit tank Marder 1A3 dan 10 tank pendukungnya dilakukan pada akhir September 2012 
Varian Marder dilengkapi canon 105 mm

Varian pertama Marder mulai dikembangkan pada Januari 1960 dan produksi pertamanya diterima oleh militer Jerman pada tanggal 7 Januari 1971. Produksi kendaraan tempur ini terus berlanjut hingga tahun 1975, tidak kurang dari 2.136 unit Marder telah diproduksi.

Pada tahun 1975 rudal Milan (rudal anti tank) mulai digunakan pada kendaraan tempur Marder. Tapi saat itu penembakannya masih secara konvesional. Petugas (komandan tank) muncul dari kubah sambil memanggul peluncur rudal Milan lalu menembakan rudal tersebut. Lalu antara tahun 1977 dan 1979 peluncur rudal ini mulai dipasang sebagai bagian dari persenjataan Marder.

Program upgrade atau modifikasi peningkatan varian 1A3 dimulai pada tahun 1988. Saat itu ada sekitar 2.100 unit Marder 1A1 dan 1A2 yang akan diupgrade oleh militer Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan Thyssen-Henschel. Tank Marder yang telah diupgrade menjadi varian Marder 1A3 kembali diterima militer Jerman pada tanggal 17 November 1989. Upgrade tersebut meliputi:

Penambahan lapisan baja pelindung hingga seberat 1.600 kg untuk melindungi Marder dari tembakan meriam 2A42 kaliber 30 mm dari BMP-2 buatan Rusia. Modifikasi pada akses kompartemen personil infanteri.Suspensi diperkuat, sistem pengereman baru dipasang, gearbox disesuaikan. Sistem pemanas digantikan dengan sistem pemanas berbasis air. Modifikasi pada Turret meriam, Keseluruhan modifikasi tersebut membuat Marder memiliki bobot 35.000 kg.

Varian Marder 1A3 inilah yang merupakan varian terbanyak digunakan oleh Angkatan Darat Jerman.

Sebagai kendaraan tempur, Marder bisa melintasi air hingga kedalaman 1,5 meter. Jika dilengkapi dengan peralatan tambahan, kendaraan tempur ini bisa melintasi air berkedalaman hingga 2,5 meter. Marder menggunakan roda penggerak yang dipasangi trek Diehl dengan bantalan karet.

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini ada beberapa varian Marder yang telah diproduksi.Meskipun telah dioperasikan dalam jumlah besar selama 38 tahun, tank Marder baru memperoleh pengalaman tempur sesungguhnya yang pertama kali saat melindungi sebuah pos tentara Jerman dari serangan gerilyawan Taliban yang berlokasi di Distrik Chahar Dara, provinsi Kunduz, Afghanistan, pada Juli 2009. Aksi Marder pada pertempuran tersebut telah membunuh dan dan melukai puluhan anggota gerilyawan Taliban. Setelah kejadian itu, tank Marder juga beberapa kali terlibat dalam pertempuran.

Spesifikasi IFV Marder 1 :

Produsen : Rheinmetall Landsysteme, Jerman
Bobot : 28,5 ton (varian 1A1/A2), 33,5 ton (varian 1A3), 37,4 ton (varian 1A5)
Panjang : 6,79 m
Lebar : 3,24 m
Tinggi : 2,98 m
Psonil : 3 awak tank dan 7 personil infanteri
Proteksi : Baja setebal 20 hingga 25 mm
 
Senjata Utama : Meriam otomatis Rheinmetall MK 20 Rh 202 kaliber 20 mm, rudal anti tank MILAN
Senjata Tambahan : Senapan Mesin MG3 kaliber 7,62 mm
Mesin Penggerak : Diesel MTU MB 833 Ea-500 600 hp (441 kW)
Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 21,1 hp/ton
Transmisi : RENK HSWL 194
Suspensi : Torsion bar
Ground Clearance : 0,45 m
Kapasitas Tangki BBM : 652 liter
Jarak Jangkau : 520 km
Kecepatan Maksimum : 75 km/jam (varian 1A2) dan 65 km/jam (varian 1A3)
Share:

CMOV RADAR AIR DEFENCE SYSTEM MOBILE BUATAN INDONESIA, SI KECIL DENGAN INDRA PENGLIHATAN YANG TAJAM

Gambar CMOV Indonesia
Computerized Management of Vehicles (CMOV/COMOB), adalah platform radar dan perangkat komunikasi bergerak yang dapat diintegrasikan kedalam combat system. Baik air-defense system maupun combat-field management. CMOV inilah yang membuat pesawat tempur musuh ketar-ketir di udara apalagi kalau melintas di indonesia tanpa izin, bayangkan saja kalau tetap nekat maka CMOV akan langsung memberangkatkan pesawat tempur pemburu untuk "menilangnya" bahkan "membinasakannya" di udara, wah... kedengerannya serem tapi itulah bagian dari tugas CMOV ini.


CMOV bisa juga disebut miniatur dari ruang Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional) yang besarnya hampir sepertiga lapangan sepak bola. Meskipun diperkecil hingga sebesar truk kecil ini, hampir seluruh kemampuan pokok di ruang Popunas berhasil diboyong ke dalam mobil ini. Tapi karena miniatur, kemampuan dan fasilitas yang tersedia tidak selengkap seperti pada ruang Popunas yang sebenarnya. Meskipun demikian, CMOV tetap memiliki keunggulan lain karena bisa dengan mudah dipindahkan atau dibawa ke lokasi yang diinginkan.

CMOV dapat digelar di seluruh sudut Nusantara untuk memantau keamanan negara kita ini. Salah satu alutsista Kohanudnas ini berbasis truk Mercedes Benz MB800 yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga mampu membopong antena parabola yang bisa dilipat dengan sistem elektrik serta berbagai hardware canggih untuk memantau radar seperti monitor, komputer, dan sistem radio telekomunikasi.

Ketika digelar pada operasi Hanud, mobil CMOV ini dikelilingi oleh para pengawal dan pendukung operasinya. Mobil ini sedianya ditumpangi Pangkohanudnas pada operasi Pertahanan Udara (Hanud) yang mengedepankan mobilitas tinggi. Tidak heran jika fasilitas standard seperti Air Conditioner (AC) yang super dingin dan interior cukup mewah dihadirkan dalam ruang pantau CMOV.

Seperti layaknya di dalam ruang Popunas, ruang pantau di mobil CMOV ini juga dilengkapi dengan data seluruh radar yang berada dalam naungan setiap Kosekhanudnas. Melakukan hubungan telekomunikasi radio dengan berbagai frekwensi juga dapat dilakukan, bahkan untuk berkomunikasi dengan pesawat interceptor, system komunikasi dalam CMOV mampu melayaninya. CMOV memang dirancang untuk mampu melakukan kontak dengan berbagai unsur Hanud, karena meskipun ukurannya kecil CMOV menjamin kelancaran berbagai cara berkomunikasi.

Fitur yang ada dalam CMOV buatan Indonesia



Seperti mobil jammer, mobil CMOV juga telah dilibatkan dalam berbagai operasi pengamanan VVIP dalam negeri maupun luar negeri. Ketika Presiden Amerika Serikat Barack Obama berkunjung ke Indonesia, dua unit CMOV dikirim untuk memantau keamanan udara di sekelilingnya dan terbukti mampu melaksanakan fungsinya dengan baik.

Meskipun isi mobil CMOV dan peralatannya berasal dari luar negeri, tapi semua pengerjaan karoseri dan assembly peralatannya dilakukan oleh para teknisi Indonesia yang
dirakit oleh PT Rekayasa Teknologi Indonesia (Rekatindo)
Share:

Popular Posts

MOMOSERGEIDRAGUNOV

Pages

Military

Name*


Message*